Friday, March 31, 2023

Geguritan

 




Tumekane Wulan Mulya

 

Srengenge tumuju patunggon

Gumanti tekane rembulan tanggal sepisan

Atiku bungah datan kinira

Kelakon mrangguli maneh

Tumekane wulan mulya

 

Wulan suci kang dianti-anti

Wulan kebak ing pangapura

Wektu kang trep meper hawa nepsu

Mbengkas sukertaning raga

Nggayuh sampurnaning jiwa


Thursday, March 30, 2023

Kasi Dikmad Gembira, Menerima Buku dari Sutanto

Kasi Dikmad menerima buku dari Sutanto

            Bantul- Kasi Pendidikan Madrasah, Ahmad Musyadad, S.Pd.I.,MSI, merasa senang mendapat cinderamata berupa buku “Cintaku untuk Pertiwi” dari Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Drs Sutanto.

            “Buku kumpulan puisi ini sangat bagus. Ditulis oleh para penulis terpilih se Indonesia, bahkan ada puisi dari Bapak Menteri Agama,” puji Kasi Dikmad di kantornya, Rabu (29/3/2023).

Ahmad Musyadad memberi apresiasi kepada Sutanto yang getol terus menulis, berkolaborasi membangun network dengan banyak tokoh. Dirinya juga pernah menyumbangkan tulisannya di MTsN 3 Bantul tempat Sutanto mengajar.

            Sutanto mengaku gembira atas sambutan yang hangat dari Kasi Dikmad. Terlebih Ahmad Musyadad sangat mendukung gerakan literasi yang ada di madrasahnya.

Di dalam buku tersebut dirinya  menciptakan puisi berjudul “Indah Negeriku” bersama penulis dari berbagai belahan nusantara. Yang lebih menggembirakan Sutanto mendapat buku “Cintaku untuk Pertiwi” dalam edisi khusus yang diterbitkan oleh Komunitas Yuk Menulis (KYM) pimpinan Vitriya Mardiyati. Para pejabat Kemenag RI turut menulis dalam buku tersebut, termasuk Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas.

            “Tentu saya bersyukur puisi saya terpilih di antara ribuan puisi yang masuk. Dan yang lebih membahagiakan, saya mendapat kesempatan mendapatkan buku antologi dalam edisi khusus langsung dari founder KYM, Mbak Vitriya Mardiyati selaku penggagas even ini. Saya juga bersyukur puisi saya sebuku dengan karya Pak Menteri Agama,” kata Sutanto, di MTsN 3 Bantul, Jumat (31/03/2023).  

            “Bergabung di KYM sangat menyenangkan, karena impian membuat buku bisa terwujud. Alhamdulillah sampai saat ini saya sudah bisa membuat 18 buku solo, dan 80 lebih buku antologi. Di komunitas ini juga bisa berkolaborasi dengan para tokoh nasional,” tutur pria yang hobi main catur ini dengan bahagia.
Dalam kesempatan itu Sutanto menyerahkan Laporan Keikutsertaannya dalam Penataran pelatih Catur Nasional di JI Ekspo Jakarta, 15-8 Maret 2023 lalu.


            Vitriya Mardiyati menjelaskan, terbitnya buku tersebut dalam rangka memperingati HUT RI ke-77 dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2022. Even ini tercetus Juli 2022 berawal dari dorongan turut mengekspresikan rasa cinta terhadap Indonesia. Maka terbesit keinginan untuk mengadakan event besar melibatkan 10 ribu warga madrasah se-Indonesia dan ternyata Allah memberikan jalur manis.

            “Alhamdulillah tak hanya warga madrasah di bawah Kemenag, para siswa lain di bawah Kemendikbud pun ikut menyukseskan event ini. Dari target 10 ribu puisi, akhirnya menjadi 13 ribu puisi terbaik mampu kami kumpulkan,” jelas Vitriya.

