Sunday, November 19, 2023

Buku Solo ke-23 Segera Terbit

         


  Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian Bunda Literasi Bantul, Hj. Emi Masruroh, S.Pd  sehingga dengan senang hati memberi pengantabuku tersebut.

“Buku karya pak Tanto ini layak dibaca oleh para pelajar untuk membentuk karakter anak di antaranya percaya diri, sportivitas, suka membantu atau menolong sesama, sabar, dan tawakal. Ketika pembaca memulai bacaannya, fantasi tentang suasana perdesaan di wilayah Bantul menjadi ciri khasnya. Walau tak digambarkan secara konkrit, namun ada beberapa peristiwa yang memang pernah dialami oleh anak-anak di wilayah yang disebutkan” tutur Emi Masruroh di Rumah Dinas Bupati Bantul, Minggu (19/11/2023).

Menurut Emi, pembaca akan semakin tertarik untuk meneruskan bacaannya ketika kisah yang ditulis dalam buku tersebut pernah dialami atau melihat temannya mengalami hal yang sama. Dari situ, pembaca akan mendapatkan pemahaman tentang bagaimana membangun komitmen dan sportivitas, termasuk kejujuran. Walau tak mudah untuk dilakukan, setidaknya kisah-kisah di buku ini memberikan gambaran kepada pembaca terutama anak-anak untuk berperilaku yang baik ketika melakukan kesalahan maupun dizalimi oleh orang lain.

Sutanto menjelaskan, buku solonya yang ke-23 ini berisi 14 cerita anak sarat dengan pelajaran hidup. Kisah-kisah yang disajikan mengalir, dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami anak-anak. Cerita yang diangkat tentang fenomena di masyarakat, diramu menjadi cerita menarik agar pesan yang ingin disampaikan sampai kepada pembaca.

Dewi Pembatik Kecil Giriloyo dijadikan judul, dengan tujuan ingin mengenalkantradisi adiluhung peninggalan nenek moyang berupa batik. Tokoh Dewi digambarkan sebagai sosok anak di jaman milenial namun tetap mau menggeluti dan melestarikan batik.

            “Sampai dengan buku ke-23 ini, saya tetap bahagia berkarya melalui Komunitas Yuk Menulis pimpinan Mbak Vitriya Mardiyati. Target saya di waktu selanjutnya tetap bisa istiqomah menghasilkan tulisan yang bermanfaat. Impian berikutnya membuat buku kumpulan lagu untuk mendokumentasikan lagu ciptaan saya,” ujarnya penuh harap.

Guru yang hobi catur itu menambahkan, Cerita lain yang tak kalah menarik adalah cerita Abimanyu, mengupas tentang Seni Tarian Kuda Kepang. Dalam cerita ini, tokohnya menggunakan nama wayang (Abimanyu, Wisanggeni, Aswatama) dengan tujuan pembaca mengenal tokoh wayang. terkait sportivitas khususnya dalam olahraga catur, dikemas dalam cerita  Musibah Bukan Akhir Segalanya. Naufal yang sebelumnya menekuni silat, mengalami kecelakaan tertabrak motor sehingga beralih haluan menekuni oalah raga catur sampai berhasil juara kabupaten. Rasa sayang kepada hewan kesayangan, dibuat kisah menarik melalui cerita Warisan Nenek. Dalam cerita Indahnya Persahabatan juga berkisah tentang rasa sayang Hikam kepada ayamnya, akibat tertabrak sepeda dan mengakibatkan terluka bisa membuat Hikam marah kepada sahabat karibnya. Isu sampah khususnya botol plastik juga dibuat cerita yang cukup menyentuh, dalam kisah Botol untuk Sekongkol dan beberapa kisah lain yang tak kalah menarik. Seperti Wisanggeni, Mi Ayam JW, Misteri Wayang Semar, Cibubur, Memori Takkan Luntur, Orangtua Kedua, Penggurit Cilik dan Melati.

 

 

Friday, September 8, 2023

Menulis di KYM, Bahagia dan Berhadiah


Untuk dapat konsisten menulis dibutuhkan ruang berkarya dan sahabat yang seirama. Itulah yang dilakukan Komunitas Yuk Menulis (KYM) pimpinan Vitriya Mardiyati yang memiliki 14 ribu anggota yang tersebar se antero Indonesia.

Selain menggandeng tokoh nasional, berdonasi, komunitas ini juga menggandeng sponsor.

            Dalam even menulis dengan tema “Pergi” yang terbatas hanya untuk 50 penulis, KYM memberikan hadiah kipas angin.

               “Tantangan untuk menulis apalagi dibukukan memang selalu menarik. Apalagi ada sponsor yang memberi hadiah. Jadi di KYM bisa bahagia karena menulis dan sekaligus mendapatkan hadiah menarik,” tutur Vitriya di Klaten, Jumat (8/9/2023).


