Saturday, December 26, 2020

Workshop Fabel di KYM, “Peserta Mesti Kuasai 4 Hal”

 

Untuk dapat membuat fabel (cerita binatang) ada empat hal yang mesti dikuasai, yakni : tema, judul, tokoh dan karakter serta konflik. Tema dibuat sederhana saja tak usah terlalu rumit. Yang penting sesuai dengan perkembangan jiwa anak-anak. Judul diusahakan agar menimbulkan rasa penasaran sehingga membuat pembaca tertarik. Tokoh dibuat imajinatif dengan nama orang, memiliki sifat seperti manusia namun tetap dengan karakter binatang agar pembaca tidak merasa digurui dan larut dalam cerita tersebut. Sedangkan konflik adalah permasalahan, usahakan konfliknya sederhana saja. Konflik dibuat sederhana namun penyelesaiannya yang memikat dan sulit ditebak. Dalam membuat konflik, penulis harus berpikir secara liar. Karena pola pikir yang apa adanya membuat pembaca bosan dan pasti tidak tertarik untuk membaca cerita lainnya. Dan jangan membuat konflik yang nanti menakut-nakuti anak.

Hal tersebut dikemukakan founder Komunitas Yuk Menulis (KYM) sekaligus narasumber, Vitriya Mardiyati dalam Workshop Fabel yang digelar secara daring, Senin (21/12/2011). Workshop yang berlangsung mulai Sabtu malam (19/12/2012) diikuti 188 peserta dari seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai latarbelakang profesi.

“Workshop yang dilaksanakan di KYM polanya 20% teori dan 80% praktik. Di akhir workshop harus ada karya yang dihasilkan minimal membuat antologi. Namun menurut pengalaman terdahulu 90% peserta bisa menghasilkan karya solo , “ imbuh Vitriya.

           


Narasumber kedua Sri Mey Ekowati, Guru SD Muh.2 Kauman Surakarta yang juga penulis buku, cerita anak, fabel, artikel, editor. Menurutnya untuk menulis fabel harus mengetahui kehidupan binatang yang akan kita tulis sebagai tokoh (tingkahnya, makanannya, berkembangbiaknya,dll.

Untuk bisa menulis diawali dengan ide. Cara mendapatkan ide : dengan membaca buku/majalah/koran, mengamati binatang di sekitar kita, melihat tayangan televisi, film dokumenter binatang, dll. “Semakin menarik dan unik ide maka semakin keren cerita yang kita tulis,” tandasnya.


Beberapa peserta merasakan serunya mengikuti worokshop ini. Wiwik Andriani, S.Pd Guru SD Kabupaten Jombang merasa senang, karena mendapatkan pengalaman baru cara membuat cerita fabel, bertemu narasumber yang kece, dan teman-teman yang luar biasa semangatnya. Wiwik punya target dapat membuat buku solo.


Fitri Novianti, Guru  dari Palembang merasa senang dan asyik,   karena di saat orang-orang liburan ketempat-tempat yang indah, justru memilih libur Bersama KYM untuk belajar menulis fable dengan sangat mudah. Target yang ingin dicapai setelah ikut workshop paling tidak bias menulis satu buku solo, dan  ilmunya dapat ditularkan para siswa.


Guru Majalengka Jabar Iit Sutimah merasakan serunya ikut workshop fabel karena sangat  narasumbernya membimbing dengan sabar dan memberi tugas yang menantang!

Target yang ingin dicapai setelah ikut workshop : ingin membuat buku solo Fabel.


Giyoto, M. Pd Guru SDN Lempuyangwangi Yogyakarta merasa sangat tertantang untuk meningkatkan kompetensi diri. “Instrukturnya hebat dan merakyat, gundah gulana ku terobati,” ujarnya.



Sedangkan Guru MTsN 6 Kulon Progo, Drs. Sutanto ikut workshop ini karena ketagihan menulis. Terlebih setelah berhasil menerbitkan 3 buku solo, rasanya ingin terus dan terus menulis. “ Di awal tahun 2021 ingin menambah 2 karya buku solo yaitu kumpulan 333 pantun dan cerita fabel,” pungkasnya. (tan)

Tuesday, December 22, 2020

Anggrek Vanda untuk Bunda dan Pahlawan Ketapel Hiasi BBY dan Perpusda Bantul

 


Buku kumpulan cerita anak “Pahlawan Ketapel” karya guru MTsN 6 Kulon Progo Drs. Sutanto menghiasi perpustakaan Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) dan Dinas Perpustakaan-Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul, Selasa (22/12/2020). Di BBY buku diterima oleh Parminah selaku petugas Perpustakaan, sedangkan di Dispusip diterima oleh Kepala Dinas Drs. Eddy Susanto.

