Wednesday, June 24, 2020

Uji Publik KTSP MTsN 6 Kulon Progo



Madrasah yang hebat dimulai dari siswa yang hebat, di belakang siswa yang hebat mesti ada guru yang hebat. Ada 4 hal yang menjadi indikasi guru yang hebat, yaitu guru yang Berkarakter, Moderat, Berakhlakul Karimah dan Ber Daya Saing.
Hal tersebut dikatakan Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Ka.Kulon Progo, Dra.Hj. Sulasmi M.A saat memberikan sambutan dalam acara Workshop Kuruikulum 2013 “Uji Publik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)” MTsN 6 Kulon Progo, di hadapan perwakilan guru/ pegawai 14 orang, Taufik Ismail, S.IP (unsur komite), Ngatijan, Tuti Nuryani (unsur orangtua), Bagas, Ari R (unsur siswa) , dan Pengawas Madrasah Barokatussolihah, S.Ag. M.SI, Rabu (24/6/2020).
Menurut Sulasmi, banyak kekuatan yang ada di Madrasah yang memiliki Visi “Cantik Berwawasan Lingkungan” baik itu guru senior yang telah lama berjuang di madrasah, guru yang mutasi dari luar madrasah sejak 1 Juli 2019, dan input siswa yang bagus.
Madrasah mesti memiliki target kualitasnya bisa melebihi sekolah umum. Hal ini bukan hal yang mustahil tercapai, apalagi masyarakat mulai menyadari, bahwa madrasah bisa membekali ilmu agama selain mapel umum.
“Untuk mencapai kualitas yang makin meningkat di MTsN 6, menurut saya pertahankan 4 rombel saja, karena kalau menambah rombel harus berpikir sarana prasarana lain yang memerlukan banyak pemikiran dan dana yang tidak sedikit,” tandasnya.
Dalam sambutannya Kepala MTsN 6 Kulon Progo Imam Syamroni, S.Pd mengungkapkan, digelarnya uji Publik KTSP sebagai wujud keterbukaan tentang kegiatan pembelajaran di madrasah sehingga dapat diketahui oleh masyarakat, mendapat masukan dari masyarakat dan akhirnya masyarakat akan semakin tertarik dengan madrasah.
Dengan hadirnya perwakilan komite, perwakilan siswa, perwakilah orangtua, perwakilan guru/ pegawai, masukan dari pengawas, dan Kasi Dikmad diharapkan akan menjadikan  kesempurnaan KTSP. Harapannya setelah selesai pembahasan, ada masukan, perbaikan, sehingga KTSP lebih sempurna dan bisa dilaksanakan untuk Tahun Pelajaran 2020/ 2021.
Pemaparan KTSP dilakukan oleh Wakamad Urusan Kurikulum Marwati, S.Pd. Pemaparan meliputi.Kurikulum Normal, Kurikulum Darurat, Kurikulum Tahfidz.
Kurikulum normal disiapkan apabila nanti pemerintah telah memperbolehkan pembelajaran tatapmuka sebagaimana biasa. Kurikulum Darurat sebagai opsi apabila pandemi Covid-19 masih berlangsung, nantinya pembelajaran akan dilakukan secara shift dengan jumlah terbatas dan sesuai protokol kesehatan. Sedangkan kurikulum tahfidz merupakan kurikulum yang diperuntukkan untuk kelas khusus yang telah memasuki tahun kedua.
            Pengawas Madrasah Barokatussolihah, memberikan apresiasi yang tinggi atas digelarnya Workshop. Untuk tingkat MTs maka MTsN 6 Kulon Progo merupakan madrasah yang mengadakan pertamakali. Tentunya ini akan menjadi kiblat madrasah lain dalam penyelenggaraannya. Terkait materi tidak ada yang perlu ada revisi, untuk revisi hanya dalam hal penulisan saja.
Pengawas yang telah menulis banyak buku tersebut, meminta kepada segenap warga madrasah agar dalam bekerja menerapkan 3M yakni menata rasa, menata hati dan menata kata.
“Terkait pembelajaran, apabila pandemi Covid-19 belum berakhir, madrasah mesti mematuhi regulasi dari Kemenag dengan tetap mempertimbangkan berbagai aspek baik siswa, guru maupun status zona. Model tatap muka bisa dikombinasi dengan daring dengan memanfaatkan teknologi yang ada,” tandasnya.
Setelah dilakukan telaah dan kajian oleh Tim Pengembang Kurikulum MTsN 6 Kulon Progo, dengan memperhatikan pertimbangan dari Komite Madrasah, perwakilan orangtua dan rekomendasi Pengawas Madrasah, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) MTs N 6 Kulon Progo disahkan dan dinyatakan berlaku pada Tahun Pelajaran 2020 / 2021.