Tak ketinggalan Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto mengikuti even spesial ini. Berbekal pengalamannya menjadi angota KYM sejak Maret 2020, dirinya mencoba selalu update even yang diselenggarakan komunitas tersebut. Sutanto membuat puisi “Masih Ada Rindu”.

            “Puisi yang saya tulis tentang kepergian saya dari tempat kerja lama ke tempat kerja baru. Bukan karena permintaan namun hanya menjalankan perintah. Sebenarnya di tempat lama tak sampai dua tahun. namun ada kesan mendalam dan rindu yang tak pernah sirna,” ungkap Sutanto.


            Siti Nurul Atiqoh ,  Guru Al Qur'an Hadits MA Al-Fatah komplek UIN Raden Fatah Palembang membuat puisi berjudul Jejak Sepi. Siti mengaku ikut even tersebut untuk mengembangkan kreativitas dan memupuk semangat untuk terus belajar berliterasi

            Guru SMPN 1 Kramat, Kab. Tegal, Indri Febriana, M.Pd membuat puisi yang diberinya judul Jalan yang Terpilih. Puisinya berisi isi hatinya akan jalan pergi yang ia pilih saat memilih untuk mutasi tempat kerja. Bahwa begitu banyak pengalaman yg telah didapat. Dan kesedihan penulis untuk meninggalkan tempat lama.

Indri ikut even pergi karena ingin mencoba menulis kembali setelah vakum cukup lama.

            Eti Kustiati, S. Pd., M.Pd menulis puisi yang diberi judul Enyahlan. Guru SMKN 2 Godean Sleman ini mengaku, ikut menulis karena bisa untuk mengungkapkan emosi jiwa yang meledak dengan menggunakan kata halus dan kiasan. Serta membuat hati adem, nyaman dan lega tanpa perlu dengan kata-kata kasar


            Sementara itu, Hj Sri Suprapti, SPd, mantan pendidik yang beralamat di Panggeran 9, RT 002 / RW 034, Triharjo, Sleman, membuat puisi berjudul Senyum yang Pergi. Alasan ikut even pergi agar memberikan motivasi kepada anak cucu bunda gemar menulis, menjadi pribadi yang berbakti orang tua,  Senyum yang pergi selalu terkenang selamanya.

            “Isi puisi saya tentang kerinduan akan kasih sayang Ibu yang selalu menguatkan perjuangan untuk mendidik putra putriku menjadi orang orang yang taat kepada orang tuanya. Senyuman Ibu menjadi awal kebahagiaan meraih masa depan anak anakku.Walau Ibu sudah pergi dipanggil Alloh namun senyumnya tetap kembali,” terangnya.

            Guru yang beralamat di  Cibeureum, Talaga, Majalengka, Jabar, Shinta Fauziah Romdhoni membuat puisi berjudul Jika Aku Pergi. Bercerita tentang kegelisahan serta ketakutan seseorang jika harus pergi terlebih dahulu meninggalkan keluarga dan dan alam semesta, meskipun dia yakin tanpa kehadirannyap pun semua akan baik baik saja. Shinta mengaku ikut even pergi untuk mengasah kemampuan literasi

            Guru SMPN 2 Ngemplak, Harini Catur Utami   M.Pd membuat puisi berjudul Jangan Harap Kembali, Bercerita tentang kepergian seseorang meninggalkan lingkungan hidupnya karena sudah tak ada lagi kecocokan dalam berkata- kata.

            “Saya ikuti even Pergi karen even ini sangat bagus dan menantang kita untuk mengungkapkan memori kita tentang berbagai peristiwa baik sedih maupun gembira,” ujarnya

            Guru yang berdomisili di Keyongan Lor RT 01 Sabdodadi, Bantul, Rachma Erawanti Membuat puisi berjudul Dalam Kerinduan. Ujuannya ikut even untuk mencoba mengasah kemampuan menulis puisi.


Saturday, August 19, 2023

50 Penulis Ditantang Membuat Puisi Tema Pergi

 


Founder KYM, Vitriya Mardiyati

             50 orang penulis ditantang untuk membuat puisi dengan tema PERGI. Tantangan diberikan oleh Founder Komunitas Yuk Menulis (KYM) Vitriya Mardiyati. Untuk tantangan kali ini pihaknya memberikan bonus kipas angin bagi peserta.

        “Even memang hanya diperuntukkan bagi 50 penulis. Tak sampai sehari kuota sudah terpenuhi. Dan selanjutnya peserta hanya kami batasi seminggu untuk mengirim karya terbaiknya. Sampai siang ini  sudah 22 karya yang masuk,” terang Vitriya, di Klaten (20/8/2023)
            Menulis apalagi dicetak menjadi buku memang selalu menarik. Sebab nantinya jejak tulisan itu akan bisa dibaca banyak orang. Maka para anggota KYM yang jumlahnya ribuan berebut memanfaatkan kesempatan emas ini.
Beberapa yang sudah berhasil masuk dalam 50 penulis terpilih,juga sudah mengirimkan karyanya  adalah nama-nama berikut.   