Kedua buku tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul

“Atas nama Dispusid Bantul, saya menyampaikan terimakasih atas kepeduliannya membantu karya buku yang luarbiasa, kreatif dan penuh inovasi. Saya mengharap dua buku ini bisa dibaca untuk anak-anak sehingga bisa merubah karakter mereka secara bertahap. Karena buku ini bahasanya sederhana dan mengandung karakter baik."

Demikian dikatakan Kepala Dispusip Bantul saat menerima dua buku cernak dari Sutanto di ruang kerjanya. Eddy menaruh kekaguman bahwa di saat pandemi covid-19, Sutanto yang merupakan warga Celep Srigading Sanden Bantul dapat memanfaatkan waktu dan menghasilkan karya dua buah buku cerita anak.

           


Sutanto menambahkan kedua buku tersebut merupakan hasil karya pertama dan ketiga semenjak bergabung dengan Komunitas Yuk Menulis (KYM) pimpinan Vitriya Mardiyati yang berpusat di Klaten dengan ribuan anggota se Indonesia, Maret 2020 lalu.

Sampai saat ini sudah ada 3 buku yang diterbitkan yaitu Anggrek Vanda untuk Bunda, Nada-nada Cinta dan Pahlawan Ketapel

Buku pertama berisi 10 cerita yaitu : Anggrek Vanda untuk Bunda, Buah Kejujuran, Sajadah dari Kakek, Peluit Kak Pandu, Ayahku Seorang Dalang, Pak Dokter Membuatku Tidak Minder, Jembatan Goyang, Ayam Nenek Jadi TV, Pisang Goreng Bebas Corona dan Sampah Jadi Berkah. Sedangkan buku ketiga berisi 15 cerita yaitu : Pahlawan Ketapel, Anak Udik, Layang-layang, Anak Pantai, Jaka Tingkir Milenial, Kuda Kepang, Asyiknya Berkemah, Kurban Kambing, Indahnya Berbagi, Anak Pencari Pasir, Bunga dari Limbah, Masker, Gegara Sampah Tampil di TV, Si Kembar, dan Pengalaman Berharga.

“Selain di Perpusda Bantul, saya juga menyerahkan buku ini ke Perpusda Kulon Progo dan Balai Bahasa Yogyakarta. Dengan harapan makin banyak anak-anak yang bisa menikmati bacaan sesuai dengan usia mereka, tentunya mengandung pendidikan karakter,” pungkas Sutanto

Monday, December 14, 2020

Guru MTsN 6 Kulon Progo Sedekah Buku

 


          Dalam upaya turut serta menggerakkan literasi, delapan guru MTsN 6 Kulon Progo : Dra. Siti Mahmudati, MA, Marwati,S.Pd, Ani Romadhoni, S.Pd, Nursinah, S.Pd, Tuti Wahyuni, S.Pd, Supiyati, S.Pd, Miftakhul Munir, S.Ag, Drs. Sutanto melakukan sedekah buku di Dinas Perpustkaan dan Arsip Kabupaten Kulon Progo, diterima langsung oleh Kepala Dinas Drs. R. Agus Santosa,MA didampingi Kepala Bidang Perpustakaan Siti Nurhayati, SIP di di aula setempat, Senin (14/12/2020).



Salahsatu guru yang turut dalam rombongan, Sutanto menjelaskan, 15 buku yang diserahkan adalah buku solo berjudul : Kerinduan dan Kenangan (karya Nursinah), Pahlawan Ketapel (karya Sutanto),
Mind Map untuk Pembelajaran Menulis Teks Bahasa Inggris (karya Marwati), Catatan Mama (Ani Romadhoni) dan sisanya beberapa buku antologi.

“Selama pandemi ini, beberapa guru telah membuat buku solo maupun antologi diantaranya : Siti Mahmudati,MA (1 solo, 12 antologi), Drs. Sutanto (3  solo,18 antologi), Ani Romadhoni, S.Pd (1 solo, 13 antologi), Marwati,S.Pd (2 solo, 3 antologi), Nursinah,S.Pd (1 solo, 11 antologi), Tuti Wahyuni, S.Pd ( 4 antologi). Kolaborasi dengan siswa  telah terbit buku kumpulan puisi Menguntai Kata Menebar Asa melalui Komunitas Yuk Menulis (KYM) pimpinan Vitriya Mardiyati,” terang Sutanto.


            Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kulon Progo Agus Santosa menyambut hangat kehadiran para guru di kantornya. “Program sedekah buku yang dilakukan sangat bagus karena itu wujud nyata gerakan literasi. Apa yang dilakukan guru MTsN 6 ini patut dicontoh sekolah/ madrasah lain dan dapat menambah koleksi buku di perpusda. Saya berharap guru di Kulon Progo dapat menambah konten lokal,” imbuhnya.

Agus meminta kepada guru yang hadir, untuk turut berpartisipasi dalam aplikasi iKulonprogo. Aplikasi ini merupakan perpustakaan digital yang diluncurkan untuk melengkapi fasilitas yang sudah ada.

Selain melakukan sedekah buku, rombongan juga berkonsultasi terkait hal-hal yang terkait akreditasi perpustakaan. Untuk akreditasi, Kabid Perpustakaan Siti Nurhayati yang penting madrasah mempelajari dulu borang standar nasional perpustakaan. Ruang lingkupnya meliputi standar koleksi, sarana prasarana, layanan, tenaga, penyelenggaraan, pengelolaan, pengorganisasian bahan perpustakaan, anggaran, perawatan, kerjasama dan integrasi dengan kurikulum.


“Sebaiknya madrasah membentuk tim sesuai komponen yang ada dalam ketentuan tersebut, mempelajari, melakukan evaluasi diri terhadap potensi yang ada. Barulah setelah itu melakukan studi banding ke sekolah/ madrasah yang telah akreditasi,” pungkas Siti. (tan)

Wednesday, December 9, 2020

PKKM MTsN 6 Kulon Progo


Pengawas Madrasah Kemenag Kulon Progo, Kalimah, S.Ag,MA  mengharapkan MTsN 6 Kulon Progo terus melakukan upaya peningkatan prestasi akademik siswa melalui pembimbingan yg intensif, meningkatkan motivasi berkompetisi bagi pendidik dan tenaga kependidikan melalui pembiasaan meneliti bagi Kepala Madrasah dan guru.
Sementara Barokatussolihah.S.Ag M.SI mengapresiasi tim yang solid menyiapkan semua perangkat sebagai pendukung dan mengharapkan adanya peningkatan kinerja dari semua komponen yang ada di madrasah.

 



Hal tersebut disampaikan keduanya saat melakukan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di aula madrasah yang memiliki visi Cantik Berwawasan Lingkungan, Klampok, Brosot, Galur, Selasa (8/12/2020).

Menurut Barokatussolihah, tujuan dilakukannya PKKM untuk menilai kinerja
  Kepala Madrasah selama menduduki jabatan tersebut. “Kegiatan ini merupakan amanah regulasi yang sudah terkoordinir dari pusat. Harapannya, dengan adanya penilaian  kinerja tahun ini kinerjanya meningkat dan membantu Evaluasi Diri Madrasah (EDM).” imbuhnya.


Kepala madrasah Imam Syamroni, S.Pd menyambut baik kegiatan tersebut. Meski baru pertama, dirinya siap dengan borang penilaian yang disodorkan. Tentu saja dengan dengan dukungan segenap stakeholder di madrasah.

“Meski yang dinilai adalah Kepala Madrasah, sesungguhnya adalah keseluruhan yang ada di madrasah baik guru, TU, adminintrasi, sarana prasarana,kegiatan,” terangnya. 

Imam mengaku telah berusaha menyiapkan 6 unsur tugas utama yang dinilai mulai dari Kepribadian dan Sosial, Usaha Pengembangan Madrasah, Pelaksanaan Tugas Manajerial, Pengembangan Kewirausahaan, Supervisi kepada Guru dan Tenaga Kependidikan, dan hasil kinerja kepala Madrasah. Imam juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga MTs Negeri 6 Kulon Progo yang telah membantu dan bekerja sama sehingga pelaksanaan PKKM berjalan dengan baik.

" Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Madrasah ini yg telah membantu dan bekerja sama sehingga PKKM berjalan lancar, terutama kepada ka Tu, Waka kurikulum, waka kesiswaan, waka sarpras, waka humas  serta bapak ibu guru serta pegawai di madrasah kita tercinta ini  menjadi seperti sekarang ini, " Pungkasnya.


