Sunday, April 25, 2021

Burung Berhati Emas Terbang Ke Berbagai Daerah

 



Buku Fabel Burung Berhati Emas Karya Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto terkirim ke beberapa daerah di Kulon Progo, Gunungkidul dan Purbalingga.

Buku terbitan Goresan Pena setebal 85 halaman tersebut terdiri 15 cerita : Burung Berhati Emas, Cece yang Sok, Pemilihan Raja Hutan, Sasa yang Khianat, Pupi Kupu-kupu yang Cantik, Pisang Goreng Spesial, Keras Kepala Membawa Petaka, Penghuni Rumah Baru membuat Cemburu, Asyiknya Berkemah, Andu Mengapa Cemburu?, Moni Punya Adik Baru, Potoo si Buruk Rupa, Balasan untuk Sasa, Rimang Sang Pemenang dan Pulanglah Crista.

Kepada KR online, Ahad (25/4/20201) Penulis yang tinggal di Celep Srigading Sanden Bantul tersebut menjelaskan, buku tersebut merupakan karya solo yang keempat semenjak bergabung dengan Komunitas Yuk Menulis pimpinan Vitriya Mardiyati.

Beberapa orang yang telah menerima buku tersebut memberikan apresiasinya.

Bendahara Lazimu Gunungkidul, Warga Tegalsari RT9/08 Siraman Wonosari, Tupanto, S.Pd memberikan testimoni tentang buku tersebut. Menurutnya selama ini,bila mendengar cerita/ dongeng ,khususnya fabel atau cerita binatang akan terbayang tentang Kancil, Panca Tantra, atau Hikayat Kalilah wa Dimnah, Kisah klasik. 

“Teman saya Sutanto menyuguhkan cerita binatang dengan tema kekinian, agar mudah dicerna oleh anak-anak. Atau orang tua dan guru yang akan menceritakan kepada anak-anak dan murid-muridnya. Tuturan singkat isi cerita ini dapat dibaca kapan saja, tidak harus lelah-lelah meneruskan lanjutannya layaknya Api di Bukit Menoreh Bagi saya  buku ini rekomended untuk anak, remaja, orang tua, dan guru,” tandasnya.



Guru SMPN 1 Bukateja Purbalingga Tri Handayani, S.Pd mengakui bahwa buku fabel tersebut sangat cocok untuk anak-anak karena mengambil tema dari kehidupan sehari-hari. “Bacaan yang ringan tapi penuh dengan pelajaran hidup, untuk menghadapi kenyataan hidup sehari-hari, anak bisa mencontoh apa yang baik didalam cerita ini Nama-nama tokoh juga  tidak asing bagi anak, mudah untuk di ingat jalan ceritanya. Semoga dengan tulisan- tulisan dalam cerita ini anak-anak Indonesia semakin menjadi lebih cerdas dalam berpikir dan bertindak, mana yang baik dan mana contoh yang tidak baik. Bagi orang tua, cukupilah anak-anak dan beri sarana untuk senang membaca, sukses untuk pak Sutanto sebagai penulis yang berbakat, semoga bisa menginpirasi pembacanya untuk bisa menulis,” harap Tri.

Sedangkan Wuryanti, S.Pd.I, M.Pd yang sehari-harinya menjadi pendidik di MI Ma’arif Plampang, Kulon Progo cukup terkesan dengan hadirnya buku fabel tersebut.

"Yang jelas dari covernya saja sudah menarik terutama buat anak anak, apalagi isinya pasti lebih menarik, buku ini isinya bagus, menginspirasi dan bisa diambil hikmah dari nasehat nasehat yang ada dalam cerita," ungkapnya



Thursday, April 15, 2021

Anggota DPRD DIY Dukung Terbitnya Buku 222 Pantun

 


Anggota Komisi D, DPRD DIY Andriana Wulandari, SE mendukung rencana terbitnya buku kumpulan 222 pantun yang ditulis Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul Drs.Sutanto. Bahkan dirinya bersedia memberikan pengantar untuk buku tersebut sebagai wujud suportnya pada kesejahteraan masyarakat di bidang wisata serta kuliner.

"Saya sangat senang dengan buku kumpulan pantun tulisan pak Tanto ini. Dengan senang hati saya akan memberikan pengantarnya. Isinya cukup bagus dan menarik karena turut mempromosikan wisata dan kuliner yang ada di DIY khususnya Kabupaten Sleman, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta," ungkap Ndari di kantornya, Selasa (13/4/2021).