Sunday, March 26, 2023

Di depan Wabup, Sutanto Sampaikan Kunci Sabar


       Ramadan telah tiba. Bulan suci yang dinanti oleh segenap umat Islam telah hadir kembali dan disambut dengan penuh suka cita. Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadan, maka Allah mengharamkan jasadnya di semua neraka”. Alangkah bahagia dan tenteram hati kita mendengar janji Allah tersebut. Tentunya tak cukup hanya dengan rasa gembira saja kita menyambut hadirnya Ramadan, namun mesti diisi dengan berbagai amalan. Kita ingin agar puasa berhasil mencapai derajat takwa. Agar puasa kita tidak sia-sia, salahsatu kuncinya kita mesti bersabar.

            Ramadan disebut juga dengan syahrus shabr, bulan kesabaran. Dikatakan demikian karena pada bulan ini umat Islam dilatih untuk bersabar melalui ibadah puasa. Menahan lapar, menahan dahaga adalah latihan sabar, menahan untuk tidak berhubungan suami istri di siang hari, menahan agar tidak marah, menahan untuk tidak mengumpat semuanya adalah latihan sabar. Salahsatu kunci meraih sabar adalah dengan menjauhi rasa iri dengki.

            Hal itu disampaikan Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto saat menyampaikan Kultum dihadapan Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo dan Tim Safari Tarawih Kabupaten Bantul bertempat di Masjid Al Ikhlas Ceme Srigading Sanden bantul, Sabtu malam (25/3/2023).

            Sutanto menambahkan, ada sebuah kisah dari sahabat Anas Bin Malik ra saat duduk bersama Rasulullah SAW dan sahabat lain. Rasulullah bersabda,”Akan muncul dihadapan kalian sesaat lagi seseorang dari penghuni surga.” Lalu datanglah seorang pria dari golongan kaum Anshar. Peristiwa itu berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan menjadikan penasaran Abdullah bin Amr bin Ash yang mengikuti pria Anshar dan meminta ijin menginap di rumahnya untuk melihat keseharian pria tersebut.

            Selama tiga malam menginap tak ada amalan istimewa yang dilihat, dan itu menimbulkan tanya bagi Abdullah. Pria Anshar berterus terang, bahwa dia tidak memiliki amalan istimewa namun dia mengaku bahwa dalam dirinya tak pernah ada rasa iri dengki. Itulah kuncinya mengapa dia dikatakan Rasulullah sebagai ahli surga.



            Wabup mengatakan, diselenggarakannya Safari Tarawih merupakan sarana silatirurahiim dari pejabat di Pemkab Bantul dengan warga masyarakat.

            “Yang terpenting dari acara tahunan ini adalah kami ingin silaturahiim, lebih dengan dengan masyarakat, mendengar keluh kesah dari masyarakat secara langsung. Sehingga jika ada hal yang ingin disampaikan kami bisa langsung mendengar dan merespon,” imbuh Wabup.

            Wakil Bupati didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bambang Guritno, Kabag Kesra, Pambudi Arifin Rakhman, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bambang Purwadi Nugroho, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, Agus Sulistiyana, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana), Suprianto, Kepala Dinas Sosial, Gunawan Budi Santosa, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Sekretaris BPBD, Sugeng Prihatin dari Baznas. Tak ketinggalan Panewu Sanden, Deni Ngajis Hartono dan jajarannya, Lurah Srigading, Prabawa Suganda beserta staf.

            Di akhir acara, Wabup menyampaikan bantuan dana dari Pemkab diterima Jamin mewakili takmir. Sugeng Prihatin menyerahkan bantuan dana dari Baznas diterima Sutanto. Sedangkan Kabag Kesra menyampaikan 10 paket untuk warga dhuafa di dusun Ceme. (tan)

 

 

Friday, March 24, 2023

Sutanto Pimpin Rakercab Kwarcab Bantul


 

            Bantul-Guru MTsN 3 Bantul, Drs. Sutanto mendapat kepercayaan memimpin Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Kwarcab Bantul tahun 2023 ditandai dengan penyerahan Palu Sidang dari Waka Bidang Organisasi, Hukum dan Kehumasan Sunarto,SH.MM kepada Sutanto di Aula Gubug Pramuka Kabupaten Bantul, Selasa (21/3/2023).

