Tuesday, March 30, 2021

Kepala Dinsos P3A Apresiasi Deklarasi SRA di MTsN 3 Bantul

 


Pembentukan dan penyelenggaraan  Sekolah Ramah Anak (SRA) pada setiap sekolah termasuk MTsN 3  Bantul di Giriloyo Imogiri tidak sekedar memberikan kontribusi pada penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) yang akan segera dilaksanakan, tetapi lebih pada komitmen sekolah untuk menjamin terpenuhinya hak-hak dan perlindungan kepada anak dilingkup sekolah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Bantul Drs. Didik Warsito, M.Si di ruang kerjanya, Selasa (30/3/20201) terkait dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di beberapa sekolah/madrasah.

Secara khusus Didik Warsito memberikan apresiasi kepada MTsN 3 Bantul yang telah melakukan Deklarasi Sekolah Ramah Anak di madrasah setempat, Senin (29/3/2021).

“Semoga dengan deklarasi SRA yang dilanjutkan dengan pembentukan SRA  di MTsN 3 Bantul dengan SK Kepala Madrasah, anak-anak semakin mendapatkan pemenuhan hak-haknya dan mendapatkan perlindungan dari bentuk bentuk kekerasan terhadap anak.” Harap Didik.



        Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari, S.Pd.Si mengatakan,  Deklarasi SRA di madrasahnyadiikuti guru, pegawai disaksikan perwakilan siswa di aula Madrasah Hijau, Senin (29/3/2021).

Isi deklarasi meliputi delapan poin yakni : pertama, Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, kedua, Mewujudkan sekolah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan peserta didik, ketiga, Menghargai hak - hak anak, menjadi motivator, fasilitator sekaligus sahabat bagi peserta didik, keempat, Menciptakan sekolah bebas dari vandalisme, kekerasan fisik dan non fisik, kelima Menciptakan lingkungan sekolah bebas asap rokok, minuman keras dan NAPZA, keenam Membangun suasana sekolah sebagai komunitas pembelajar dan tempat pendidikan setelah keluarga, ketujuh, Menjamin kesehatan dan kesetaraan hak pendidikan tanpa diskriminasi, kedelapan, Menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari pornografi dan pornoaksi.

Usai pengucapan ikrar dilanjutkan dengan penandatangan lembar deklarasi diawali Kepala Madrasah diikuti guru dan pegawai.

     




Saturday, March 13, 2021

Bimtek Pembuatan Soal HOTS, MTsN 3 Bantul



Model pembelajaran di abad 21 diarahkan untuk melatih anak berpikir analitis bukan berpikir mekanistis.
menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah, diarahkan untuk mampu merumuskan masalah, bukan hanya  menyelesaikan masalah, diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu.

Hal tersebut dijelaskan Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Dikmad Kanwil Kemenag DIY, Anita Isdarmini, S.Pd, M.Hum selaku narasumber pertama, saat menyampaikan materi Kebijakan Tata Kelola Pembelajaran dan Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS dalam Bimtek Pembuatan Soal HOTS bagi guru MTsN 3 Bantul, di madrasah setempat Sabtu (13/2/2021).

Narasumber kedua Pengawas Madrasah Kemenag Bantul Drs. H. Mugiyanta, M.S.I menyampaikan materi Pengembangan Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi, sedangkan Praktek Penyusunan Soal dan Presentasi dipandu Wakamad Urusan Kurikulum Puji Lestari, S.Pd dan guru senior Siska Yuniati, M.Pd.

           


Kepala Madrasah Sugeng Muhari, S,Pd.Si mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan sebagai pengimbasan Bimtek penyusunan soal HOTS yang telah dilakukan Kanwil Kemenag DIY dan untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah dalam membuat soal berbasis HOTS.

“Dengan kegiatan ini saya mengajak agar para guru melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS sampai dengan penilaiannya,” harapnya.