        .

            Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto tak ketinggalan mengikuti even menarik ini. Berbekal pengalamannya menjadi angota KYM sejak Maret 2020 lalu, ia mencoba selalu update even yang penuh tantangan. Untuk even kali ini, dirinya membuat puisi berjudul Masih Ada Rindu.

            “Puisi tersebut adalah cerita tentang kepergian saya dari tempat mengajar lama ke tempat kerja baru. Bukan karena permintaan namun hanya menjalani perintah saja. Meski di tempat lama hanya sebentar namun ada kesan mendalam dan kerinduan yang tak pernah hilang,” ungkap Sutanto.

            Guru dari Banyuasin, Gunawan menulis puisi berjudul Demi Masa Depan. Puisi tersebut isinya mencari kehidupan untuk masa depan dengan cara merantau. Karena ehidupan di tanah kelahiran tidak menjanjikan.

            Sementara Shinta Fauziah Romdhoni yang merupakan Guru SD Cibereum I, Talaga, Majalalengka, membuat puisi Jika Aku Pergi, isinya tentang kegelisahan serta ketakutan seseorang jika harus pergi terlebih dahulu meninggalkan keluarga dan dan alam semesta, meskipun dia yakin semua akan baik baik saja.


            Sedangkan Guru SMP IT Abu Bakar Yogyakarta, Esti Utami, S. Pd, menorehkan udul  Mencarimu Kembali untuk puisinya. Isinya tentang Berdamai dengan rasa rindu yang tak sudah-sudah pada ibu. Ibu, selalu jadi tempat terhangat untuk pulang.                         

            Rachma Erawanti,  Guru SMAN 1 Imogiri, Bantul tak ketinggalan ikut even spesial ini dengan membuat puisi berjudul Dalam Kerinduan. Isinya tentang keresahan hatinya karena bayang-bayang yang selalu hadir dan membuat dirinya semakin merindukan, Namun apa daya bayang itu harus pergi.

            Atvi Lutviani, S.Pd. AUD yang berprofesi sebagai Guru TK, membua puisi berjudul Aku Pergi.

            “Puisi ini bercerita tentang kepergianku untuk mencari kebaikan diri, meski sudah bekerja di tempat sebelumnya selama puluhan tahun. Namun demi kebaikan memutuskan untuk pergi,” kenangnya

Monday, July 3, 2023

Rindu Masakan Ibu, 26 Penulis Terbitkan MANCI

             Setiap pribadi mesti memiliki pengalaman mengesankan saat dibuatkan masakan oleh ibunda tercinta. Dari kerinduan terhadap masakan ibu tersebut 26 penulis yang tergabung dalam Komunitas Yuk Menulis (KYM) pimpinan Vitriya Mardiyati menerbitkan antologi cerita pendek yang diberi titel MANCI yang merupakan akronim Masakan penuh Cinta dari Ibu dengan PJ Anastia Yuniarti Wadhas Wulan.

            Menurut Vitriya, 26 penulis adalah mereka yang telah terseleksi dari puluhan tulisan lainnya. Dan itupun tidak serta merta semua diterima namun ada beberapa yang mesti melakukan revisi sebagai upaya menjaga kualitas karya.

            “Masakan sama bahannya, cara memasaknya, bahkan ukuran bumbunya. Tetapi masakan ibu ternyata paling disuka karena ada cinta di sana. Semoga buku ini menjadi persembahan bagi para ibu atas perjuangan mereka menyiapkan masakan bagi seluruh anggota keluarganya tanpa kenal lelah,” terang Vitriya.

            


Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto menceritakan tentang masakan spesial dari ibunya saat masih duduk di SD Wuluhadeg 2 Sanden, yaitu Sambel Gepeng yang biasanya digunakan dalam upacara wiwitan. Sambal yang rasanya gurih pedas dan membuat nafsu makan meningkat berbahan kacang Tholo, Bawang, Kencur daun Jeruk Purut, Gereh dan Garam. Saat kecil dirinya bersama keluarga tak pernah jajan, hanya mengandalkan masakan ibunya. Selain sambal yang khas tersebut ibunya juga sekali waktu melengkapi menu masakan dengan sayur kedelai, brongkos atau gude. Tak lupa dilengkapi dengan lauk tempe goreng (tempe garit).

            “Masakan ibu dibuat tak hanya dengan kedua tangan namun juga dengan sentuhan kasih sayang sehingga menimbulkan kelezatan tiada terkira,” ujar Sutanto.

          


  Guru TK Garuda VI/ TK Kartika III -37 Kodim 0732 Sleman, Ngatinah membuat judul “Gula-gula Semut dari Ibu” yang menceritakan tentang Nana yang rajin membantu ibunya mengumpulkan daun kering untuk bahan bakar memasak nira yang di buat menjadi gula Jawa. Ia berharap mendapatkan imbalan dari kerak panci tempat masak nira/gula Jawa yang namanya Kereng Kereng yang di campur kelapa parut di buat bola-bola ini namanya Gula semut.