            Raker dihadiri Sekretaris Kwarda DIY, drh. Sri Budoyo, unsur Mabicab diwakili Sekretaris Disdikpora Dr. Titik Sunarti Widyaningsih,S.Pd.MPd, Ketua Kwarcab Bantul Hj. Emi Masruroh S.Pd, Wakabidang Abdimas, Drs. Supriyanto Widodo,MT, para Andalan, Pimpinan Satuan Karya, Utusan Kwaran se Bantul (Ketua, Sekretaris dan DKR).

            Menurut Kakwarcab, Rakercab ini sangat penting dilaksanakan, untuk mengevaluasi tugas-tugas Kwarcab dan merencanakan program kerja tahun 2023.  Tugas Gerakan Pramuka tidaklah mudah karena pemerintah memberikan tanggung jawab yang besar untuk melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas, berakhlak mulia, dan berkepribadian jujur dan disiplin.

            “Saya sedang berpikir bagaimana kegiatan bisa dilaksanakan dan bisa menggali potensi, menanamkan karakter dengan memberi contoh nyata. Apapun yang kita lakukan mesti berdasar petunjuk Kwarnas dan Kwarda. Dari situ kita memilih program yang bisa dilakukan agar Pramuka bisa optimal memberi manfaat kepada masyarakat,” tandas Emi.

            Dalam Rakercab ini akan dievaluasi pencapaian target yang telah ditetapkan pada tahun 2022 dan merencanakan program kerja yang akan dilaksanakan di tahun 2023.  Evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan dalam mencapai target dan juga menemukan kekurangan yang perlu diperbaiki di masa mendatang.

            “Dalam merencanakan program kerja tahun 2023, Kwarcab Gerakan Pramuka Bantul akan memperhatikan aspirasi anggota dan memilih program yang paling sesuai untuk mewujudkan tujuan kepramukaan,” imbuh Kak Emi.

            Sutanto menjelaskan Rakercab diawali dengan laporan program kerja 2022 oleh Sunarto, Informasi kegiatan 2023 dam 2024 oleh Supriyanto Widodo dan paparan hasil Sidparcab DKC Bantul oleh Elfa Dwi Astuti.

Setelah paparan diteruskan dengan tanggapan dari Kwaran dan dibagi dalam 2 termin, setiap termin diberikan kesempatan unuk 3 penanya.

            Beberapa hal yang mengemuka diantaranya informasi lahirnya Saka Adyasta dengan fokus kegiatan seputar Pemilu. Akan segera dilaksanakan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka melalui aplikasi dan seputar penajaman kegiatan Saka Bhayangkara dalam mendukung pengaturan Lebaran dan Tahun Baru. Sedangkan dari Bidang Bina Muda menyampaikan tentang persiapan menuju Raimuna Nasional dan program percepatan Pramuka Garuda. 

 

 

Sutanto Mendapat Anugerah Pelatih Nasional Pratama


             Jakarta – Guru MTsN 3 Bantul, Drs. Sutanto mendapat anugerah sebagai Pelatih Nasional Pratama (PNP) bidang Catur. Predikat baru tersebut diperolehnya melalui sertifikat tertanggal 18 Maret 2023 yang ditandatangani langsung Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) Grandmaster (GM) Utut Adianto. Sutanto mengikuti Penataran Pelatih Catur tingkat Nasional yang bersamaan dengan even Kejurnas Catur di Arena JI-Expo (Jakarta International Expo) Kemayoran Lantai 6 Jl. Haji Benyamin Suaeb, Jakarta, Rabu s.d Sabtu  (15-18/3/2023).