Saturday, June 20, 2020

Masyarakat Kangen Berwisata



Masyarakat nampaknya tak sabar lagi menghirup udara segar di luar rumah. Setelah hampir empat bulan membatasi diri tidak keluar rumah akibat pandemi Covid-19, kini mereka mulai memadati tempat wisata termasuk wisata pantai.
Ratusan pengunjung dengan mobil, motor, maupun sepeda terlihat memadati sepanjang Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) mulai Pantai Samas Srigading Sanden sampai Pantai Baru Poncosari Srandakan, Ahad (21/6/2020).
Sehabis subuh pengunjung silih berganti datang dan pergi, Beberapa orang yang mencoba untuk masuk ke pantai harus siap gigit jari, karena semua askes masuk masih ditutup, bahkan nampak beberapa anak muda anggota pokdarwis berjaga-jaga di pintu masuk. Goweser yang mau masuk Pantai Goa Cemara juga tak bisa masuk, mereka hanya meletakkan sepeda di luar,  sementara orangnya masuk sebentar untuk foto-foto.
Beberapa pengunjung sebenarnya mengaku sudah sangat ingin menikmati udara pantai, namun apadaya belum diperbolehkan, Keluarga Tutik yang membuka usaha Salon Candra Dewi di Tegalsempu Caturharjo Pandak, menyempatkan diri ingin refreshing di Pantai Baru, namun karena pantai masih ditutup, hanya bercengkrama di pinggir jalan bersama keluarga, menikmati udara segar sambil menikmati aneka jajanan yang digelar para pedagang. “Inginnya juga mau main ke pantai, namun bagaimana lagi, kan pantai masih tutup. Yang penting menghirup udara segar, sambil makan makan,” ujarnya sambil tersenyum.

Rata-rata pengunjung dari berbagai penjuru Bantul datang secara berombongan. Komunitas Gowes banyak yang hanya sekedar melintas di JJLS namun banyak pula yang berhenti untuk menikmati kuliner di kanan kiri jalan. Sebagian dari mereka adalah goweser sejati yang secara rutin melakukan olahraga bersepeda, namun ada juga yang bersepeda sekedar hobi saja, atau bahkan anak dan remaja yang baru saja mulai senang bersepeda untuk mengisi waktu di sela pembelajaran jarak jauh.
Pengunjung lain ada yang datang dengan menggunakan mobil sekeluarga, jajan di tempat, Ada yang membawa makanan sendiri dengan menggelar tikar bahkan tenda kecil di pinggir jalan.
Dampak ditutupnya tempat wisata di sepanjang pantai ini juga dirasakan oleh para pedagang yang biasa berjualan di pantai. Selama hampir empat bulan tidak berjualan tentu mereka tak mendapatkan penghasillan. Beberapa penjual kemudian mengambil inisiatif berjualan di pinggir jalan.

