Monday, June 29, 2020
Sunday, June 28, 2020
Friday, June 26, 2020
Daftar Rangking Sementara PPDB MTsN 6 Kulon Progo, Per 27 Juni 2020
Keterangan : Rangking 54 sd 89, Rapor Asli dan SKL Asli bis diambil, Senin, 29 Juni 2020 jam 08.00-11.00 wib
Wednesday, June 24, 2020
Uji Publik KTSP MTsN 6 Kulon Progo
Madrasah yang hebat dimulai dari
siswa yang hebat, di belakang siswa yang hebat mesti ada guru yang hebat. Ada 4
hal yang menjadi indikasi guru yang hebat, yaitu guru yang Berkarakter,
Moderat, Berakhlakul Karimah dan Ber Daya Saing.
Hal tersebut dikatakan Kasi Pendidikan
Madrasah Kemenag Ka.Kulon Progo, Dra.Hj. Sulasmi M.A saat memberikan sambutan
dalam acara Workshop Kuruikulum 2013 “Uji Publik Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP)” MTsN 6 Kulon Progo, di hadapan perwakilan guru/ pegawai 14
orang, Taufik Ismail, S.IP (unsur komite), Ngatijan, Tuti Nuryani (unsur
orangtua), Bagas, Ari R (unsur siswa) , dan Pengawas Madrasah Barokatussolihah, S.Ag.
M.SI, Rabu (24/6/2020).
Menurut Sulasmi, banyak kekuatan yang ada di Madrasah
yang memiliki Visi “Cantik Berwawasan Lingkungan” baik itu guru senior yang
telah lama berjuang di madrasah, guru yang mutasi dari luar madrasah sejak 1
Juli 2019, dan input siswa yang bagus.
Madrasah mesti memiliki target kualitasnya bisa melebihi
sekolah umum. Hal ini bukan hal yang mustahil tercapai, apalagi masyarakat
mulai menyadari, bahwa madrasah bisa membekali ilmu agama selain mapel umum.
“Untuk mencapai kualitas yang makin meningkat di MTsN 6,
menurut saya pertahankan 4 rombel saja, karena kalau menambah rombel harus
berpikir sarana prasarana lain yang memerlukan banyak pemikiran dan dana yang
tidak sedikit,” tandasnya.
Dalam sambutannya Kepala MTsN 6 Kulon Progo Imam
Syamroni, S.Pd mengungkapkan, digelarnya uji Publik KTSP sebagai wujud
keterbukaan tentang kegiatan pembelajaran di madrasah sehingga dapat diketahui
oleh masyarakat, mendapat masukan dari masyarakat dan akhirnya masyarakat akan
semakin tertarik dengan madrasah.
Dengan hadirnya perwakilan komite, perwakilan siswa,
perwakilah orangtua, perwakilan guru/ pegawai, masukan dari pengawas, dan Kasi
Dikmad diharapkan akan menjadikan
kesempurnaan KTSP. Harapannya setelah selesai pembahasan, ada masukan,
perbaikan, sehingga KTSP lebih sempurna dan bisa dilaksanakan untuk Tahun Pelajaran
2020/ 2021.
Pemaparan KTSP dilakukan oleh Wakamad Urusan Kurikulum
Marwati, S.Pd. Pemaparan meliputi.Kurikulum Normal, Kurikulum Darurat,
Kurikulum Tahfidz.
Kurikulum normal
disiapkan apabila nanti pemerintah telah memperbolehkan pembelajaran tatapmuka
sebagaimana biasa. Kurikulum Darurat sebagai opsi apabila pandemi Covid-19 masih
berlangsung, nantinya pembelajaran akan dilakukan secara shift dengan jumlah
terbatas dan sesuai protokol kesehatan. Sedangkan kurikulum tahfidz merupakan
kurikulum yang diperuntukkan untuk kelas khusus yang telah memasuki tahun
kedua.
Pengawas Madrasah Barokatussolihah, memberikan
apresiasi yang tinggi atas digelarnya Workshop. Untuk tingkat MTs maka MTsN 6
Kulon Progo merupakan madrasah yang mengadakan pertamakali. Tentunya ini akan
menjadi kiblat madrasah lain dalam penyelenggaraannya. Terkait materi tidak ada
yang perlu ada revisi, untuk revisi hanya dalam hal penulisan saja.
