Sunday, October 10, 2021

Kahfi Mencetak Sejarah “Raih Emas Cabor Catur di PON”

 

Wajah polos M. Kahfi Maulana saat masih SD

        Siapa sangka wajah polos bocah kecil M. Kahfi Maulana, puluhan tahun kemudian akhirnya menjadi buah bibir masyarakat catur di DIY. Pecatur DIY M. Kahfi Maulana menorehkan tinta emas, karena menjadi pecatur pertama sepanjang sejarah catur di DIY, yang mampu meraih medali emas di arena Pekan Olahraga Nasional (PON). Berlaga dalam ajang PON XX di Papua, Kahfi berhasil mempersembahkan medali emas di nomor Catur Cepat Perorangan Putra setelah sampai babak terakhir bertengger di papan teratas mengemas 6,5 poin. Medali langsung disampaikan usai pertandingan, Jumat (8/10/2021) disaksikan pelatihnya Bima Triardi Wijaya, MN dengan penuh rasa bangga.





Melalui sambungan telepon genggam Bima menjelaskan, kemenangan Kahfi diperoleh saat bertanding melawan M.Miftahurrahman,MN (NTB), Nurdin Simanjutak, MN (Kepri), Yoseph Theolifus Taher, MI (Papua), Ruby Tamono (Sumbar), Muhammad Johan, MN.

Kahfi bermain imbang dengan 3 pecatur yakni: Arif Abdul Hafiz, MF (Jabar), Ishak Rianjar, MN (Maluku), dan Tirto, MI (Jateng).

Meski kehilangan satu poin saat menghadapi Octo Dami,MN (Bali) namun posisi Kahfi tak tergoyahkan. Untuk medali perak direbut pecatur Bali Octo Dami, sedangkan perunggu diraih pecatur tuan rumah Yoseph Theolifus Taher.

“Akhirnya DIY bisa mengukir sejarah baru, untuk cabor catur dari dulu belum pernah  mendapatkan medali emas. Baru di PON Papua bisa menyumbagkan medali emas. Kami  tetap minta dukungan doa seluruh masyarakat dan penggemar catur  semoga di catur standar bisa mendapatkan medali Emas kembali,” pungkas Bima


           Ketua I Pengda Percasi DIY Iwan Prihastomo mengaku bangga dengan capaian prestasi tersebut. Sebab sebelumnya prestasi terbaik pecatur DIY di arena PON Pekanbaru Riau meraih medali perak atas nama Sumaryono, MN (almarhum).

            “Prestasi ini sangat luarbiasa. Setelah sebelumnya di monor kilat perorangan meraih perunggu, sekarang di nomor cepat perorangan mendapat emas. Semoga di catur standar bisa menambah emas lagi,” harap Iwan.

 

 


Friday, October 8, 2021

Guru MTsN 3 Bantul Pemenang Lomba Cerpen Pramuka

 

Cerita berjudul “Patriot Pramuka” mengantarkan Guru MTs Negeri 3 Bantul, Drs. Sutanto menjadi penulis terbaik dalam lomba Nulis Cerpen dengan tema Ada Cerita di Pramuka, yang diselenggarakan Omera Pustaka 6-25 Agustus 2021 lalu.

Sutanto menuturkan sebagai pembina pramuka dirinya merasa tertantang mengikuti lomba tersebut. Karena banyak pengalaman yang telah dilakoni mulai menjadi anggota pasukan penggalang di SMPN Bambanglipuro, Dewan Ambalan Penenak di SPGN Bantul, Dewan Kerja Cabang (DKC) Bantul, membina di beberapa Gugus Depan, dan menjadi Andalan di Kwarcab Bantul semuanya menjadi sumber cerita.

Namun dirinya lebih memilih mengambil cerita dengan seting perkemahan penggalang yang sangat banyak hal yang bisa digali untuk menambah agar cerita menarik. Agar cerita lebih hidup dengan membayangkan kisah yang pernah ada dan benar-benar terjadi.

“Untuk tokoh sengaja saya ambil dari pewayangan yaitu Bima dan Sena, agar pembaca memiliki apresiasi terhadap seni tradisi yang adiluhung peninggalan nenek moyang,” imbuh Sutanto.



Direktur Omera Pustaka Rahmi Wijayanti menjelaskan, lomba diikuti 32 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan diawali dengan pendaftaran 6-20 Agustus 2021, pengumpulan karya 25 Agustus 2021. Sedangkan pengumuman 5 penulis terbaik. Kamis (30/9/2021).

Tentang penentuan penulis terbaik tim Omera membuat beebrapa kriteria yaitu : Teknik dan bahasa yang digunakan rapi,  Alur cerita yang disuguhkan menarik, dan Menulis sesuai syarat dan ketentuan.

Setelah melewati seleksi cukup ketat tim menentukan 5 penulis terbaik: 1. Sutanto (Patriot Pramuka), 2. Anggun Setiyani (Sebuah Kenal), 3. Vita Mei (Girl Scout, Story of a Shoulder to Cry On), 4. Adam Burhan (Lima Petualang), 5. Dihyan An-nayyara (Untukmu Jiwa Praja Muda).

Penulis terbaik I akan mendapat piala, buku cetak, namanya tercantun di kover depan buku dan mendapat voucher penerbitan buku solo separo harga.

Alasan diadakannya penulisan cerpen bertema pramuka, menurut Rahmi karena pramuka merupakan salah satu kegiatan berkesan bagi semua orang. Jenis ekstrakurikuler ini memiliki beragam aktifitas seru seperti berkemah, api unggun, belajar baris berbaris, belajar berbagai sandi, dengan diselipi aneka permainan dan nyanyian-nyanyian seru. Hal tersebut yang menjadi alasan Omera Pustaka untuk mengajak masyarakat untuk menuliskan pengalamannya ketika mengikuti kegiatan pramuka.

“Buku antologi kisah pramuka ini diharapkan bisa menjadi bacaan menarik siswa sekolah tentang pramuka, juga memberikan motivasi untuk ikut kegiatan pramuka. Selain itu, buku ini juga menjadi kado dari kami Omera Pustaka dan para penulis kepada seluruh kader pramuka di seluruh indonesia bertepatan dengan hari pramuka,” terang Rahmi.

Rahmi mengaku sangat bersemangat meluncurkan proyek buku antologi kisah pramuka ini, yang dikemas dalam lomba cerpen. Selain menjadi ajang kompetisi sastra, proyek ini juga bertujuan untuk melahirkan buku yang berkisah tentang pramuka. sebuah buku bacaan yang menarik untuk kader pramuka di seluruh Indonesia.

 

 




Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...