Saat menerima Sutanto di ruang kerjanya, politisi perempuan yang berasal dari Pandak Bantul tersebut juga menerima cinderamata Buku Kumpulan 333 Pantun berlatarbelakang Wisata,Kerajinan, Kuliner Kabupaten Bantul dan Kulon Progo yang sudah terbit sebelumnya.

Bahkan sebagai bukti kecintaannya pada dunia literasi, anggota dewan yang akrab disapa mbak Ndari itu juga memborong buku Pahlawan Ketapel dan Burung Berhati Emas karya Sutanto.

Sutanto yang tinggal di Celep RT.07 DK.02 Srigading Sanden Bantul menjelaskan, buku yang akan segera diterbitkan tersebut diberi titel "Untaian Kata Penuh Makna" dengan pertimbangan belum banyak orang  menulis kumpulan pantun khususnya yang berlatarbelakang destinasi wisata dan kuliner.

"Potensi wisata dan kuliner di DIY sangat luarbiasa. Dengan buku sederhana yang berisi 222 pantun ini wisata dan kuliner akan terangkat dan semakin dikenal luas,sehingga banyak yang mengunjungi tempat-tempat wisata dan menikmati kulinernya," harap Sutanto.

Sejak bergabung dengan Komunitas Yuk Menulis pimpinan Vitriya Mardiyati Maret 2020, guru yang aktif sebagai pengurus catur Kabupaten Bantul ini telah menulis 5 buku solo : Anggrek Vanda untuk Bunda (kumpulan 10 cerita anak), Nada-nada Cinta (kumpulan 52 puisi), Pahlawan Ketapel (kumpulan 15 cerita anak), Burung Berhati Emas (kumpulan fabel), dan Rangkaian Kata Sarat Makna (kumpulan 333 pantun) disamping puluhan buku antologi.

Disinggung tentang mengapa Andriana Wulandari yang dipilih sebagai sosok pemberi pengantar bukunya, tak lain karena Sutanto merasa bahwa Komisi D yang membidangi Kesejahteraan Rakyat sangat pas karena bidang yang ditangani ada agama,pemdidikan, Kesehatan & KB, pemuda & olahraga, kebudayaan, sosial, pemberdayaan masyarakat  & perempuan, pariwisata, transmigrasi serta iptek.

“Pantun saya berlatarbelakan wisata dan kuliner jadi sinkron dengan bidang yang ditangani komisi D terutama sektor wisata, sosial dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

 


Tuesday, April 13, 2021

MVC MTsN 3 Bantul "Nafiah BoyongTrophy Bupati Bantul"

 

Nafiah Roudlotul Jannah (MIN 2 Bantul)  tampil sebagai juara Musyabaqah Hifdzil Quran ( MHQ ) tingkat Kabupaten Bantul dan berhak memboyong tropi Bupati Bantul mengungguli Septiana Rahma (MI Ma'arif Giriloyo II )dan Ahmad Fikri Darunnaja (SDN wukirsari) yang harus puas berada di urutan dua dan tiga.

Hadiah disampaikan Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari,S.Pd.Si di Madrasah Hijau,  Sabtu (10/4/2021) disaksikan orangtua peserta dan panitia.

Ketua Panitia Matsaga Virtual Competition (MVC) Drs.Sutanto didampingi sekretaris Suroto,S.Pd.I, Selasa (13/4/2021) menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan secara virtual meliputi 6 cabang yaitu MHQ, MTQ, Azan, Pildacil, Baca Puisi dan Kaligrafi  dengan peserta dari berbagai Kapanewon Bantul. "Mereka mengikuti lomba mulai pertengahan Maret sampai dengan 6 April tanggal 7 dan 8 April, Yuri melakukan penilaian tanggal 9 April dilaksanakan pengumuman hasil lomba dan pada tanggal 10 april dilaksanakan  penyerahan hadiah dengan mengundang juara 1,2,3 masing-masing kategori lomba beserta orang tuanya," terang Sutanto.

Selain mendapatkan trophyi tetap para juara juga memperoleh uang pembinaan dan piagam penghargaan. Sedangkan khusus bagi yang duduk di kelas 6 saat ini bisa masuk ke MTs secara otomatis tanpa harus melalui proses seleksi.