Pengawas yang
telah menulis banyak buku tersebut, meminta kepada segenap warga madrasah agar
dalam bekerja menerapkan 3M yakni menata rasa, menata hati dan menata kata.
“Terkait
pembelajaran, apabila pandemi Covid-19 belum berakhir, madrasah mesti mematuhi
regulasi dari Kemenag dengan tetap mempertimbangkan berbagai aspek baik siswa,
guru maupun status zona. Model tatap muka bisa dikombinasi dengan daring dengan
memanfaatkan teknologi yang ada,” tandasnya.
Setelah
dilakukan
telaah dan kajian oleh Tim
Pengembang Kurikulum MTsN 6 Kulon Progo, dengan memperhatikan pertimbangan dari
Komite Madrasah, perwakilan orangtua
dan rekomendasi Pengawas Madrasah, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
MTs N 6 Kulon Progo disahkan dan dinyatakan berlaku pada Tahun Pelajaran 2020 /
2021.
Monday, June 22, 2020
Saturday, June 20, 2020
Masyarakat Kangen Berwisata
Masyarakat nampaknya tak sabar lagi menghirup udara segar
di luar rumah. Setelah hampir empat bulan membatasi diri tidak keluar rumah
akibat pandemi Covid-19, kini mereka mulai memadati tempat wisata termasuk
wisata pantai.
Ratusan pengunjung dengan mobil, motor, maupun sepeda
terlihat memadati sepanjang Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) mulai Pantai
Samas Srigading Sanden sampai Pantai Baru Poncosari Srandakan, Ahad
(21/6/2020).
Sehabis subuh pengunjung silih berganti datang dan pergi,
Beberapa orang yang mencoba untuk masuk ke pantai harus siap gigit jari, karena
semua askes masuk masih ditutup, bahkan nampak beberapa anak muda anggota
pokdarwis berjaga-jaga di pintu masuk. Goweser yang mau masuk Pantai Goa Cemara
juga tak bisa masuk, mereka hanya meletakkan sepeda di luar, sementara orangnya masuk sebentar untuk
foto-foto.
Beberapa pengunjung sebenarnya mengaku sudah sangat ingin
menikmati udara pantai, namun apadaya belum diperbolehkan, Keluarga Tutik yang
membuka usaha Salon Candra Dewi di Tegalsempu Caturharjo Pandak, menyempatkan
diri ingin refreshing di Pantai Baru, namun karena pantai masih ditutup, hanya
bercengkrama di pinggir jalan bersama keluarga, menikmati udara segar sambil
menikmati aneka jajanan yang digelar para pedagang. “Inginnya juga mau main ke
pantai, namun bagaimana lagi, kan pantai masih tutup. Yang penting menghirup
udara segar, sambil makan makan,” ujarnya sambil tersenyum.
Rata-rata pengunjung dari berbagai penjuru Bantul datang
secara berombongan. Komunitas Gowes banyak yang hanya sekedar melintas di JJLS
namun banyak pula yang berhenti untuk menikmati kuliner di kanan kiri jalan. Sebagian
dari mereka adalah goweser sejati yang secara rutin melakukan olahraga
bersepeda, namun ada juga yang bersepeda sekedar hobi saja, atau bahkan anak
dan remaja yang baru saja mulai senang bersepeda untuk mengisi waktu di sela
pembelajaran jarak jauh.
Pengunjung lain ada yang datang dengan menggunakan mobil
sekeluarga, jajan di tempat, Ada yang membawa makanan sendiri dengan menggelar
tikar bahkan tenda kecil di pinggir jalan.
Dampak ditutupnya tempat wisata di sepanjang pantai ini
juga dirasakan oleh para pedagang yang biasa berjualan di pantai. Selama hampir
empat bulan tidak berjualan tentu mereka tak mendapatkan penghasillan. Beberapa
penjual kemudian mengambil inisiatif berjualan di pinggir jalan.
Trisniyati yang biasa jualan di Pantai Baru mulai awal
Juni ini mengangkut perabotan dan memilih jualan di pinggir jalan. Beberapa
menu seperti nasi, sayur, lauk dan gorengan tersedia.”Saya juga butuh makan.
Kalau menunggu sampai pantai dibuka, belum tahun sampai kapan. Maka saya pindah
di pinggir jalan ini. Alhamdulillah, banyak pembelinya,” imbuhnya.
