Thursday, February 25, 2021

MGMP SBP MTs DIY Gelar Seminar


Tunjangan Profesi Guru (TPG) harus memberikan asas kemanfaatan, sehingga
sebagai guru merencanakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya. Kemanfatan dari belanja TPG harus kembali kepada yang bersangkutan dalam menunjang peningkatan profesionalitas & kompetensinya. maka pengadaan seragam, BBM dan yang sejenis bukan termasuk belanja pengembangan diri.

Hal tersebut dijelaskan Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (Kasi GTK) Bidang Dikmad Kanwil Kemenag DIY, H.Abd.Su`ud ,S.Ag,M.S.I saat menjadi narasumber Seminar Aplikasi Belanja TPG dan Peningkatan Kapasitas MGMP yang diikuti 22 guru Seni Budaya Prakarya MTs se DIY, di MTsN 3 Bantul, Kamis (25/2/2021).

Tampak hadir Konsultasn Peneliti dan Pelatih Nasional Drs. Edih Supardi, M.Pd selaku narasumber kedua, serta Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari,S.Pd.SI.

            Menurut Su`ud  melalui aplikasi yang telah dilaunching 24 November 2021 lalu bertepatan dengan Peringatan Hari Guru Nasional, maka guru berkewajiban melaporkan penggunakan dana TPG sebesar 10 persen dari dana yang diterima setiap bulan setelah dikurangi pajak.

“Pelaporan dibatasi maksimal tanggal 6 bulan berikutnya, Ada lima poin yang bisa dilaporkan yaitu : peningkatan profesi, peningkatan pedagogik, peningkatan penelitian, peningkatan organisasi profesi dan peningkatan pendidikan lainnya. Tentusaja laporan mesti dilampiri bukti yang syah,” tandas Su`ud.

           


Ketua MGMP SBP MTs DIY Drs. Sutanto menambahkan, diselenggarakannya seminar tersebut untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada guru SBP di tiap kabupaten agar tidak gamang menerima informasi aktual terkait dengan kebijakan Kanwil Kemenag DIY.

“Beberapa waktu sebelumnya telah ada zoom meeting yang diikuti oleh para Ketua MGMP, namun terkendala waktu terbatas dan sinyal yang kurang bersahabat ada beberapa poin yang kurang jelas, Sehingga MGMP SBP berinisiatif mengundang langsung barasumber dari bidang Dikmad. Sebagai langkah pencegahan kami tetap melakukan prokes yang ketat, sehingga peserta juga kita batasi di bawah 25 orang,” tegas Sutanto.



Narasumber kedua Drs. Edih Supardi,M.Pd menekankan agar pengurus Provinsi maupun Kabupaten/Kota agar meneuhi 9 SOP pengelolaan MGMP yaitu :
Organisasi, AD/ART, Program Kerja, Sarana dan Prasarana, Sumberdaya Manusia, Pembiayaan, Monitoring dan Evaluasi, Penjaminan Mutu, Rekening dan NPWP.

“Saya siap mendampingi bapak ibu pengurus untuk menyempurnakan organisasi MGMP secara langsung maupun virtual. Untuk materi lengkap sudah saya siapkan di blog termasuk mapel e-learning maupun virtual learning,” terang Edih.

Menyinggung tentang pengembangan dan peningkatan kompetensi guru, pada pasal 48 ayat 2 PP no.74 tahun 2008, terdapat beberapa kegiatan yang bisa dilakukan guru misalnya : diklat yang difasilitasi MGMP, diklat di sebuah institusi, membuat karya tulis ilmiah, membuat produk karya inovatif, seminar/lokakarya/workshop, membuat buku pelajaran, membuat buku pengayaan, membuat buku guru maupun lomba prestasi guru.

Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari menyambut dengan hangat kehadiran guru se DIY dalam seminar tersebut.