            Bidang Pelatihan Pelatih PB. Percasi Woman International Master (WIM) Lisa Lumongdong selaku koordinator menjelaskan, penataran kali ini terbanyak dibanding penataran sebelumnya. Diikuti 63 orang berasal dari 22 provinsi se Indonesia. Adapun  pemateri terdiri dari GM. Utut Adianto, MN. Hendry Djamal, FT, International Master (IM) Dede Lioe, dan MN. Heri Darmanto, PN.

            “Selama penataran, peserta mendapatkan banyak materi kepelatihan, seperti: Peran dan Tantangan Pelatih, Aspek Psikologis Pembukaan Catur, Pendalaman Opening, Faktor Non Teknis Dalam Bermain Catur, Kombinasi, Permainan Akhir, Penerapan Teknologi dalam Catur,” terang Lisa.

           


Sebagai peserta, Sutanto merasa tertantang untuk terus belajar dan belajar. Dengan mengikuti penataran berskala nasional tersebut dirinya merasa ilmunya semakin kurang.

            “Selama 4 hari bertemu dengan calon pelatih se Indonesia dan mendapat gemblengan dari pakar catur, saya merasa ilmu saya sangat kurang. Saya mendapat banyak ilmu khusus dalam bidang kepelatihan. Satu hal penting yang saya ingat adalah pesan Pak Utut, setiap peserta harus punya murid untuk dilatih,” tutur Sutanto.

            Satu hal lagi yang membuat Sutanto senang, dari hobinya menulis buku melalui Komunitas Yuk Menulis pimpinan Vitriya Mardiyati, dirinya bisa menyampaikan cindera mata berupa buku “Memoar Pusparagam Kisah 64 Kotak Gelap Terang” yang berisi kisahnya menggeluti catur kepada WIM. Lisa Lumongdong dan GM. Utut Adianto.

            Kepala MTsN 3 Bantul, Sugeng Muhari, S.Pd.Si menyambut gembira karena salahsatu guru di madrasahnya berhasil menyelesaikan proses penataran dan menyandang gelar Pelatih Nasional Pratama.

            “Semenjak kehadiran Pak Tanto Februari 2021 di MTsN 3 Bantul mulai ada ekstra kurikuler catur. Sedikit demi sedikit mulai nampak bakat yang muncul dan bisa berprestasi di tingkat Kabupaten. Bahkan prestasi terakhir di ajang Por Pelajar turut mempersembahkan Medali Perak Beregu Catur Standar. Semoga kedepan semakin banyak siswa yang berprestasi,” pungkas Sugeng.

 

Digembleng IM Dede Lioe, Sutanto Makin Semangat

 


            Jakarta-Memasuki hari ke-2 Kursus Pelatih Catur Nasional, Kamis (16/3/2023), Guru MTsN 3 Bantul, Drs. Sutanto semakin semangat menjadi calon pelatih. Penyebabnya tak lain karena mendapat gemblengan langsung dari Pengajar Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA), International Master (IM) Dede Lioe tentang Permainan Akhir (endgame).

            “Materi yang disampaikan Pak Dede membuka wawasan saya akan pentingnya permainan akhir. Di materi ini disimulasikan berbagai contoh bangunan ending dan penyelesainya. Ini sangat membantu calon pelatih,” ujar Sutanto.

            Senada dengan Sutanto, rekan sedaerahnya, Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim, SM.,MM dan Garry Fianchetto Pamungkas, S.Pd.

Bintang mengaku sangat jelas menangkap materi permainan akhir dari pemain kawakan Indonesia tersebut.

            “Kapasitas Pak Dede tak perlu diragukan, pengalamannya membela Indonesia di kancah internasional menjadikan materinya enak diterima, apalagi disertai bangunan yang menarik,” ujar Bintang.

            “Saya juga semakin paham tentang endgame yang diberikan pak Dede,” imbuh Garry.

             Dede menjelaskan, permainan akhir adalah tahap permainan dimana hanya ada sedikit buah catur yang tersisa. Batas permainan tengah dan akhir tidak terlalu jelas dan bsa terjadi secara bertahap atau melalui pertukaran beberapa pasang buah catur yang cepat.