Lebih lanjut Anita menguraikan, kunci utama tatakelola pembelajaran adalah  manajemen madrasah dan manajemen kelas. Dalam HOTS (Higher Order Thinking Skills), guru hendaknya menekankan pada penilaian yang mencakup 3 aspek yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan yang bisa meningkatkan keterampilan peserta didik.

Penilaian HOTS atau perpikir tingkat tinggi, harus dimulai dari mindset guru. Sebagaimana ciri pembelajaran abad 21, guru bukan satu-satunya sumber belajar, belajar tidak harus di kelas

murid dapat belajar terlebih dahulu sebelum guru memberikan pelajaran, guru berperan sebagai tutor dan proses pembelajaran berubah dari teaching and learning menjadi learning and tutoring,” tandas Anita.

           


Bimtek diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh semua peserta dipandu Aswantri Bekti,S.Pd dan Zhana Arum P, S.Pd, dilanjutkan pengucapan 5 nilai budaya kerja dipimpin Suroto, S.Pd.I.

          


  Dalam kesempatan itu, Mugiyanta memaparkan tentang 3 aspek keterampilan berpikir tingkat tinggi, yaitu : pertama, keterampilan berpikir sesuai dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar, kedua, keterampilan yang memiliki keinginan kuat untuk dapat memecahkan masalah yang muncul pada kehidupan sehari-hari, ketiga keterampilan yang dikerahkan dalam memecahkan permasalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis,  menginvestigasi, dan menyimpulkan.

“Dalam ranah kognetif kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah menganilis, menilai, mencipta. Perumusan tujuan pembelajaran harus jelas dalam menunjukkan kecakapan yang harus dimiliki peserta didik. Tujuan pembelajaran mengisyaratkan bahwa ada beberapa karakter kecakapan yang akan dikembangkan guru dalam pembelajaran. Selain itu, tujuan pembelajaran ini juga bertujuan untuk menguatkan pilar Pendidikan,” tandasnya.

 


 

 

 

 

Wednesday, March 10, 2021

Siswa MTsN 3 Bantul Juara Nasional Computational Thinking

 


Siswa MTs Negeri 3 Bantul Muhammad Anas Mufid tampil mengagumkan dengan meraih Juara I Nasional Computational Thinking dalam Kompetisi Tingkat Nasional ISC (Islamic and Sport Competition) dalam rangka Milad SMA Muhammadiyah pertengahan Februari 2021.

Hal tersebut dijelaskan Aswantri Bekti, S.Pd Guru Bahasa Inggris sekaligus pembimbing dari Madrasah Hijau yang beralamat di Giriloyo Imogiri Bantul.

Menurut Aswantri, Computational thinking merupakan salah satu kompetensi baru yang akan masuk dalam sistem pembelajaran anak Indonesia. Hal yang melatarbelakangi kebijakan ini adalah upaya pemerintah mempersiapkan generasi muda yang melek literasi digital. Dalam ranah spesifikasi bidang akademik, computational thinking masuk dalam pembahasan ilmu komputer didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk dapat menyajikan suatu masalah dan solusi masalah tersebut dalam suatu pernyataan algoritmis yang dapat dieksekusi oleh komputer.

Secara teknis computational thinking melibatkan empat langkah : dekomposisi masalah, menemukan pola, abstraksi, dan penyusunan algoritma,” imbuh Aswantri.

Hasil lomba Computational Thinking diumumkan Jumat (19/2/2021). Keberhasilan Mufid menjadi juara nasional ini amat membanggakan orangtua, pembimbing, seluruh warga madrasah, mengingat bidang tersebut akan mendukung keberhasilannya di bidang akademik ke depannya.

Saat menyerahkan Trophy Kejuaraan kepada Kepala Madrasah, Senin (8/3/2021), M.Anas Mufid mengaku sangat gembira mendapat kesempatan mengikuti lomba dan mempersembahkan trophy kepada madrasah tercinta

“Saya sangat senang diberi kesempatan ikut lomba,  dibimbing Pak Aswantri dan akhirnya bias juara. Semoga di kesempatan lain bisa ikut kegiatan lain dan juara lain,” ungkapnya dengan tersenyum.

Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari, S.Pd.Si menyambut gembira atas prestasi Mufid di tingkat nasional pada lomba kecerdasan yang telah diikutinya itu. “Prestasi Mufid menjadi modal MTsN 3 Bantul untuk terus mengembangkan potensi siswa di bidang akademik tingkat tinggi. Hal itu selaras dengan Visi Madrasah yaitu Terwujudnya generasi Islam yang Unggul dalam Imtaq, Akademik, Terampil serta berwawasan lingkungan” tandasnya.

            Sugeng menambahkan, dalam Tujuan Madrasah yang kelima adalah Menjuarai berbagai lomba di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Sehingga selaku Kepala dirinya mensuport keikutsertaan siswanya mengikuti berbagai kejuaraan secara daring maupun luring.

“Madrasah telah membentuk tim yang bertugas mengupdate berbagai info lomba, menyiapkan anak dan pembimbing, serta memantau sampai selesainya lomba,” pungkas Sugeng.

Workshop MGMP IPS MTs Bantul Hadirkan Dosen UNY.

 


Dalam rangka mengembangkan wawasan sejarah dari sumber sejarah yg akurat dan untuk penguatan materi sejarah ditingkat MTs.

MGMP IPS MTs Bantul menggelar Workshop dengan menghadirkan narasumber Pakar Pendidikan dari UNY Dr. Sudrajat, M.Pd. bertempat di Madrasah Hijau  MTsN 3 Bantul, Rabu (10/3/2021).


Ketua Panitia sekaligus Ketua MGMP IPS MTs Bantul Budi Hartono,S.Pd. menjelaskan, Kegiatan workshop diikuti 45 Guru IPS MTs di Bantul dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya dengan tujuan agar guru dapat meningkat kompetensinya terutama materi sejarah.

"Manfaat lain Kegiatan Workshop MGMP IPS MTs Bantul bagi para Guru adalah selain peserta mendapat sertifikat workshop, juga membantu anggota yang kesulitan laporan belanja TPG berupa kuitansi kegiatan yang bisa dipakai sebagai bukti laporan belanja TPG,” imbuh Budi.

Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari, S.Pd.Si. menyambut positif kegiatan tersebut, sebab MGMP adalah wadah yang pas untuk peningkatan kualitas guru. “Jadi madrasah kami terbuka untuk kegiatan MGMP, namun tentu saja kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sehingga kegiatan tetap berjalan namun kesehatan tak boleh dinomorduakan,” ungkap Sugeng.


Dalam paparan materinya, Sudrajat menjelaskan tentang asal usul perkembangan jenis-jenis manusia dari zaman purba sampai zaman modern.

Dosen yang masih berusia muda tersebut merampungkan Sarjana Pendidikan Sejarah Di IKIP Yogyakarta 1998, Pasca Sarjana IPS di UNY 2010 dan S3 Ilmu Pendidikan di UNY 2018.

Meski masih muda namun pengalaman risetnya tak perlu diragukan lagi. Tahun 2015 melakukan 2 riset tentang Dinamika Keturunan Tionghoa Muslim di Purbalingga dan Implementasi Pendidikan Karakter di MTs Wahid Hasyim-SMP 3 Klaten. Tahun 2016 melakukan riset Profesionalisme Guru IPS SMP di Kabupaten Sleman. Tahun 2017 riset Pendidikan Berbasis Budaya pada SMP Negeri 3 Banguntapan dan Tahun 2018 riset Pembelajaran IPS Humanistik pada SMP Budi Mulia 2 Yogyakarta.

“Saya sangat senang diundang dan bisa berbagi pengalaman dengan bapak ibu guru mapel IPS MTs di Bantul, semoga sedikit yang bisa kami sampaikan ini bisa menyegarkan kembali materi sejarah khususnya tentang sejarah manusia,” pungkasnya.


Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...