           


Saerozi, Guru SMK Negeri 1 Juwangi yang beralamat di Dukuh Lekok RT 2 RT 3  Penawangan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, membuat cerita Sayur Boros Idolaku. Isi ringkasnya kenangan terindah saat SD maupun SMP. Setiap selesai bermain setelah pulang sekolah, diberi menu Sayur Boros (Jangan Boros istilah jawanya) yang di janjikan sebelum berangkat sekolah. Komposisinya sama dengan sayur lodeh, tersusun dari bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, daun salam, kunci,  pete dan santan serta ada sentuhan sedikit ikan peda. Menurut ibuku, disebut Jangan Boros, falsafahnya tersembunyi dari komposisi sajian menu masakan tersebut. Dinamakan boros karena memang boros dalam segala hal. Boros waktu, boros tenaga, boros harganya, boros bumbunya, dan pastinya boros menikmatinya. Intinya aku diingatkan hidup itu jangan suka boros. Baik itu boros waktu, uang, atau boros dalam segala hal.

           


Guru SMPN 2 Ngemplak yang beralamat di Macanan Bimomartani Sleman, Dra. Harini Catur Utami, M.Pd menceritakan tentang nikmatnya berbagi. Keluarganya merupakan keluarga besar yakni 7 bersaudara yang biasa berbagi dalam menikmati masakan Sang Ibu. Apalagi saat bulan Ramadan, mereka menikmati kebersamaan buka bersama dan sahur.

            “Masih kuingat dengan jelas, tujuh piring selalu berjajar rapi dan segera terisi oleh nasi serta lauknya. Kami tinggal ambil sayur secukupnya. Kadang adikku minta diambilkan sayur karena ingin disuapi. Saat seperti itu selalu menjadi kenangan indah yang selalu menjadi bahan cerita menarik bagi anak cucu kami,” kenang Harini.

             Guru TK Marsudirini Solo, Oktaviana Sri Rejeki, S.Kom, S.Pd yang akrab dipanggil Bunda Vivin menceritakan tentang anaknya yang memiliki rasa rindu pada masakannya sebagai sosok ibu, setelah berpisah cukup lama darinya. Anaknya yang merupakan atlet Selam andalan Jawa Tengah selalu kangen dengan Kari Ayam buatannya.

            “Dari mengikuti PON XX di Papua, begitu pulang anaknya langsung menghambur ke dapur mencari Kari Ayam kesukaannya dan lauk Mendoan. Itu makanan kesukaannya sejak kecil,” ujar Vivin.

            Dari kisahnya Vivin berpesan agar kita jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada ibu atas masakan yg dibuatnya. Hal ini sederhana, tapi sangat berarti bagi Ibu.

 

Tuesday, May 16, 2023

Guru MTsN 3 Bantul Berkesempatan Kunjungi Museum Sri Sultan HB IX

 



            Dalam rangkaian Hari Bapak Pramuka Kwarda DIY, Guru MTsN 3 Bantul, Drs. Sutanto berkesempatan  mengunjungi Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX di Kompleks Kraton Yogyakarta, Rabu (12/4/2023).

            Sutanto hadir dalam kegiatan kunjungan tersebut mewakili Kwarcab Bantul selaku andalan  bersama Elfa Dwi A dan Dhyani Padma Tantri dari Dewan Kerja Cabang (DKC) Bantul. Nampak hadir dalam kegiatan tersebut Wakabid Organisasi,Manajemen dan Hukum, Drs. Edy Heri Suasana, M.Pd,  Sekretaris I, drh. Sri Budoyo, Andalan Daerah Humas dan Informasi, Andri, STP, serta perwakilan Kwarcab se DIY.

            Tuty Retno Widati selaku pemandu menjelaskan, museum  terletak di dalam kompleks Keraton Yogyakarta, berukuran kecil dan dibangun pada tahun 1990. Latar belakang dari pembangunan museum tersebut adalah bentuk penghormatan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang mangkat dari jabatannya pada tahun 1988.

            “Tujuan didirikannya museum ini adalah sebagai media memorial kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Selain itu, museum ini juga digunakan sebagai media pengenalan dan pendidikan terkait dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dari aktivitas yang dilakukan serta keterlibatannya dalam politik dan aktivitas lain,” terang Tuty.

            Pengunjung melalui Bangsal Srimanganti sebelum memasuki museum yang dijaga patung raksasa kembar Cingkarabala dan Balaupata yang dimaknai sebagai tulak bala (menghalau bahaya) agar tidak mengganggu atau mencelakai penghuni bangunan.