Trisniyati yang biasa jualan di Pantai Baru mulai awal Juni ini mengangkut perabotan dan memilih jualan di pinggir jalan. Beberapa menu seperti nasi, sayur, lauk dan gorengan tersedia.”Saya juga butuh makan. Kalau menunggu sampai pantai dibuka, belum tahun sampai kapan. Maka saya pindah di pinggir jalan ini. Alhamdulillah, banyak pembelinya,” imbuhnya.
Penjual Es Oyen dan aneka minuman, Vera  juga melakukan hal serupa dengan Trisniyati. Dirinya juga merupakan pedagang di Pantai Baru, namun karena penutupan pantai akibat Covid-19, dia mencari tempat baru di los semi permanen di JLLS dekat Pantai Goa Cemara.
Sepanjang JJLS memang masih menjadi tempat favorit para pengunjung terutama di Ahad pagi. Selain udaranya masih bersih, lokasinya luas sehingga cocok untuk jogging, gowes, maupun sekedar bercengkrama bersama keluarga.
Namun yang penting diingat, selama corona masih ada, pengunjung harus selalu memakai masker, menjaga jarak,

Thursday, June 18, 2020

PPDB Gelombang 2

INFORMASI PPDB ONLINE GEL. 2
MTs N 6 KULON PROGO TAHUN  2020/2021


 

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021 Gel. 2
Menerima kuota 53 siswa
Pendaftaran  dari rumah dengan ponselmu
Klik saja Link ini    :  https://forms.gle/uvhhouHoeC17D5My7
Pendaftaran         :  23 Juni 2020 ( pukul 07.00 WIB )  s.d. 1 Juli 2020 (pukul 23.00 WIB )
Pengumuman         :  2 Juli 2020  ( pukul 15.00 WIB )

JURNAL dan PENGUMUMAN Dapat dilihat di  Website : http://mtsn6kulonprogo.sch.id

Kontak person yang bisa dihubungi kalo kurang jelas dan bisa tanya-tanya :
Sutanto (085228159077)
Sri Pujiastuti (089504957239)
Ani Romadhoni (085868202883)
Informasi tambahan :
Yang harus dipersiapkan utk mengisi data forms Online :
1. Nilai Raport ( kls 4 ( sem1,2), kls 5 ( sem 1,2 ) dan kls 6 ( sem 1 )
2. Akta Kelahiran
3. Kartu Keluarga
4. KTP
5. NISN

