Thursday, April 23, 2020

Gelorakan Semangat Nasionalisme Siswa MTsN 6 Kulon Progo Nyanyikan Lagu Wajib


Dalam upaya menumbuhkan semangat nasionalisme, siswa MTsN 6 Kulon Progo diminta untuk menyanyikan lagu wajib dalam pembelajaran jarak jauh, Selasa (21/4/2020).

         Guru Seni Budaya Drs. Sutanto menjelaskan, setiap siswa diminta untuk memilih sendiri lagu yang akan dinyanyikan, merekam suaranya melalui voice note, perekam atau media lain dan dikirim japri. Upaya ini dilakukan agar generasi milenial hapal dan mengerti makna lagu yang diciptakan Komponis Indonesia. Tanpa diberi tugas ini siswa tak akan mengenal
Amir Pasaribu, R. Kusbini, Cornel Simanjuntak, Ibu Soed, WR. Supratmanm Husein Mutahar, dll.
“Siswa saya minta untuk memilih lagu yang temponya sedang/ lambat agar warna vokalnya lebih kelihatan. Kalau saya bebaskan mereka akan memilih lagu yang bertempo cepat, menyanyikannyapun tergesa-gesa hanya ingin segera selesai,” terangnya.
Beberapa lagu yang dipilih diantara 128 siswa diantaranya, Nabila Ayu Aditama (8C) memilih lagu Tanah Airku, Wahyu Ika Prihapsari (8A)-Syukur, Ari  Rahmawati, Nesly (8B) memilih Satu Nusa Satu Bangsa, Dista Nuvi (8C) Indonesia Pusaka, Malika Putri Khasana (8B) Rayuan Pulau Kelapa, Tri Gustomo (8A) Bagimu Negri, Afifah Nur Nabila (8A) Syukur.

         Menurut Nabila, dia memilih lagu tanah airku karya Ibu Soed sebab lagu tersebut bercerita tentang kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Mengajak setiap warga negara untuk selalu mengenang selama hayatnya. Dan meski telah menjelajah ke berbagai negeri tetap merasa bangga dan cinta pada Indonesia.
Bagi  Afifah Nur Nabila dia memilih lagu Syukur karya komponis Husein Mutahar karena isinya adalah ungkapan rasa syukur atas karunia kemerdekaan yang diberikan Tuhan melalui pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.


Berbeda dengan dua temannya, Wahyu Ika lebih memilih Satu Nusa Satu Bangsa. Karya komponis L.Manik ini memberi energi positif semangat persatuan dan kesatuan, Meski tinggal di berbagai pulau (nusa) yang berbeda, memiliki berbagai macam bahasa daerah, namun tetaplah satu nusa satu bahasa dan satu bangsa, Indonesia.
Melihat antusiasme para siswanya dalam bernyanyi, Sutanto memberikan apresiasi yang tinggi. Sebab saat ini banyak lirik lagu yang isinya tidak mendidik.
Kepala MTsN 6 Kulon Progo turut gembira, bahwa para siswanya diajak untuk mencintai lagu lagu  yang mengandung nilai luhur, cinta tanah air, menghargai para pejuang dan syukur kepada Sang pencipta. “ Semoga para siswa tetap memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan tidak mudah terpengaruh hal hal yang negatif,” pungkas Imam.