            Beberapa koleksi berupa foto kegiatan Sri Sultan ketika aktif di kegiatan Pramuka, Foto dan dokumen Sri Sultan ketika bersekolah dan mengenyam pendidikan di Barat, Berbagai dokumen yang berkaitan dengan keterlibatan Sri Sultan dalam politik Indonesia, Peralatan, mainan dan berbagai benda antik yang berkaitan atau pernah digunakan oleh Sri Sultan. Ada juga maklumat penggabungan wilayah Yogyakarta dengan Indonesia. Dengan adanya maklumat tersebut, Yogyakarta menjadi wilayah resmi negara Indonesia dan menjadi provinsi istimewa.

            Beberapa peralatan dapur keraton dan peralatan penting dalam pengangkatan Sri Sultan, dapat kita temui seperti bahan uborampe untuk melakukan penobatan Sri Sultan naik tahta, berbagai koleksi foto, perangko dan dokumen lain terkait dengan kegiatan yang ada di keraton, koleksi pribadi Sri Sultan, mulai dari batik, buku dan peralatan hobi.

            Sutanto merasa senang karena mendapat pengalaman dan wawasan baru tentang Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Dengan kunjungan tersebut memberinya gambaran lengkap tentang perjalanan hidup dari sosok Bapak Pramuka yang terkenal dengan semboyannya “Tahta Untuk Rakyat.”

            “Alhamdulillah saya mendapat kesempatan ikut berkunjung di museum Bapak Pramuka. Kalau sekarang baru perwakilan andalan Kwarcab dan DKC, ada baiknya kedepan diilirkan untuk peserta didik pramuka se DIY. Saehingga jangan sampai warga DIY tetapi tidak mengenal Bapak Pramuka,” harap Sutanto

            Sebelum meninggalkan museum pengunjung dikenalkan dengan Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Nagawilaga yang biasanya dimainkan saat sekaten, namun semenjak pandemi Covid 19 belum pernah dimainkan kembali. (tan)

 

 

 

 

 

 

 

 

Monday, April 10, 2023

Gobyok Maton Kanjeng Sunan, Semarakkan Peringatan Nuzulul Qur`an

 


Setelah sempat beberapa lama vakum tidak tampil, bertepatan dengan Peringatan Nuzulul Qur`an di Masjid Al Ikhlas Ceme Srigading, Sabtu (8/4/2023), Grup Musik Islami Gobyok Maton Kanjeng Sunan tampil dengan bagus.

Saat pra acara, dengan vokalis Yoto Purnomo mereka menyuguhkan lagu: Gesang Istiqomah, Tiket Swarga, dan Pepeling.

            Grup yang memadukan instrumen modern (organ,drum elektrik, bas) dan isntrumen tradisional (demung, saron, rebana, angklung, bonang, kendang) juga melatih keberanian anak-anak dengan menampilkan lagu: Allahul Kahfi dan Surgamu. Sedangkan di pamungkas acara kembali tampil dengan suguhan Sholli Wasalimda, Salawat Nariyah, Tamba Ati dan Aja Sira Bungah-bungah.

            Wakil Ketua Takmir Masjid, Sutanto merasa bangga anak-anak muda di dusunnya kembali dapat berkiprah mengisi acara pengajian setelah beberapa waktu terhenti. Karena beberapa even harus mendatangkan grup dari luar dusun.

            “Selaku pengurus takmir saya turut senang, adik-adik pemuda bangkit kembali semangatnya, mau berlatih dan bisa tampil mengisi pengajian kali ini. Potensi di Ceme sebenarnya luar biasa, semoga kedepan ada kesempatan lagi untuk tampil tak hanya di dusun sendiri,” harap Sutanto.

            Sutanto menambahkan, sebagaimana tahun sebelumnya, Pengajian Nuzulul Qur`an mengundang jamaah satu kring di wilayah Srigading, dihadiri Lurah Srigading, Ir.R.Prabawa Suganda. Sedangkan tausiah disampaikan Pengasuh Ponpes Fadlun Minalloh Wonokromo Pleret, KH. Katib Masyhudi.

           


Dalam sambutannya Lurah Srigading mengingatkan, Ramadan waktu yang tepat untuk berubah menuju insan bertakwa. Tak lupa selaku lurah dia meminta masyarakat untuk mengawasi anak-anak agar tak terkena pengaruh buruk.

            “Saat ini sedang marak klithih dan juga perang sarung yang sangat meresahkan karena mereka membawa senjata tajam. Disinilah pentingnya orangtua mesti turut mengawasi anak-anak agar tak terjerumus kesalam pergaulan yang salah,” tandas Prabawa.

           


Kyai Katib menegaskan, modal ngaji (tholabul `ilmi) tidak memerlukan syarat yang sulit, sebab syaratnya sangatlah mudah dan ringan. Untuk ikut ngaji cukup dengan 3D yaitu datang, duduk dan dengar. Namun akan lebih baik ditambah satu D lagi yaitu dong (paham terhadap apa yang disampaikan).

            Kyai Katib menambahkan, pahala orang yang ngaji sangat luarbiasa. Baru niat mau berangkat saja Allah akan mengampuni dosanya sebelum orang tersebut melangkah. Sabda Rasulullah,”Barangsiapa yang berjalan dengan tujuan mencari ilmu maka sungguh Allah akan memudahkan orang itu jalan menuju surga.”