            Permainan akhir bisa dibagi dalam 3 lategori: permainan akhir teoritis, permaian akhir praktis dan permainan akhir artistik. Permainan akhir teoritis posisi dimana cara bermain yang benar sudah diketahui dan dianalisis sehingga solusinya masalah teknis. Permainan akhir praktis posisi yang muncul di permainan nyata dimana cara bermain yang baik akan mengubahnya menjadi posisi permainan akhir teoritis. Sedangkan permainan akhir artistik  adalah posisi buatan yang berisi permainan akhir teoritis yang disembunyikan oleh komplikasi problematis.

            Prinsip permainan akhir adalah: aktivitas raja, struktur bidak, memanfaatkan kelemahan, membatasi aktivitas buah lawan, mengaktifkan bidak sendiri dan perencanaan permainan akhir.

            “Ada 3 faktor yang memberikan karakter khusus pada permainan akhir yakni kekuatan raja, pion bebas dan langkah paksaan. Zugzwang,” tegas Dede mengutip pendapat Dr. Emanuel Lasker.

            Narasumber ke-2 MN. Hendry Djamal, FT menyampaikan materi Pendalaman Opening. Di awal materi Hendry berpesan kepada peserta pelatihan, jika anak didik yang dilatih tak suka ending maka pembukaan harus gambit. Seorang pelatih juga harus menyiapkan data teknis pecatur (Red Book) yang berisi catatan rahasia atlet.

“Kepada calon pelatih saya beri PR harus belajar dengan komputer. Ini penting agar anak didiknya bisa menjadi juara pertama!” tandasnya.

Mengutip pendapat Casablanca Hendry memberi tips dalam melatih atlet agar buah lawan yang berbahaya dari pihak lawan harus dibunuh. Dan pemain putih dilarang keras kalah.

Untuk itu peran komputer untuk membantu mencari contoh partai-partai yang menang dengan buah putih maupun hitam.

           


Sedangkan materi terakhir dari WIM Lisa Lumongdong, FTl lebih menyorot pengaruh faktor non teknis yang mempengaruhi prestasi atlet. Paling tidak ada 3 hal penting yang mesti diperhatikan pelatih kepada atletnya yakni: motivasi, kepercayaan diri dan fokus.

Hal yang bisa membangkitkan motivasi diantaranya: memiliki banyak teman & menjadi bagian suatu komunitas, memiliki pengalaman menarik dalam dan di luar kompetisi, menyenangkan pihak lain dan meningkatkan kemampuan diri. Kepercayaan diri dapat dibangun melalui orangtua/ lingkungan yang mendukung, latihan efektif, tampil bagus saat berlatih, punya hubungan baik dengan pelatih, punya perlengkapan yang baik dan merasa fit. Beberapa hal untuk membuat atlet fokus saat tanding: selalu berdoa,siap dengan pembukaan, siap strategi, antisipasi gangguan lawan, alat catur lengkap.

            “Perlengkapan seperti ID Card, alat tulis, catur, jam, minum, snack, siap data notasi akan sangat mendukung pemain untuk bisa fokus,” pungkas Lisa.

 

 

Wednesday, March 15, 2023

Dalam Belajar Catur Hindari 3 Kesalahan Ini!

 

Agar menjadi pemain bagus, dalam belajar catur hindari 3 kesalahan sebagai berikut: Pertama, hanya fokus pada latihan teori pembukaan saja tanpa mempelajari permainan tengah dan akhir. Kedua, lebih sering melakukan latih tanding dengan lawan yang kemampuannya rendah, kurang menyukai tantangan dan cepat puas. Ketiga tidak membiasakan diri melakukan analisa partai sendiri.

