Digembleng
IM Dede Lioe, Sutanto Makin Semangat
Jakarta-Memasuki hari
ke-2 Kursus Pelatih Catur Nasional, Kamis (16/3/2023), Guru MTsN 3 Bantul, Drs.
Sutanto semakin semangat menjadi calon pelatih. Penyebabnya tak lain karena mendapat
gemblengan langsung dari Pengajar Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA), International
Master (IM) Dede Lioe tentang Permainan Akhir (endgame).
“Materi yang disampaikan Pak Dede membuka
wawasan saya akan pentingnya permainan akhir. Di materi ini disimulasikan
berbagai contoh bangunan ending dan penyelesainya. Ini sangat membantu calon
pelatih,” ujar Sutanto.
Senada dengan Sutanto, rekan
sedaerahnya, Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim, SM.,MM dan Garry Fianchetto
Pamungkas, S.Pd.
Bintang
mengaku sangat jelas menangkap materi permainan akhir dari pemain kawakan
Indonesia tersebut.
“Kapasitas Pak Dede tak perlu
diragukan, pengalamannya membela Indonesia di kancah internasional menjadikan
materinya enak diterima, apalagi disertai bangunan yang menarik,” ujar Bintang.
“Saya juga semakin paham tentang
endgame yang diberikan pak Dede,” imbuh Garry.
Dede menjelaskan, permainan akhir
adalah tahap permainan dimana hanya ada sedikit buah catur yang tersisa. Batas
permainan tengah dan akhir tidak terlalu jelas dan bsa terjadi secara bertahap
atau melalui pertukaran beberapa pasang buah catur yang cepat.
Permainan akhir bisa dibagi dalam 3
lategori: permainan akhir teoritis, permaian akhir praktis dan permainan akhir
artistik. Permainan akhir teoritis posisi dimana cara bermain yang benar sudah
diketahui dan dianalisis sehingga solusinya masalah teknis. Permainan akhir
praktis posisi yang muncul di permainan nyata dimana cara bermain yang baik
akan mengubahnya menjadi posisi permainan akhir teoritis. Sedangkan permainan
akhir artistik adalah posisi buatan yang
berisi permainan akhir teoritis yang disembunyikan oleh komplikasi problematis.
Prinsip permainan akhir adalah:
aktivitas raja, struktur bidak, memanfaatkan kelemahan, membatasi aktivitas
buah lawan, mengaktifkan bidak sendiri dan perencanaan permainan akhir.
“Ada 3 faktor yang memberikan
karakter khusus pada permainan akhir yakni kekuatan raja, pion bebas dan langkah
paksaan. Zugzwang,” tegas Dede mengutip pendapat Dr. Emanuel Lasker.
Narasumber ke-2 MN. Hendry Djamal,
FT menyampaikan materi Pendalaman Opening. Di awal materi Hendry berpesan
kepada peserta pelatihan, jika anak didik yang dilatih tak suka ending maka
pembukaan harus gambit. Seorang pelatih juga harus menyiapkan data teknis
pecatur (Red Book) yang berisi catatan rahasia atlet.
“Kepada
calon pelatih saya beri PR harus belajar dengan komputer. Ini penting agar anak
didiknya bisa menjadi juara pertama!” tandasnya.
Mengutip
pendapat Casablanca Hendry memberi tips dalam melatih atlet agar buah lawan
yang berbahaya dari pihak lawan harus dibunuh. Dan pemain putih dilarang keras
kalah.
Untuk
itu peran komputer untuk membantu mencari contoh partai-partai yang menang
dengan buah putih maupun hitam.
Sedangkan materi terakhir dari WIM
Lisa Lumongdong, FTl lebih menyorot pengaruh faktor non teknis yang
mempengaruhi prestasi atlet. Paling tidak ada 3 hal penting yang mesti
diperhatikan pelatih kepada atletnya yakni: motivasi, kepercayaan diri dan
fokus.
Hal
yang bisa membangkitkan motivasi diantaranya: memiliki banyak teman &
menjadi bagian suatu komunitas, memiliki pengalaman menarik dalam dan di luar
kompetisi, menyenangkan pihak lain dan meningkatkan kemampuan diri. Kepercayaan
diri dapat dibangun melalui orangtua/ lingkungan yang mendukung, latihan
efektif, tampil bagus saat berlatih, punya hubungan baik dengan pelatih, punya
perlengkapan yang baik dan merasa fit. Beberapa hal untuk membuat atlet fokus
saat tanding: selalu berdoa,siap dengan pembukaan, siap strategi, antisipasi
gangguan lawan, alat catur lengkap.
“Perlengkapan seperti ID Card, alat
tulis, catur, jam, minum, snack, siap data notasi akan sangat mendukung pemain
untuk bisa fokus,” pungkas Lisa.