Suroto menambahkan, tema lomba adalah membentuk generasi Islam yang berakhlakul Karimah.

Tujuannya:

 Menjalin komunikasi dan tali silaturahmi dengan SD MI se Kabupaten Bantul, Meningkatkan kompetensi siswa di bidang agama Islam, dan ajang promosi madrasah menjelang PPDB 2021/2022.

Dalam sambutannya Sugeng Muhari menyampaikan terimakasih kepada para juara lomba dan orangtua yang hadir karena telah berpartisipasi dalam lomba yang digelar.

"Kami ucapkan selamat kepada anak anak hebat yang telah tampil menjadi pemenang, tak lupa bapak ibu yang memberi dukungan kepada mereka.

Madrasah siap menerima para juara tanpa seleksi untuk dapat melanjutkan pendidikan di sini," tandasnya.


Hasil 3 besar lomba selengkapnya adalah sbb, MTQ : Ahmad Faqih Nurul Cholil (MI Maarif Giriloyo II),Saila Khilmatul Izza (MI Maarif Ngliseng),Aqila Faiza Dwi Nur Arianti (SDN Dayu). Azan : Ilham Riski Mubarok (SD Muh.Tegallayang II),Syahri Ramadhani (MI Maarif Giriloyo II),Muhammad Zhafran Ma'aly(SD IT Ar Raihan). Pildacil : Ailsa Majid Aptazahra (SDN Imogiri),Ilham Nuemr Azmi (MI Maarif Giriloyo II),Gendhing Aji Barawani (SDN 1 Bantul). Baca Puisi : Astama Nur Abid Saputra(SD Muh.Tegallayang II),Imelda Amara Putri (SDN Dayu), Ananda Putri Aprilia (SDN Bango). Kaligrafi : Nadhif Fadhail Handiansyah (SDN Bango), Yogi Febian Galang P (SDN Dayu),Diah Agustina (SDN Bango)

Thursday, April 8, 2021

Kepala Diparda Bantul Apresiasi Buku Pantun Sutanto

 


Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo S.Sos memberikan apresiasi yang tinggi atas terbitnya buku kumpulan 333 pantun “Rangkaian Kata Sarat Makna” yang ditulis Guru MTsN 3 Bantul Drs.Sutanto.

“Terbitnya buku kumpulan 333 pantun Rangkaian Kata Sarat Makna yang ditulis mas Sutanto. Ini saya kira menjadi salahsatu daya tarik untuk dipromosikan, karena pariwisata mulai dikenal tidak hanya tentang obyek alamnya tetapi juga ketika dibahasakan bahkan dipantunkan, ini tentu saja menjadi salahsatu daya tarik yang bisa dinikmati oleh para wisatawan, artinya melihat keindahan alam akan tersirat makna apa dari pantun yang ditulis.”

Hal itu dikatakan Kwintarto saat menerima buku dari Sutanto di ruang kerjanya, Kamis siang (8/4/2021). Pria yang akrab disapa Mas Kwin tersebut, menyampaikan terimakasih atas tulisan tentang destinasi wisata/obyek wisata, kerajinan sekaligus kuliner, yang dirangkai dalam bentuk pantun. Harapannya buku tersebut dapat bermanfaat.

“Orang yang membaca buku tersebut akan penasaran untuk melihat situasi yang sesungguhnya, membuktikan tempat kuliner sehingga makin meningkat jumlah pengunjung dan masyarakat Kabupaten Bantul semakin sejahtera.” Imbuhnya.

Sutanto menambahkan, sejak awal niatnya buku pantun tersebut memang untuk mempromosikan potensi wisata, budaya, kuliner dan kerajinan dua kabupaten, yakni Bantul dan Kulonprogo.

Sejak bergabung dengan Komunitas Yuk Menulis pimpinan Vitriya Mardiyati Maret 2020, guru yang tinggal di Celep RT.07 Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden Bantul itu telah menulis 5 buku solo : Anggrek Vanda untuk Bunda (kumpulan 10 cerita anak), Nada-nada Cinta (kumpulan 52 puisi), Pahlawan Ketapel (kumpulan 15 cerita anak), Burung Berhati Emas (kumpulan fabel), dan Rangkaian Kata Sarat Makna (kumpulan 333 pantun).