“Saya mengapresiasi kegiatan seminar dengan materi yang sedang aktual ini. Aplikasi TPG adalah hal yang sangat urgen, sehingga apa yang dibahas dalam seminar ini berdampak positif bagi kami sebagai tuan rumah tempat penyelenggaraan. MGMP Seni Budaya dan Prakarya MTs sudah terbukti aktif melaksanakan kegiatan sejak lama, semoga ini memberikan motivasi kepada madrasah kami untuk selalu bisa terdepan dalam berbagai kegiatan,” pungkas Sugeng. (tan)

 



Saturday, February 20, 2021

Sutanto Mutasi, Tinggalkan Gelora Literasi




Galur- "Saya tidak mengucap kata pamit kepada bapak ibu guru di madrasah ini. Namun saya hanya menyampaikan permintaan maaf bila selama saya bersama bapak ibu ada hal yang kurang berkenan. Kepindahan saya semata hanya menjalankan perintah atasan tak ada yang lain. Saya hanya bisa memberikan beberapa buah buku untuk melengkapi koleksi perpustakaan yang akan maju akreditasi," demikian disampaikan Guru Seni Budaya Drs.Sutanto dihadapan Kepala MTsN 6 Kulon Progo, guru dan Pegawai Tata Usaha, Sabtu (20/2/2021).


Kepala Madrasah Zainuri,S.Pd menjelaskan bahwa mutasi dari Sutanto berdasar pada Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 228/KW.12.1/3/2021. "Dalam KMA tersebut ditetapkan bahwa mulai 1 Februari 2021 yang bersangkutan dipindahkan ke MTsN 3 Bantul. Sebenarnya kami merasa kehilangan pak Tanto, terutama bidang publikasi dan literasi. Dia telah menebar pengaruh positif di madrasah ini sehingga banyak bapak ibu guru yang mulai mau menulis buku secara solo maupun antologi," ungkap Zainuri.

Bahkan secara tegas Zainuri mewajibkan semua guru untuk menulis buku, setiap guru satu buku, akan difasilitasi madrasah dan akan diterbitkan serta dilaunching bersama pada Agustus 2021.

Sutanto menambahkan, setiap membuat buku baik solo maupun antologi selalu ia sisihkan untuk di sedekahkan di perpustakaan agar bisa menjadi tambahan koleksi sekaligus memotivasi siswa dan guru untuk mau menulis.

"Saya tidak bisa memberikan tinggalan harta benda, namun hanya beberapa buku dan gelora literasi di mts terbaik di Kulon Progo ini. Di sini banyak potensi yang belum tergali,  semoga dengan kepindahan saya makin banyak guru dan siswa yang menghasilkan buku," harapnya.


Dalam kesempatan itu, Sutanto mendapat cindera mata 3 buah buku : Merindu Asa (novel) dari Marwati,S


Pd, Untaian Kata (kumpulan cerita) dari Dra. Rr.Siti Mahmudati,Ma, 


Sahabat Sejati (cerpen remaja) dari Ani Romadhoni,S.Pd.

Selanjutnya guru seni budaya di MTsN 6 Kulon Progo diampu Drs.Zamroni dari MTsN 3 Bantul.


Sunday, February 14, 2021

Percasi Bantul Apresiasi Geliat Klub Gajah Putih

 


Sebagai organisasi yang membina olahraga catur di level Kabupaten, Pengkab Percasi Bantul memberikan apresiasi yang tinggi terhadap munculnya klub yang ada, termasuk diantaranya Klub Gajah Putih Sidomulyo Bambanglipuro Bantul, yang sudah berkiprah sejak pertengahan tahun 2019.

Hal tersebut dikatakan Ketua 1 Pengkab Percasi Bantul Mz. Ramoes saat memberi sambutan peresmian rumah Hardika Sujatmiko putra dari dedengkot Klub gajah Putih Jasmanto, di dusun Bonggalan Srigading Sanden, Ahad (14/2/2021). Tampak hadir dalam acara tersebut Pembina Klub yang juga anggota DPRD Bantul Paidi, SIP, Drs. Sutanto, Isdi Raharja Subardjo,SE (Pengkab), anggota klub Gajah Putih dan beberapa perwakilan klub seperti : Pojok Beteng (PB), Kuda  Goyang (KG), Kuda Hitam (KH), Benteng Segoro Kidul (BSK), Banguntapan Chess Club (BCC).

“Geliat Klub ini sangat membanggakan kami selaku pengurus. Sampai akhir 2020 telah terdata 11 klub dengan anggota lebih dari 20 orang per klub. Ini merupakan potensi yang luarbiasa bagi pengkab, semoga banyak lahir atlet potensial dari klub menuju sukses Porda 2022,” harap pria yang akrab disapa Bang Jack.

Selaku pembina, Paidi konsisten mensuport geliat Gajah Putih menggelar latihan rutin, latih tanding.

“Hari ini, sambil peresmian rumah putra dari Pak Jasmanto, kita ngundang Percasi untuk hadir, juga beberapa teman perwakilan dari klub lain untuk bermain catur sebagai pengobat rindu. Mengingat masih dalam situasi pandemi, jumlah yang kita undang sangat terbatas agar tetap memenuhi protokol kesehatan, “ terang Paidi.