            “Orang yang hadir di majelis ilmu, lebih bagus daripada salat seribu rakaat, dan lebih baik dibandingkan menjenguk seribu orang sakit, serta lebih baik daripada mengantar seribu jenazah. Jadi pahalanya sangat luarbiasa,” tegas Katib.

            Lebih lanjut kyai yang bersahaja tersebut menambahkan, kitab suci Al-Qur`an diturunkan agar dibaca diapahami, diketahui isinya dan dilaksanakan. Jadi jangan puas hanya membaca Quran saja, namun mesti berusaha untuk mengetahui isinya agar dapat dilaksanakan.


 

 

Friday, April 7, 2023

Serunya Membuat Cerita Berilustrasi Ala KYM

 


Membuat cerita disertai ilustrasi merupakan tantangan tersendiri yang dirasakan para penulis. Karena tak hanya kemampuan menuangkan ide dalam sebuah cerita saja namun mesti menyiapkan ilustrasi yang butuh keterampilan. Dan bahagia dirasakan para peserta Workshop Ilustrasi ketika karya mereka lolos kurasi dan muncul cover buku yang siap menjadi sebuah buku.

Pimpinan Komunitas Yuk Menulis (KYM) Vitriya Mardiyati, Sabtu (8/4/2023) menjelaskan, setelah peserta workshop diberi tantangan membuat cerita dengan tokoh tumbuhan mereka juga ditantang membuat ilustrasi sendiri.

“Kita tantang mereka membuat cerita sekaligus membuat ilustrasi sederhana dengan memanfaatkan aplikasi. Nyatanya mereka bisa melewati tantangan itu dengan baik sesuai target waktu yang kita tetapkan," terang Vitriya

 


Sutanto, pendidik di MTsN 3 Bantul membuat cerita tentang  Beringin dan Jeruk yang berjudul Semua memiliki kelebihan. Isinya tentang pohon Jeruk yang merasa rendah diri tidak memiliki kelebihan sebagaimana pohon Beringin. Beringin memiliki badan besar dan  berdaun rimbun. Sedangkan Jeruk bertubuh ramping penuh dengan duri. Beringin mengingatkan bahwa makhluk hidup di dunia ini tentunya memiliki kekurangan dan  kelebihan. Terkadang diri sendiri tak merasa memiliki kelebihan, padahal sebenarnya banyak. Meski tubuh  Jeruk penuh dengan duri yang bisa membahayakan makhluk lain, namun duri bermanfaat bagi manusia, misalnya untuk mengeluarkan nanah. Klebihanmu lain memiliki buah yang bisa dibuat minuman, juga bisa dimanfaatkan untuk obat. Akhirnya Jeruk memahami apa yang disampaikan Beringin dan tak lai rendah diri.


Guru/ SMPN 2 Mlati Rizqa Putri Nastiti, membuat  cerita: Kelapa dan Pisang. Isinya menceritakan tentang Alfi (pohon kelapa) dan Soni (pohon pisang) yang awalnya tidak akrab. Alfi merasa bangga karena kokoh daripada Alfi. Suatu saat datang manusia yang kehausan dan kelaparan. Awalnya manusia naik ke Alfi, dan meminum buah kelapa. Namun karena dagingnya tipis, manusia naik ke Soni mengambil buah pisang. Semenjak itu, Alfi dan Soni akur dan bekerjasama, jika ada manusia, mereka langsung menyuguhkan buah mereka, tanpa perlu manusia naik ke atas.


Kepala Sekolah SD Tamansiswa Jetis Endang Sri Werdiningsih,S.Pd.membuat judul Persahabatan Pisang dan Jati. Pisang dan Jati dua sahabat yang memiliki kekurangan dan kelebihan. Di musim kemarau Jati meranggas dan merasa tidak cantik karena daunnya rontok. Pisang mudah roboh dan robek serta batangnya kering saat musim kemarau.

Namun Pisang menguatkan Jati untuk bersyukur, karena meski meranggas, Jati tetap kuat karena berakar tangguh. Pisang tetap semangat karena meski mudah roboh dan berakar tidak sekuat Jati, buahnya tetap dicari. Jadikan setiap kelemahan dan kekurangan kita untuk selalu bersyukur dan bisa bermanfaat untuk orang lain.

 


Guru SMA Islam Ta`allumul Huda Bumiayu  Brebes, Neneng Kartini,S.Pd membuat judul Pohon Beringin dan Pohon Pisang.  Persahabatan terjalin antara keduanya saling berdialog dengan bahasa yang mereka miliki, mereka ingin saling menjaga satu sama lain walau secara fisik mereka berbeda. Dilihat dari postur tubuhnya pohon beringin mempunyai batang yang besar dan daun yang sangat lebat, seolah menggambarkan bahwa ia kekar dan bisa melindungi siapapun yang berada di bawah rindang tubuhnya. Berbeda dengan pohon pisang, walau ia mempunyai batang yang besar namun ia mudah terluka jika ada yang menggores batang nya dan mempunyai daun yang besar dan lebar serta bisa dihitung jumlahnya. Walau mereka berbeda namun mereka saling mengasihi dan ingin menjaga satu sama lain, terlihat dari betapa khawatirnya pohon beringin ketika hujan datang.

