Cerita
berjudul “Patriot Pramuka” mengantarkan Guru MTs Negeri 3 Bantul, Drs. Sutanto menjadi
penulis terbaik dalam lomba Nulis Cerpen dengan tema Ada Cerita di Pramuka,
yang diselenggarakan Omera Pustaka 6-25 Agustus 2021 lalu.
Sutanto
menuturkan sebagai pembina pramuka dirinya merasa tertantang mengikuti lomba
tersebut. Karena banyak pengalaman yang telah dilakoni mulai menjadi anggota
pasukan penggalang di SMPN Bambanglipuro, Dewan Ambalan Penenak di SPGN Bantul,
Dewan Kerja Cabang (DKC) Bantul, membina di beberapa Gugus Depan, dan menjadi
Andalan di Kwarcab Bantul semuanya menjadi sumber cerita.
Namun
dirinya lebih memilih mengambil cerita dengan seting perkemahan penggalang yang
sangat banyak hal yang bisa digali untuk menambah agar cerita menarik. Agar
cerita lebih hidup dengan membayangkan kisah yang pernah ada dan benar-benar
terjadi.
“Untuk
tokoh sengaja saya ambil dari pewayangan yaitu Bima dan Sena, agar pembaca
memiliki apresiasi terhadap seni tradisi yang adiluhung peninggalan nenek
moyang,” imbuh Sutanto.

Direktur
Omera Pustaka Rahmi Wijayanti menjelaskan, lomba diikuti 32 peserta dari
berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan diawali dengan pendaftaran 6-20 Agustus
2021, pengumpulan karya 25 Agustus 2021. Sedangkan pengumuman 5 penulis terbaik.
Kamis (30/9/2021).
Tentang
penentuan penulis terbaik tim Omera membuat beebrapa kriteria yaitu : Teknik
dan bahasa yang digunakan rapi, Alur
cerita yang disuguhkan menarik, dan Menulis sesuai syarat dan ketentuan.
Setelah
melewati seleksi cukup ketat tim menentukan 5 penulis terbaik: 1. Sutanto (Patriot
Pramuka), 2. Anggun Setiyani (Sebuah Kenal), 3. Vita Mei (Girl Scout, Story of
a Shoulder to Cry On), 4. Adam Burhan (Lima Petualang), 5. Dihyan An-nayyara
(Untukmu Jiwa Praja Muda).
Penulis
terbaik I akan mendapat piala, buku cetak, namanya tercantun di kover depan
buku dan mendapat voucher penerbitan buku solo separo harga.
Alasan
diadakannya penulisan cerpen bertema pramuka, menurut Rahmi karena pramuka
merupakan salah satu kegiatan berkesan bagi semua orang. Jenis ekstrakurikuler
ini memiliki beragam aktifitas seru seperti berkemah, api unggun, belajar baris
berbaris, belajar berbagai sandi, dengan diselipi aneka permainan dan
nyanyian-nyanyian seru. Hal tersebut yang menjadi alasan Omera Pustaka untuk
mengajak masyarakat untuk menuliskan pengalamannya ketika mengikuti kegiatan
pramuka.
“Buku
antologi kisah pramuka ini diharapkan bisa menjadi bacaan menarik siswa sekolah
tentang pramuka, juga memberikan motivasi untuk ikut kegiatan pramuka. Selain
itu, buku ini juga menjadi kado dari kami Omera Pustaka dan para penulis kepada
seluruh kader pramuka di seluruh indonesia bertepatan dengan hari pramuka,”
terang Rahmi.
Rahmi
mengaku sangat bersemangat meluncurkan proyek buku antologi kisah pramuka ini,
yang dikemas dalam lomba cerpen. Selain menjadi ajang kompetisi sastra, proyek
ini juga bertujuan untuk melahirkan buku yang berkisah tentang pramuka. sebuah
buku bacaan yang menarik untuk kader pramuka di seluruh Indonesia.