            Hal itu disampaikan Bidang Pelatihan Pelatih PB. Percasi Lisa Lumondong, WIM saat menjadi nara sumber dalam Kursus Pelatih Catur Nasional yang diikuti peserta dari Sabang Sampai Merauke, di Arena JI-Expo (Jakarta International Expo) Kemayoran Lantai 6 Jl. Haji Benyamin Suaeb, Jakarta, Rabu (15/3/2023).

            Mengutip dari Secret of Chess Training (Mark Dvortesky), Lisa menyampaikan bahwa pelatih mesti mengenali dan paham kelebihan dan kekurangan murid.

            “Salahsatu tugas trainer adalah melakukan diagnosa yang tepat untuk seluruh murid. Banyak pemain hanya fokus pengetahuan teori pembukaan. Padahal bagi pecatur yunior jauh lebih penting fokus latihan improvement. Teori sangat penting, namun fase permainan akhir tak kalah penting dan harus menjadi perhatian,” Lisa mengingatkan.

Komisi Catur Sekolah, MN. Hendry Djamals, FT menyampaikan materi Aspek Psikologis Pembukaan Catur. Seorang pelatih mesti mendorong atlet yang diasuhnya menguasai 12 langkah untuk setiap pembukaan, sehingga harus menyisihkan 2 jam per hari khusus belajar catur.

            “Salahsatu rekomendasi untuk acuan belajar pembukaan adalah Modern Chess Openings (MCO) yang didalamnya memuat Double King Pawn Openings, Semi Open Games, Double Queen Pwan Openings,  Other Queen Pawn Opening, Indian Openings dan Flank Openings,” tandas Hendry.


Sedangkan MN. Heri Darmanto, PN mengupas materi Penerapan Teknologi dalam Catur. Ada beberapan pilihan tempat terbaik untuk bermain catur, yakni:Chess.com, Lichess,Chessbase, Fide Online Arena (FOA), Chess 24, Internet Chess Club dan Free Inernet Chess Server.

            Di akhir sesi cindera mata, Sutanto menyerahkan bukukanya kepdan buku memoar Pusparagam Kisah 64 Kotak Gelap Terang karya Guru MTsN 3 kepada Lisa Lumondong, disaksikan 2 teman sedaerahnya, Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim, SM.,MM danGarry Fianchetto Pamungkas, S.Pd.


 


Monday, March 13, 2023

Bunda Literasi Dorong Siswa MTsN 3 Bantul untuk Berkarya

 


 

            Bunda Literasi Kabupaten Bantul, Hj. Emi Masruroh, S.Pd mendorong para siswa MTsN 3 Bantul untuk bisa berkarya melalui tulisan, tidak hanya sekedar membaca. Banyak karya yang bisa dibuat seperti: antologi puisi, komik, dan lainnya. Sebagai istri Bupati dirinya mendapat amanah untuk memajukan literasi di Bantul, sehingga tanpa rasa lelah melakukan kunjungan ke madrasah/ sekolah mensuport literasi.

            Hal itu dikatakannya saat melakukan kunjungan di madrasah yang berjuluk Madrasah Hijau sekaligus sebagai Pembina Upacara, Senin (13/3/2023).

Kegiatan tersebut diikuti siswa, guru, pegawai Tata Usaha dan Kasi Dikmad Kemenag Bantul, Ahmad Musyadad, SAg, MSI.

Tak lupa Bunda Literasi mengajak para siswa untuk mengikuti informasi sebagai bekal pengetahuan agar menjadi generasi yang cerdas.

            “Siswa yang berprestasi tidak bisa lepas dari membaca. Tanpa membaca kita juga tidak bisa mendapatkan hasil pembelajaran yang maksimal,“ pungkasnya.

            Kasi Dikmad menambahkan, Bunda Literasi Bantul sengaja dihadirkan agar mampu menstimulasi minat baca siswa dan membudayakannya dalam kehidupan sehari-hari.

            “Generasi bangsa ini lahir dari mereka yang saat ini sedang duduk di bangku madrasah. Untuk itu mereka harus berupaya agar menjadi siswa berprestasi dalam mendukung generasi lndonesia yang cerdas dan bermartabat,” imbuhnya.