Tuesday, April 21, 2020

Galang Dana Untuk Korban Covid-19 Didi Kempot Konser Amal Dari Rumah




Siapa tak kenal kenal Didi Kempot penyanyi spesialis lagu Jawa ini tak hanya tenar di Indonesia, namun telah berkibar di manca negara.
Ternyata nama besarnya tidak menjadikannya jumawa, namun justru tetap sebagai pribadi yang rendah hati dan memiliki rasa peduli.
Hal tersebut dibuktikannya dengan menggelar Konser Amal Dari Rumah, di rumahnya Solo Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2020) dan disiarkan Kompas TV.
Pemimpin Redaksi dari news channel Kompas TV Rosianna Magdalena Silalahi menjelaskan bahwa konser tersebut merupakan “Kekuatan Baja”, karena Rosi orang Batak, Didi Kempot orang Jawa.
Didi Kempotlah yang punya inisiatif menggelar konser dan disambut Rosi selaku Pengelola Kompas TV. Dibuka sejak jam 19.00 kiriman dana terus mengalir, bahkan ada salahsatu menteri turut menyumbang, menjelang berakhirnya konser telah terkumpul dana 4,6 milyar.
Rosi mengakui pesona Didi yang luarbiasa, sehingga meski digelar dari rumah namun diikuti oleh penggemar setianya melalui televisi masing-masing.
“Yang ada di rumah ikutan nyanyi dan bergoyang, yang di studi Kompas TV juga demikian,” imbuh Rosi.
            Penampilan Didi Kempot malam itu cukup santai, didukung kru musik yang piawai mengiringi lagu-lagunya. Gesekan Biola Sandy Ria turut membuai mengikuti penampilan Didi yang membawakan lagu : Stasiun Balapan, Sewu Kutha, Ora Mulih, Banyu Langit, Sekonyong-konyong Koder, Cidra, Pamer Bojo.
Lagu Stasiun Balapan bercerita tentang sebuah kesetiaan yang diingkari. Pada suatu waktu ada seseorang yang pamit baik-baik kepada kekasihnya untuk menuju ke sebuah kota. Sang kekasih lantas mengantarkan ke stasiun sambil menangis melepas keberangkatannya.
Lagu Sewu Kutha menceritakan bahwa perjuangan dalam mencari kekasihnya sangat luar biasa, sampai-sampai seperti sudah melewati seribu kota. Sayang, meski sudah mendatangi seribu kota, sang pujaan hati tak kunjung ditemukan
Khusus lagu “Ora Mulih” khusus mengandung pesan agar para perantau jangan mudik dulu di tengah pandemi Covid-19 dan berduet dengan Arda penyanyi cilik yang telah diorbitkannya.
Kepada masyarakat yang merantau Didi berpesan. ”Ora mulih rapapa, sik penting kowe isih tresna.”
Didi juga memberikan apresiasi kepada Arda yang turut bernyanyi, “Terimakasih ya le ...kamu telah membantu konser amal ini,sesuk tak gawekke lahu meneh.”
Dari kalimat tersebut Didi Kempot sangat menghargai orang lain meski anak kecll sekalipun, dan memberi suport akan menciptaku lagu kepada Arda.
“Meski di rumah masih tetap bisa berkarya,” katanya disela bernyanyi sambil menyapa penggemarnya di seluruh Indonesia.
            Malam itu Presiden Joko Widodo melalui telewicara dengan Reporter Kompas TV mengapresiasi inisiatif dari Didi Kempot melalui sahabat Ambyar yang didedikasikan untuk korban Covid 19. Sebagai seniman yang memiliki penggemar di seluruh Indonesia, Presiden yakin suaranya akan didengar.
“Didi Kempot telah memulai sesuatu yang baru, konser dari rumah. Dengan acara tersebut tetap bisa ketemu dengan sahabat Ambyar meskipun dari rumah,” sambung Presiden.
“Didi Kempot telah memulai sesuatu yang baru, konser dari rumah. Dengan acara tersebut tetap bisa ketemu dengan sahabat Ambyar meskipun dari rumah,” sambung Presiden.

Thursday, April 16, 2020

MTsN 6 Kulon Progo Siap PPDB Online



Madrasah kita akan menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Palajaran 2020/2021 secara online. Jalur yang dibuka ada dua yakni jalur Tahfidz/Prestasi dan jalur Reguler.
Hal itu dikatakan Kepala MTsN 6 Kulon Progo saat memimpin rapat terbatas bersama Kepala TU Sudaryati, Wakaur Kurikulum Marwati, Wakaur Sarpra Meilian Choiruddin, Wakaur Humas Ani Romadhoni dan Wakaur Kesiswaan Sutanto di musala setempat, Selasa (14/4/2020).
Menurut Imam, langkah yang diambil tersebut mengacu pada hasil rapat semua Kepala MI/MTS/MA se Kulon Progo beberapa waktu lalu. Untuk mendaftar di MTsN 6 Kulon Progo, siswa tak perlu datang ke madrasah namun dapat dilakukan melalui link  https://forms.gle/cjrM9R94mDhTdHgUA .
Untuk jalur Tahfidz/Prestasi pendafataran dimulai Jumat (1/5/2020) sampai dengan Kamis  (11/6/2020), sedangklan pengumumannya Senin (15/6/2020).
Untuk jalur Reguler pendaftaran Rabu s.d Jumat (1-3/7/2020), pengumumannya Senin (6/7/2020).
Rapat juga membahas akan diterbitkannya surat keterangan Tahfidz, khususnya bagi kelas 9 yang akan digunakan untuk memasuki Madrasah Aliyah. Dalam waktu dekat semua pengampu Tahfidz diminta menyerahkan hasil/ capaian Tahfid siswa dalam bentuk  soft file  kepada panitia ujian.
“Dalam waktu dekat madrasah juga harus menyiapkan surat keterangan lulus dan rapor bagi siswa kelas 9 sebagai syarat untuk melanjutkan pendidikannya,” imbuh Imam.
Sembari mengajar jarak jauh secara daring, semua guru diminta membuat nilai rapor dalam format excel, guna menyiapkan Rapor Semester Genap selambat lambatnya 31 April 2020. Hal ini sebagai langkah antisipasi pembuatan Aplikasi Rapor Digital (ARD).
Wakaur Kurikulum Marwati menambahkan, madrasah tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh secara daring sampai tanggal 21 April 2020. Pembelajaran tetap menggunakan medsos namun untuk pembelajaran tertentu dikolaborasi dengan pembelajaran melalui televisi yang diinisiasi Mendkibud.
Wakaur Kesiswaan Sutanto menjelaskan, dalam PPDB nantinya berdasarkan akumulasi nilai rapor kelas 4 (2 semester), kelas 5 (2 semester) dan kelas 6 (1 semester).”Yang dilihat tidak semua mata pelajaran, namun hanya Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA,” imbuh Sutanto.(tan)



Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...