Melalui
sambungan telepon genggam Bima menjelaskan, kemenangan Kahfi diperoleh saat
bertanding melawan M.Miftahurrahman,MN (NTB), Nurdin Simanjutak, MN (Kepri),
Yoseph Theolifus Taher, MI (Papua), Ruby Tamono (Sumbar), Muhammad Johan, MN.
Kahfi
bermain imbang dengan 3 pecatur yakni: Arif Abdul Hafiz, MF (Jabar), Ishak
Rianjar, MN (Maluku), dan Tirto, MI (Jateng).
Meski
kehilangan satu poin saat menghadapi Octo Dami,MN (Bali) namun posisi Kahfi tak
tergoyahkan. Untuk medali perak direbut pecatur Bali Octo Dami, sedangkan
perunggu diraih pecatur tuan rumah Yoseph Theolifus Taher.
“Akhirnya
DIY bisa mengukir sejarah baru, untuk cabor catur dari dulu belum pernah mendapatkan medali emas. Baru di PON Papua
bisa menyumbagkan medali emas. Kami tetap
minta dukungan doa seluruh masyarakat dan penggemar catur semoga di catur standar bisa mendapatkan
medali Emas kembali,” pungkas Bima
Ketua
I Pengda Percasi DIY Iwan Prihastomo mengaku bangga dengan capaian prestasi
tersebut. Sebab sebelumnya prestasi terbaik pecatur DIY di arena PON Pekanbaru
Riau meraih medali perak atas nama Sumaryono, MN (almarhum).
“Prestasi ini sangat luarbiasa.
Setelah sebelumnya di monor kilat perorangan meraih perunggu, sekarang di nomor
cepat perorangan mendapat emas. Semoga di catur standar bisa menambah emas
lagi,” harap Iwan.
No comments:
Post a Comment