 

 

Sunday, March 5, 2023

 

Guru MTsN 3 Bantul Ikuti Pelatihan Jurnalistik

 


Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto mendapatkan kesempatan mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang digelar Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Media Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY menghadirkan narasumber anggota DPD RI asal DIY, DR. H. Hilmy Muhammad, Rois Syuriah PWNU DIY, KH. Mas`ud Masduqi, Direktur Lembaga Pengkajian Teknologi Informasi Pelataran Mataram (LPTI PM) Yogyakarta, Husein Asyharie,S.HI, Jurnalis SKH.Kedaulatan Rakyat, Febrianto, di aula KH. Abdurrahaman Wahid, lantai 2 Kantor PWNU DIY, Sabtu (4/3/2023).

           


Ketua Penyelenggara, H. Fahmy Akbar Idries, SE., MM menjelaskan, ada 32 peserta yang mengikuti berasal dari utusan PCNU dan Badan Otonom (Banom) dibawah naungan NU. Pelatihan bertujuan agar kader NU mengenal, mengetahui dan mendalami seluk beluk jurnalistik, baik itu mengenai terbitan media (cetak maupun online) termasuk trik dan tips menulis di media massa.

            DR. H. Hilmy Muhammad atau yang akrab disapa Gus Hilmy menyampaikan terimakasih kepada BPP Media PWNU DIY telah berhasil melaksanakan kegiatan pelatihan. Dirinya mengharap dari pelatihan ini dapat melahirkan jurnalis baru/ kader jurnalis yang baik terlebih menghadapi Pemilu 2024.

            “Saya ingin Pemilu mendatang lebih bersih dan beritanya berimbang. Melalui pelatihan ini semoga memunculkan kader jurnalis NU yang mampu membuat berita yang bagus, dapat terkurangi hoaks maupun berita yang menjelekkan dan memfitna,” harapnya.

            Sedangkan Jurnalis SKH Kedaulatan Rakyat, Febrianto, S.Kom menyampaikan  definisi jurnalistik beserta contohnya, produk jurnalistik, ketentuan membuat judul. Menurutnya dalam membuat judul jangan lebih dari 7 kata dan dibuat yang menarik agar membuat orang penasaran ingin membaca.       Dalam membuat berita mesti menggunakan kalimat efektif, panjang berita 5-7 alinea.

            “Usahakan dalam satu kalimat satu tanda koma saja, gunakan kalimat aktif/ melakukan. Jangan lupa gunakan kata/ kalimat yang mudah dimengerti pembaca. Maka sebelum berita kita kirim, baca berulang-ulang dengan memposisikan kita sebagai pembaca,” tandasnya.

            Rois Syuriah PWNU DIY, KH. Mas`ud Masduqi mengingatkan, dalam segala hal harus diniatkan ibadah, termasuk dalam mengikuti pelatihan.

            “Masyarakat banyak yang bertanya tentang NU, baik program maupun capaiannya. Untuk itu peran jurnalis sangat strategis agar masyarakat lebih tahu banyak informasi terkait hal itu,” kata kyai yang kharismatik tersebut.

            Direktur LPTI PM Yogyakarta, Husein Asyharie mengupas karakteristik media sosial seperti: twiter, facebook, instagram, tiktok, dan youtube. Twiter bersifat ekspresif, usia random, disukai untuk perang argumen. Facebook berbasis komunitas, pengguna25-49 banyak digunakan mencari teman. Instagram kontennya dapat viral kapanpun, usia pengguna di bawah 3 tahun.Youtube tak sepenuhnya sosial media namun banyak interaksi melalui komen.Sedangkan tiktok auidensnya aktif setiap hari banyak digunakan usia 10-29 tahun.

            “Dari medsos tersebut, yang paling efektif untuk mengangkat sesuatu menjadi isyu nasional adalah twiter,” imbuh Febri. 

 


 

Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...