 

Thursday, April 6, 2023

Sutanto Tak Henti Menebar Virus Literasi

Sutanto menyerahkan 2 buku kepada Parno

 

             Bagi  Sutanto menulis sudah menjadi bagian hidupnya. Hampir setiap hari, guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul selalu menuangkan buah pikirannya dalam bentuk tulisan.

Saat bertemu dengan orang lain tak segan dirinya mengajak dan mendorong orang lain turut menulis seperti dirinya.

            Seperti saat ada sahabat lamanya seorang pendidik dari SD 14 Kelakik Nangapino Melawi Kalimantan Barat, Parno mengunjunginya, Kamis (6/4/2023), Sutanto tak segan menebar literasi dengan menyerahkan 2 buku. Satu buku solonya berjudul Gurit 54 karyanya 2022 lalu dan satunya adalah buku antologi Kumpulan Dongeng PAUD “Keistimewaan Hewan”.

            “Buku Gurit 54 merupakan kumpulan geguritan yang saya tulis tahun 2022, sedangkan dongeng Keistimewaan Hewan merupakan karya bersama 44 penulis terpilih di workshop Komunitas Yuk Menulis (KYM) yang berasal dari segenap penjuru Indonesia,” terang Sutanto.

            Menurut Sutanto bersedekah buku merupakan salahsatu cara yang dilakukan turut menebar virus literasi untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional sekaligus sebagai sarana membangun jaringan dengan para tokoh yang ditemui.

            Parno merasa senang dapat bertemu kembali dengan Sutanto, sahabat lama yang baru bertemu kembali setelah berpisah 40 tahun lamanya. Mereka sama-sama menempuh pendidikan di SPG Negeri Bantul lulus 1987. Selepas lulus dia langsung merantau ke kalimantan dan mengabdikan dirinya menjadi guru SD.

            “Senang bertemu dengan mas Tanto lagi. Apalagi ini diberi tandamata berupa buku karyanya, ini sangat menginspirasinya turut mengembangkan literasi di sekolahnya,” ujar Parno.

            Mendapatkan buku Gurit 54 karya sahabatnya tersebut memotivasi Parno kembali mengingat karya berbahasa Jawa. Maklumlah selama 40 tahun di Kalimantan Barat dia mempelajari bahasa daerah setempat yang banyak macamnya. Sedangkan kumpulan dongeng akan dimanfaatkanya untuk media pembelajaran mendongeng kepada anak didiknya.(tan)

 

 

Monday, April 3, 2023

Ratusan Peserta Siap Ikuti Kolaborasi Menulis


 Lebih dari 200 peserta se Indonesia siap mengikuti Kolaborasi Menulis dengan H. Abdul Halim Muslih (Bupati Bantul), Emi Masruroh, S.Pd. (Bunda Literasi Bantul), GKR Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawana Langgeng ing Mataram (Putri Mahkota Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat), dan  Tri Wahyuni (Duta Bahasa DIY 2022).

            Penaggungjawab kegiatan Nur Hidayati, S.Pd.I didampingi Founder Komunitas Yuk Menulis (KYM) Vitriya Mardiyati menjelaskan, dalam even spesial April ini peserta diminta untuk menulis 1 puisi tema Wanita Tangguh dan 1 puisi tema Kartini Masa Depan.

            “Peserta kita batasi mengirim naskah puisi selambat-lambatnya 30 April 2023 jam 23.59. Font yang digunakan Time New Roman 12, margin atas 4 kanan 3 kiri 4 bawah 3, spasi 1,5. Mereka harus menuliskan nama asli bukan nama pena. Yang lolos kurasi akan dibukukan,” terang Nur.

Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto sangat senang bisa mengikuti even spesial yang digelar KYM. Terlebih tokoh yang diajak kolaborasi adalah tokoh publik yang terkenal. Dalam karya buku solo yang dibuat di KYM, Bupati dan Ibu Bupati Bantul pernah memberinya pengantar, bahkan di buku yang baru saja terbit GKR Mangkubumi berkenan memberi sambutan.

            “Mengikuti even KYM selalu membuat candu, pokoknya ingin dan ingin terus ikut,” ujar Sutanto.

Guru Matematika MTs N 3 Sleman, Marlina Lestari,S.Pd, yang tinggal di  Ngemplak RT003/RW017 Wukirsari Cangkringan Sleman memiliki alasan kuat ikut even ini. Dirinya terpanggil untuk menggores aksara curahan hati  biar tertulis abadi bersama para penyair , pujangga hebat Nusantara dengan kolaborasi  tokoh-tokoh hebat.