Monday, June 1, 2020

Melalui KYM, Terbitkan Buku Cerita Yang Keren


         
Mimpi Guru MTsN 6 Kulon Progo, Sutanto untuk menerbitkan buku solo akan segera terwujud. Melalui Komunitas Yuk Menulis (KYM) Klaten, guru seni budaya ini telah menyelesaikan naskah buku kumpulan cerita anak dengan judul “Anggrek Vanda Untuk Bunda” dan saat ini tinggal menunggu proses cetak.
Sutanto mengaku puas, karena sudah lama dirinya memiliki keinginan menulis buku dan bisa diterbitkan, namun belum pernah tercapai. Barulah setelah bergabung di KYM dia bisa mewujudkan mimpinya menghasilkan buku cerita solo. “Pokoknya, dengan ikut KYM bisa menerbitkan buku cernak yang keren,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Dalam buku solo perdananya tersebut, guru yang gemar main Catur ini menuliskan 10 cerita yang mengandung nilai pendidikan, dengan judul : Anggrek Vanda Untuk Bunda, Buah Kejujuran, Sajadah dari Kakek, Peluit Kak Pandu, Ayahku Seorang Dalang, Pak Dokter Membuatku Tidak Minder, Jembatan Goyang, Ayam Nenek Jadi TV, Pisang Goreng Bebas Corona dan Sampah Jadi Berkah.
Latar belakang tokoh cerita semuanya anak usia Sekolah Dasar, karena sasaran pembaca yang akan dibidik adalah unak seumuran itu. Tema ceritanya bervariasi tentang bunga Anggrek, situasi pembelajaran di sekolah, pramuka, budaya tradisional, covid-19, kebersihan.
Menurutnya tema tersebut diambil untuk mempermudah dirinya dalam berimajinasi. “Saat ini istri saya lagi senang menanam bunga anggrek vanda, lalu saya buat saja sebagai ide cerita. Kan nggak susah membayangkannya, sebab hal itu benar-benar dialami,” terangnya. Tema pramuka dan catur juga dipakai sebagai tema cerita, dengan pertimbangan bahwa kedua hal tersebut sudah dilakoninya selama puluhan tahun, tentunya akan mempermudah dalam mengembangkan ide menjadi sebuah cerita dan seakan-akan menjadi kisah nyata.
Founder KYM Vitriya Mardiyati menambahkan, komunitasnya memfasilitasi anggotanya mulai dari proses penulisan, editing, pembuatan cover, pembuatan ISBN sampai dicetak. Tahapan tersebut memerlukan waktu minimal dua bulan. Dua minggu proses pembuatan naskah dan editing, pembuatan cover sekitar 6 hari, pengajuan ISBN sekitar 10 hari. Dan proses cetak bisa sampai sebulan menyesuaikan pihak penerbit.
“Insyaallah buku cerita anak yang dibuat oleh lebih dari 100 penulis Juli awal siap dibagi.”
Penulis ratusan buku ini menjamin bahwa buku yang terbit di KYM terjamin kualitasnya. “Naskah yang akan dicetak telah melewati banyak perjuangan, sebab naskah mesti dibaca berulang-ulang oleh penulis, melewati proses edit yang ketat, saya cek secara keseluruhan apakah ada unsur ujaran kebencian atau tidak, dan pihak penerbitpun ikut membaca,” tandas Vitriya.
            Sutanto menngungkapkan, selain dirinya beberapa anggota KYM lainnya juga telah siap menanti proses buku karyanya. Guru SMKN 1 Sanden, Farida Nur R membuat 6 cerita, memilih judul  “Telur Asin Fitroh” yang bercerita tentang anak yg jenuh lama dirumah akhirnya punya inisiatif membuat telur asin. Kepala Sekolah SD N Sariharjo Ngaglik Juriyah,S.Pd, membuat judul  bukunya  “Kado Istimewa Untuk Ibu” yang isinya tentang usaha seorang anak bernama Ulfa untuk mewujudkan impian ibunya membeli mukena sebelum wabah covid-29. Setelah covid-19 keinginan itu tdk dpt terwujud. Dengan uang tabungan Ulfah untuk membuatkan kue ulang tahun dan membeli mukena bordir.ibunya saat menerima semuanya bahagia dengan berlinang air mata haru. Guru MIN 1 Klaten Sri Muriningsih memberi judul bukunya “Berkah Stay At Home” yang berisi kisah kerinduan anak-anak sekolah untuk bisa sekolah lagi karena sudah hampir 2 bulan lamanya Stay At Home untuk pencegahan Corona.
            Untuk membuat cerita yang unik dan menarik ternyata tidak mudah. Seperti yang dirasakan oleh Guru SDN Samirono Sri Lestari yang menulis kisah “Kejutan Manis untuk Chikal.” Dirinya harus menyendiri di kamar untuk mendaptkan ide yg cemerlang. Hal ini disebabkan karena ia masih harus mengasuh 2 anaknya. “,Alhamdulillah, meski sambil momong anak dberi kelancaran setiap harinya  bisa menulis satu cerita.Dan sampai deadline bisa selesai”
           

Meskipun buku masih dalam proses dan siap dibagi Juli mendatang, namun para penulis sudah mulai mempromosikan melalui berbagai media. “Saya sudah menawarkan kepada beberapa teman terutama yang mengajar di sekolah Dasar. Alhamdulillah tanggapannya bagus. Pokoknya semangat nulis terus,” pungkas Sutanto.           

Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...