Sebagai wujud empati, perwakilan MTsN 6 Kulon Progo yang terdiri Kepala Madrasah mam
Syamroni, S.Pd, Ketua Badan Amal Zakat Infak dan Sedekah (BAZIS) Miftakhul
Munir,S.Ag, Kepala TU Sudaryati, A.Md mengunjungi
SMPN 1 Turi Sleman di Donokerto Turi Sleman, Sabtu (29/2/2020).
Dalam kunjungan tersebut juga digunakan menyerahkan
santunan untuk keluarga korban susur sungai. Bantuan sebesar empat juta rupiah diserahkan
Imam Syamroni, S.Pd, kepada Kepala SMPN 1 Turi, Tutik Nurdiana untuk selanjutnya
diteruskan kepada keluarga korban susur sungai.
Dana yang diserahkan tersebut berasal dari infak seluruh
warga madrasah yang dikumpuklan beberapa waktu lalu., termasuk siswa, guru
pegawai, didukung juga dari Bazis yang ada di MTsN 6 Kulon Progo. Dana ZIS berasal
dari Zakat Profesi guru dan pegawai, rata-rata setiap bulannya terkumpul sekitar
3 juta. Dana tersebut digunakan untuk santunan GTT/PTT, santunan siswa yatim,
piatu, yatim piatu, dhuafa, santunan korban musibah bencana alam, serta untuk
kegiatan keislaman.
Terkait tragedi tersebut keluarga besar madrasah yang
berada di dusun Klampok Brosot Galur Kulon Progo itu menyampaikan duka yang mendalam
teriring doa semoga para korban wafat dalam keadaan husnul khotimah, kelurga yang
ditinggal dapat menerima dengan hati
ikhlas. “Semoga segenap guru karyawan SMPN 1 Turi diberikan ketabahan, segera bangkit untuk mencerdaskan anak
didiknya,” harap Imam.
Tutik Nurdiana menyampaikan rasa terimakasih yang
mendalam atas perhatian dari keluarga besar MTsN 6 Kulon Progo. Berbagai pihak
telah memberikan bantuan berupa materian maupun non materiial.
Munir menambahkan, rombongan dari madrasahnya berkesempatan
melihat langsung siswa siswi yang
diberikan pendampingan telah kembali bersemangat
mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Siswa yang selamat dari
musibah telah memperoleh terapi trauma healing dari beberapa ahli. Para guru
juga telah kembali melaksanakan tugasnya mendidik dengan baik.
Menurut penduduk setempat ternyata jarak lokasi susur
sungai dengan sekolah cukup jauh yakni sekitar 5 kilometer. Ada yang diantar
dengan sepedamotor, ada juga yang jalan kaki, sehingga tak mengherankan bila
peserta sudah cukup lelah menempuh perjalanan sebelum turun di sungai.
Dalam perjalanan pulang,
rombongan dari MTsN 6 Kulon Progo menyempatkan melihat sungai yang digunakan untuk kegiatan. “Bila
situasi wajar tidak hujan deras, air sungai dangkal dan cukup jernih,” pungkas
Munir.


No comments:
Post a Comment