            Guru Bahasa Jawa yang tinggal di  Pokoh Wedomartani Ngemplak Sleman Tutut Indrayani mengaku ikut even ini untuk menambah pengalaman, pengetahuan dan mengasah  pikiran dalam hal sastra.

            Sedangkan  Evi Apriyanti, S.Pd., M.Pd. yang sehari-harinya menjadi pendidik di Guru SMPN 2 Ngaglik, Sleman, ingin  menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang menulis puisi. “Saya bangga dan bahagia karena dapat berkolaborasi dengan tokoh hebat dan keren yaitu Bupati Bantul, Bunda Literasi Bantul, Putri Mahkota Kasultanan Ngayogyakarta Hadinungrat, dan Duta Bahasa DIY tahun 2022,” imbuhnya.

Senada dengan peserta lain  Sri Kartini, guru yang mukim di Kp.Jawa Baru Gg. Sukun Sungai Baru Muntok Bangka Barat ingin terus belajar dan belajar bersama para peserta lainnya.

 



 

 




Friday, March 31, 2023

Geguritan

 




Tumekane Wulan Mulya

 

Srengenge tumuju patunggon

Gumanti tekane rembulan tanggal sepisan

Atiku bungah datan kinira

Kelakon mrangguli maneh

Tumekane wulan mulya

 

Wulan suci kang dianti-anti

Wulan kebak ing pangapura

Wektu kang trep meper hawa nepsu

Mbengkas sukertaning raga

Nggayuh sampurnaning jiwa


Thursday, March 30, 2023

Kasi Dikmad Gembira, Menerima Buku dari Sutanto

Kasi Dikmad menerima buku dari Sutanto

            Bantul- Kasi Pendidikan Madrasah, Ahmad Musyadad, S.Pd.I.,MSI, merasa senang mendapat cinderamata berupa buku “Cintaku untuk Pertiwi” dari Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Drs Sutanto.

            “Buku kumpulan puisi ini sangat bagus. Ditulis oleh para penulis terpilih se Indonesia, bahkan ada puisi dari Bapak Menteri Agama,” puji Kasi Dikmad di kantornya, Rabu (29/3/2023).

Ahmad Musyadad memberi apresiasi kepada Sutanto yang getol terus menulis, berkolaborasi membangun network dengan banyak tokoh. Dirinya juga pernah menyumbangkan tulisannya di MTsN 3 Bantul tempat Sutanto mengajar.

            Sutanto mengaku gembira atas sambutan yang hangat dari Kasi Dikmad. Terlebih Ahmad Musyadad sangat mendukung gerakan literasi yang ada di madrasahnya.

Di dalam buku tersebut dirinya  menciptakan puisi berjudul “Indah Negeriku” bersama penulis dari berbagai belahan nusantara. Yang lebih menggembirakan Sutanto mendapat buku “Cintaku untuk Pertiwi” dalam edisi khusus yang diterbitkan oleh Komunitas Yuk Menulis (KYM) pimpinan Vitriya Mardiyati. Para pejabat Kemenag RI turut menulis dalam buku tersebut, termasuk Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas.

            “Tentu saya bersyukur puisi saya terpilih di antara ribuan puisi yang masuk. Dan yang lebih membahagiakan, saya mendapat kesempatan mendapatkan buku antologi dalam edisi khusus langsung dari founder KYM, Mbak Vitriya Mardiyati selaku penggagas even ini. Saya juga bersyukur puisi saya sebuku dengan karya Pak Menteri Agama,” kata Sutanto, di MTsN 3 Bantul, Jumat (31/03/2023).  

            “Bergabung di KYM sangat menyenangkan, karena impian membuat buku bisa terwujud. Alhamdulillah sampai saat ini saya sudah bisa membuat 18 buku solo, dan 80 lebih buku antologi. Di komunitas ini juga bisa berkolaborasi dengan para tokoh nasional,” tutur pria yang hobi main catur ini dengan bahagia.
Dalam kesempatan itu Sutanto menyerahkan Laporan Keikutsertaannya dalam Penataran pelatih Catur Nasional di JI Ekspo Jakarta, 15-8 Maret 2023 lalu.


            Vitriya Mardiyati menjelaskan, terbitnya buku tersebut dalam rangka memperingati HUT RI ke-77 dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2022. Even ini tercetus Juli 2022 berawal dari dorongan turut mengekspresikan rasa cinta terhadap Indonesia. Maka terbesit keinginan untuk mengadakan event besar melibatkan 10 ribu warga madrasah se-Indonesia dan ternyata Allah memberikan jalur manis.

            “Alhamdulillah tak hanya warga madrasah di bawah Kemenag, para siswa lain di bawah Kemendikbud pun ikut menyukseskan event ini. Dari target 10 ribu puisi, akhirnya menjadi 13 ribu puisi terbaik mampu kami kumpulkan,” jelas Vitriya.

Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...