Penjual Es Oyen dan aneka minuman, Vera juga melakukan hal serupa dengan Trisniyati.
Dirinya juga merupakan pedagang di Pantai Baru, namun karena penutupan pantai
akibat Covid-19, dia mencari tempat baru di los semi permanen di JLLS dekat
Pantai Goa Cemara.
Sepanjang JJLS memang masih menjadi tempat favorit para pengunjung
terutama di Ahad pagi. Selain udaranya masih bersih, lokasinya luas sehingga
cocok untuk jogging, gowes, maupun sekedar bercengkrama bersama keluarga.
Namun yang penting diingat, selama corona masih ada, pengunjung
harus selalu memakai masker, menjaga jarak,
Thursday, June 18, 2020
PPDB Gelombang 2
INFORMASI PPDB ONLINE GEL. 2
MTs N 6 KULON PROGO TAHUN 2020/2021
Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021 Gel. 2
Menerima kuota 53 siswa
Pendaftaran dari rumah dengan ponselmu
Klik saja Link ini : https://forms.gle/uvhhouHoeC17D5My7
Pendaftaran : 23 Juni 2020 ( pukul 07.00 WIB ) s.d. 1 Juli 2020 (pukul 23.00 WIB )
Pengumuman : 2 Juli 2020 ( pukul 15.00 WIB )
JURNAL dan PENGUMUMAN Dapat dilihat di Website : http://mtsn6kulonprogo.sch.id
Kontak person yang bisa dihubungi kalo kurang jelas dan bisa tanya-tanya :
Sutanto (085228159077)
Sri Pujiastuti (089504957239)
Ani Romadhoni (085868202883)
Informasi tambahan :
Yang harus dipersiapkan utk mengisi data forms Online :
1. Nilai Raport ( kls 4 ( sem1,2), kls 5 ( sem 1,2 ) dan kls 6 ( sem 1 )
2. Akta Kelahiran
3. Kartu Keluarga
4. KTP
5. NISN
MTs N 6 KULON PROGO TAHUN 2020/2021
Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021 Gel. 2
Menerima kuota 53 siswa
Pendaftaran dari rumah dengan ponselmu
Klik saja Link ini : https://forms.gle/uvhhouHoeC17D5My7
Pendaftaran : 23 Juni 2020 ( pukul 07.00 WIB ) s.d. 1 Juli 2020 (pukul 23.00 WIB )
Pengumuman : 2 Juli 2020 ( pukul 15.00 WIB )
JURNAL dan PENGUMUMAN Dapat dilihat di Website : http://mtsn6kulonprogo.sch.id
Kontak person yang bisa dihubungi kalo kurang jelas dan bisa tanya-tanya :
Sutanto (085228159077)
Sri Pujiastuti (089504957239)
Ani Romadhoni (085868202883)
Informasi tambahan :
Yang harus dipersiapkan utk mengisi data forms Online :
1. Nilai Raport ( kls 4 ( sem1,2), kls 5 ( sem 1,2 ) dan kls 6 ( sem 1 )
2. Akta Kelahiran
3. Kartu Keluarga
4. KTP
5. NISN
Sunday, June 14, 2020
Monday, June 1, 2020
Melalui KYM, Terbitkan Buku Cerita Yang Keren
Sutanto mengaku puas, karena sudah lama dirinya memiliki
keinginan menulis buku dan bisa diterbitkan, namun belum pernah tercapai.
Barulah setelah bergabung di KYM dia bisa mewujudkan mimpinya menghasilkan buku
cerita solo. “Pokoknya, dengan ikut KYM bisa menerbitkan buku cernak yang
keren,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Dalam buku solo perdananya tersebut, guru yang gemar main
Catur ini menuliskan 10 cerita yang mengandung nilai pendidikan, dengan judul :
Anggrek Vanda Untuk Bunda, Buah Kejujuran, Sajadah dari Kakek, Peluit Kak Pandu,
Ayahku Seorang Dalang, Pak Dokter Membuatku Tidak Minder, Jembatan Goyang, Ayam
Nenek Jadi TV, Pisang Goreng Bebas Corona dan Sampah Jadi Berkah.
Latar belakang tokoh cerita semuanya anak usia Sekolah
Dasar, karena sasaran pembaca yang akan dibidik adalah unak seumuran itu. Tema
ceritanya bervariasi tentang bunga Anggrek, situasi pembelajaran di sekolah,
pramuka, budaya tradisional, covid-19, kebersihan.