            Acara yang dipandu Samijan tersebut diawali dengan sambutan Pengkab Percasi Bantul, Pembina Klub. Dilanjutkan tahlil bersama dipimpin Fahrudin dan ditutup doa oleh Sutanto.

Sekretaris Panitia Santosa didampingi Isdi Raharja selaku wasit menjelaskan, mini turnamen yang diikuti 24 peserta, dilakukan dengan catur 5 babak dengan waktu pikir 15 menit. Adapun urutan juara berdasar peringkat adalah : 1-3. Rafi Kurniawan (BSK), Saryono (KH), Rudi Siregar (PB). 4-6. Jarot (PB), Wajar (BCC), Sunarno (PB).

 


 

Monday, February 1, 2021

Rangkaian Kata Sarat Makna Siap Terbit


Setelah berhasil menerbitkan 3 buku melalui Komunitas Yuk Menulis (KYM)  pimpinan  Vitriya Mardiyati, Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo Sutanto semakin kecanduan untuk terus menulis. Buku keempat yang yang akan segera terbit bertitel “Rangkaian Kata Sarat Makna” Buku berupa kumpulan 333 pantun.

Buku sebelumnya yang telah ditulis adalah “Anggrek Vanda untuk Bunda” (kumpulan 10 cerita anak), “Nada-nada Cinta (kumpulan 52 puisi), dan “Pahlawan Ketapel” (kumpulan 15 cerita anak). Hal tersebut dikatakan Sutanto di Brosot,Galur,Kulon Progo, Selasa (2/2/2021).


Lelaki yang tinggal di Celep Srigading Sanden Bantul tersebut menambahkan, buku tersebut dibuat dengan latarbelakang potensi wisata, budaya, kuliner, dan kerajinan yang ada di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo. Dua Kabupaten ini dipilih karena domisili penulis di Bantul, sedangkan tempat kerja di Kulon Progo.

Dengan buku ini, saya ingin turut mempromosikan potensi dua kabupaten  ini agar semakin dikenal masyarakat luas. Alhamdulillah Kepala Dinas Pariwisata Bantul dan Kulon Progo memberikan suport,” imbuhnya.


Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo, S.Sos. menyambut baik terbitnya buku tersebut. Menurut Kwintarto, inspirasi lahirnya pantun yang mengangkat destinasi wisata, budaya, kuliner, kerajinan Kabupaten Bantul tentu merupakan karya seni yang luar biasa mengingat karya putera Bantul ini dilandasi atas rasa cinta dan pengabdian untuk kemajuan Bantul agar senantisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Oleh karenanya Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Bantul sangat mendukung dan menyampaikan rasa terima kasih yang setulusnya semoga karya ini tidak sekedar dibaca, akan tetapi secara lebih jauh dapat dinikmati isinya serta mampu lebih memperkenalkan potensi Kabupaten Bantul lebih dikenal secara luas,” tegas Kwintarto.

Pria yang akrab disapa Pak Kwin ini mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa membawa kreativitas apapun yang dimiliki agar berani dieksplorasi baik dalam karya seni maupun produk lainnya dalam mendorong kemajuan dan kemanfaatan bagi orang banyak.


Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pariswisata Kulon Progo Joko Mursito, S.Sn, M.A meyambut baik hadirnya buku pantun yang mengangkat aneka ragam tempat wisata, budaya, kuliner, dan kerajinan Kabupaten Kulon Progo.

“Buku ini merupakan karya yang membanggakan, karena dilandasi rasa cinta dan dedikasi yang tinggi dari salahsatu guru  MTsN 6 Kulon Progo dalam upaya turut mempromosikan Kulon Progo di tingkat DIY maupun secara nasional. Dinas Pariwisata Kulon Progo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi, semoga karya ini dapat dibaca dan dinikmati isinya sehingga semua potensi Kulon Progo makin dikenal masyarakat luas,” pungkas Joko.

           


Kepala MTsN 6 Kulon Progo Zainuri, S.Pd memberikan apresiasi kepada salahsatu guru di madrasahnya tersebut, dan mengharap karya ini dapat diikuti guru lain.

“Saya berharap karya buku solo ini dan diikuti oleh bapak ibu guru lainnya, sehingga dapat dipakai sebagai media mengungkapkan kreativitas masing-masing pribadi,” harapnya.

Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...