Setelah penilaian, kedua pengawas memberikan masukan untuk kesempurnaan kegiatan serupa di masa mendatang.

Hal yang membuat kedua pengawas bangga, semangat literasi siswa dan guru MTsN 6 Kulon Progo semakin meningkat. Terbukti madrasah ini telah menerbitkan buku Antologi berjudul “Menguntai kata Menebar Asa” Mei 2020 lalu.



            Selama pandemi ini, beberapa guru bahkan telah membuat buku solo maupun antologi yaitu :             Siti Mahmudati,MA (1 solo, 12 antologi), Drs. Sutanto (3  solo,18 antologi), Ani Romadhoni,                 S.Pd (1 solo, 13 antologi), Marwati,S.Pd (2 solo, 3 antologi), Nursinah,S.Pd (1 solo, 11                         antologi), Tuti Wahyuni, S.Pd ( 4 antologi). 

Sutanto Juara Menulis Macapat se DIY

 


Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo, Drs. Sutanto berhasil meraih Juara I Lomba Menulis Macapat Tingkat Guru SMP/ MTs Se DIY setelah meraih poin tertinggi 520, mengungguli juara II Sugiyarti, M.Pd (SMP Muh.1 Seyegan) poin 518 dan Suprihatin, S.Pd (SMPN 1 Sewon) dengan poin 516 sebagai juara III. Sedangkan juara IV-V diraih Drs. Padi (SMPN 1 Tempel)  poin 514 dan MM. Sri Haryanti, S.S (SMPN 3 Bantul) poin 512. Kelimanya berhak atas trophy tetap dan piagam penghargaan yang diberikan Koordinator Jumat Legen Balai Bahasa, Mulyanto, M. Hum,  di Balai Bahasa Yogyakarta, Rabu siang (18/11/2020).



 Koordinator Pembinaan Bahasa BBY, Ratun Untoro, M. Hum menjelaskan, tahap pertama lomba dilakukan secara daring.  Total ada 83 peserta yang mengirim naskah Mocopat bertema “Pageblug” melalui googleform sampai 5 november.  Setelah itu dipilih 10 naskah terbaik, tahap kedua dilakukan wawancara di Balai Bahasa Yogyakarta, Rabu (18/11/2020) oleh Dewan Yuri yang terdiri Praktisi Mocopat KMT Projo Suwasono, Moegi Santosa dan Guru SMKN 4 Yogyakarta Sinar Indrakrisnawan, S.Pd.

"Materi wawancara meliputi : penjelasan isi cakepan macapat yang dibuat, ide kreatif pembuatan cakepan, dan motivasi mengikuti lomba," terang Ratun.



Projo Suwasono menerangkan, kelebihan Sutanto dibanding peserta lain adalah terpenuhinya 3M (Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga Jarak dan menghindari kerumunan) dalam cakepan Macapat yang dibuatnya.

Ketika ditanya dewan yuri mengapa memilih Pocung dan Gambuh dalam pembuatan naskah lomba, hal itu disebabkan karena mengejar target dengan kegiatan lain.

“Terusterang saya hanya memilih tembang yang gatra/ barisnya sedikit. Pocung hanya empat baris, sedangkan Gambuh lima baris. Waktu itu bersamaan pembuatan buku antologi dan kegiatan di madrasah yang padat, sehingga lebih aman memilih dua tembang tersebut. Nantinya dua tembang tersebut juga mudah dibawakan siswa saya di madrasah,” ujar Sutanto.

Guru yang hobi catur tersebut menambahkan, motivasinya ikut lomba ada 3 yaitu : melestarikan Bahasa Jawa, turut mengobarkan semangat literasi, meneguhkan eksistensi madrasah. Saat ini banyak guru yang tidak percaya diri ketika berbahasa Jawa baik saat berada di lingkungan rumah maupun sekolah/ madrasah. Dengan ikut lomba dirinya berharap semakin banyak yang mencintai bahasa peninggalan leluhur.

Dirinya juga bersemangat ikut lomba karena dalam brosur dijanjikan bahwa semua naskah yang masuk akan dibukukan. Padahal antologi macapat dia belum pernah membuat.

Masih adanya masyarakat atau lembaga yang kurang familiar dengan madrasah, mendorongnya ikut even ini. Dirinya berharap dengan keikutsertaan dalam even ini madrasah semakin dikenal luas.


Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...