Menurutnya tema tersebut diambil untuk mempermudah
dirinya dalam berimajinasi. “Saat ini istri saya lagi senang menanam bunga
anggrek vanda, lalu saya buat saja sebagai ide cerita. Kan nggak susah
membayangkannya, sebab hal itu benar-benar dialami,” terangnya. Tema pramuka
dan catur juga dipakai sebagai tema cerita, dengan pertimbangan bahwa kedua hal
tersebut sudah dilakoninya selama puluhan tahun, tentunya akan mempermudah
dalam mengembangkan ide menjadi sebuah cerita dan seakan-akan menjadi kisah
nyata.
Founder KYM Vitriya Mardiyati menambahkan, komunitasnya
memfasilitasi anggotanya mulai dari proses penulisan, editing, pembuatan cover,
pembuatan ISBN sampai dicetak. Tahapan tersebut memerlukan waktu minimal dua
bulan. Dua minggu proses pembuatan naskah dan editing, pembuatan cover sekitar
6 hari, pengajuan ISBN sekitar 10 hari. Dan proses cetak bisa sampai sebulan
menyesuaikan pihak penerbit.
“Insyaallah
buku cerita anak yang dibuat oleh lebih dari 100 penulis Juli awal siap
dibagi.”
Penulis ratusan buku ini menjamin bahwa buku yang terbit
di KYM terjamin kualitasnya. “Naskah yang akan dicetak telah melewati banyak
perjuangan, sebab naskah mesti dibaca berulang-ulang oleh penulis, melewati
proses edit yang ketat, saya cek secara keseluruhan apakah ada unsur ujaran kebencian
atau tidak, dan pihak penerbitpun ikut membaca,” tandas Vitriya.
Sutanto menngungkapkan, selain
dirinya beberapa anggota KYM lainnya juga telah siap menanti proses buku
karyanya. Guru SMKN 1 Sanden, Farida Nur R membuat 6 cerita, memilih judul “Telur Asin Fitroh” yang bercerita tentang
anak yg jenuh lama dirumah akhirnya punya inisiatif membuat telur asin. Kepala
Sekolah SD N Sariharjo Ngaglik Juriyah,S.Pd, membuat judul bukunya “Kado Istimewa Untuk Ibu” yang isinya tentang
usaha seorang anak bernama Ulfa untuk mewujudkan impian ibunya membeli mukena
sebelum wabah covid-29. Setelah covid-19 keinginan itu tdk dpt terwujud. Dengan
uang tabungan Ulfah untuk membuatkan kue ulang tahun dan membeli mukena
bordir.ibunya saat menerima semuanya bahagia dengan berlinang air mata haru.
Guru MIN 1 Klaten Sri Muriningsih memberi judul bukunya “Berkah Stay At Home”
yang berisi kisah kerinduan anak-anak sekolah untuk bisa sekolah lagi karena
sudah hampir 2 bulan lamanya Stay At Home untuk pencegahan Corona.
Untuk membuat cerita yang unik dan
menarik ternyata tidak mudah. Seperti yang dirasakan oleh Guru SDN Samirono Sri
Lestari yang menulis kisah “Kejutan Manis untuk Chikal.” Dirinya harus
menyendiri di kamar untuk mendaptkan ide yg cemerlang. Hal ini disebabkan
karena ia masih harus mengasuh 2 anaknya. “,Alhamdulillah, meski sambil momong
anak dberi kelancaran setiap harinya bisa menulis satu cerita.Dan sampai deadline
bisa selesai”
Meskipun buku masih dalam proses dan siap dibagi Juli mendatang, namun para penulis sudah mulai mempromosikan melalui berbagai media. “Saya sudah menawarkan kepada beberapa teman terutama yang mengajar di sekolah Dasar. Alhamdulillah tanggapannya bagus. Pokoknya semangat nulis terus,” pungkas Sutanto.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Buku Solo ke-23 Segera Terbit
Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian Bunda Literasi Ba...
-
Semua mata tertuju di tengah ruangan, saat Guru SMAN 8 Yogyakarta, Slamet Nugroho bercerita tentang tikus yang cerdik, disusul Guru MTsN 3...










