Anggota Komisi D,
DPRD DIY Andriana Wulandari, SE mendukung rencana terbitnya buku kumpulan 222
pantun yang ditulis Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul Drs.Sutanto. Bahkan dirinya bersedia
memberikan pengantar untuk buku tersebut sebagai wujud suportnya pada
kesejahteraan masyarakat di bidang wisata serta kuliner.
"Saya sangat senang dengan buku kumpulan pantun tulisan
pak Tanto ini. Dengan senang hati saya akan memberikan pengantarnya. Isinya
cukup bagus dan menarik karena turut mempromosikan wisata dan kuliner yang ada di
DIY khususnya Kabupaten Sleman, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta," ungkap
Ndari di kantornya, Selasa (13/4/2021).
Saat menerima
Sutanto di ruang kerjanya, politisi perempuan yang berasal dari Pandak Bantul tersebut
juga menerima cinderamata Buku Kumpulan 333 Pantun berlatarbelakang
Wisata,Kerajinan, Kuliner Kabupaten Bantul dan Kulon Progo yang sudah terbit
sebelumnya.
Bahkan sebagai bukti kecintaannya pada dunia literasi,
anggota dewan yang akrab disapa mbak Ndari itu juga memborong buku Pahlawan
Ketapel dan Burung Berhati Emas karya Sutanto.
Sutanto yang
tinggal di Celep RT.07 DK.02 Srigading Sanden Bantul menjelaskan, buku yang
akan segera diterbitkan tersebut diberi titel "Untaian Kata Penuh
Makna" dengan pertimbangan belum banyak orang menulis kumpulan pantun khususnya yang
berlatarbelakang destinasi wisata dan kuliner.
"Potensi wisata dan kuliner di DIY sangat
luarbiasa. Dengan buku sederhana yang berisi 222 pantun ini wisata dan kuliner
akan terangkat dan semakin dikenal luas,sehingga banyak yang mengunjungi
tempat-tempat wisata dan menikmati kulinernya," harap Sutanto.
Sejak bergabung dengan Komunitas Yuk
Menulis pimpinan Vitriya Mardiyati Maret 2020, guru yang aktif sebagai pengurus
catur Kabupaten Bantul ini telah menulis 5 buku solo : Anggrek Vanda untuk
Bunda (kumpulan 10 cerita anak), Nada-nada Cinta (kumpulan 52 puisi), Pahlawan
Ketapel (kumpulan 15 cerita anak), Burung Berhati Emas (kumpulan fabel), dan
Rangkaian Kata Sarat Makna (kumpulan 333 pantun) disamping puluhan buku antologi.
Disinggung tentang mengapa
Andriana Wulandari yang dipilih sebagai sosok pemberi pengantar bukunya, tak
lain karena Sutanto merasa bahwa Komisi D yang membidangi Kesejahteraan Rakyat
sangat pas karena bidang yang ditangani ada agama,pemdidikan, Kesehatan & KB,
pemuda & olahraga, kebudayaan, sosial, pemberdayaan masyarakat & perempuan, pariwisata, transmigrasi
serta iptek.
“Pantun saya berlatarbelakan
wisata dan kuliner jadi sinkron dengan bidang yang ditangani komisi D terutama sektor
wisata, sosial dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.


No comments:
Post a Comment