“Saat ini sedang menyiapkan 2 buku lagi, yang satu tinggal edit akhir adalah kumpulan 222 pantun wisata dengan latarbelakang wisata dan kuliner Kota Yogyakarta, Gunugkidul dan Sleman agar lengkap se DIY.  Buku satunya yang tengah dipersiapkan adalah True Story,” kata Sutanto.

            Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari, S.Pd.S.i mengaku senang atas terbitnya buku dari guru di madrasahnya. Dirinya berharap makin banyak karya dan prestasi yang muncul di “Madrasah Hijau” yang beralamat di Wukirsari Imogiri.

“Kami terus support siswa maupun guru untuk terus berkarya, sebab secara langsung akan mendongkrak nama baik madrasah di masyarakat, dan akhirnya masyarakat semakin senang memasukkan putra putri mereka di madrasah ini.”

Thursday, April 1, 2021

39 Siswa SMAN 2 Bantul Lolos SNMPTN

 


Sebanyak 39 siswa SMAN 2 Bantul berhasil lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021. Mereka diterima UNY (23 siswa) di UGM (10 siswa), UPN (5 siswa) UIN (1 siswa). Mereka berasal dari kelas XII S1 (4 siswa), XII S2 (6 siswa), XII A1 (14 siswa), XII A2 (2 siswa), XII A3 (5 siswa), XII A4 (1 siswa), XII A5 (4 siswa), XII A6 (3 siswa). Sedangkan 2 siswa lain diterima melalui jalur kedinasan di Poltekes Kemenkes dari kelas XII A1. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang diterima SNMPTN ada 34 berarti ada peningkatan 5 siswa.

Atas capaian prestasi akademik tersebut, pihak sekolah mengundang siswa yang diterima tanpa tes di PTN tersebut bersama orangtuanya, Kamis (1/4/2021) di aula Ir.Soekarno, dihadiri plt Kepala SMAN 2 Bantul Ngadiya, S.Pd.M.M, Ketua Komite Ir.Sudiyanto,MM, Wakil Kepala dan Wali Kelas XII.


Dalam sambutannya Ngadiya, S.Pd.M.M mengucapkan selamat kepada para siswa yang diterima, tak lupa juga orangtua yang telah mendukung putra putrinya.

“Setelah dinyatakan diteriman 22 maret 2021, sudah merasa tenteram karena telah mendapat PTN, tekuni tetap bisa berprestasi ortu dukung penuh putra putrinya. jangan menurun prestasinya apalagi sampai drop out,” harapnya.

Ngadiyo juga meminta agar nanti selama kuliah fokus belajar, tetap berprestasi  cemerlang agar indeks sekolah akan terus naik. Tak kalah pentingnya harus hormat kepada orangtua, tidak boleh menentang dan selalu taat karena rida Allah tergantung rida orantua. Khusus dengan bapak ibu guru juga berperan sebagai wasilah turut mengantarkan kesuksesan. Menjaga sikap saling menghormati dg orang lain sangat utama, di bangku kuliah harus makin mandiri dan tetap mengingat almamater termasuk kepada  adik kelas.


Sementara itu, Ketua Komite  Ir.Sudiyanto,MM turut merasa gembira dan Bahagia atas prestasi akademik yang telah dicapai.

“Ini satu bentuk prestasi yg membanggakan dan langka. Angka 39 adalah prestasi yang luarbiasa.  Ungkapan syukur dan doa mesti terus dipanjatkan. Jangan merasa puas dengan  capaian ini, sebab persaingan akan semakin berat. Jangan cepat puas diri karena beban tugas sebagai mahasiswa tidaklah ringan.” tandas Sudiyanto.

Ketua Komite ini juga meminta kepada semua orangtua yang hadir untuk tetap menjalin komunikasi dengan putra putrinya. Meski sudah remaja namun anak tetap butuh disapa dan diberikan perhatian agar merasa nyaman dan hangat dalam hubungan keluarga.


Di akhir acara, Sutanto orangtua dari Hisyam Taqiyussalam (XII S2) memberikan cinderamata berupa buku cerita Pahlawan Ketapel karyanya melalui Komunitas Yuk Menulis (KYM) pimpinan Vitriya Mardiyati, diterima Kepala Sekolah dan guru Bahasa Indonesia, Jumarudin, S.Pd

Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...