Saturday, August 19, 2023

50 Penulis Ditantang Membuat Puisi Tema Pergi

 


Founder KYM, Vitriya Mardiyati

             50 orang penulis ditantang untuk membuat puisi dengan tema PERGI. Tantangan diberikan oleh Founder Komunitas Yuk Menulis (KYM) Vitriya Mardiyati. Untuk tantangan kali ini pihaknya memberikan bonus kipas angin bagi peserta.

        “Even memang hanya diperuntukkan bagi 50 penulis. Tak sampai sehari kuota sudah terpenuhi. Dan selanjutnya peserta hanya kami batasi seminggu untuk mengirim karya terbaiknya. Sampai siang ini  sudah 22 karya yang masuk,” terang Vitriya, di Klaten (20/8/2023)
            Menulis apalagi dicetak menjadi buku memang selalu menarik. Sebab nantinya jejak tulisan itu akan bisa dibaca banyak orang. Maka para anggota KYM yang jumlahnya ribuan berebut memanfaatkan kesempatan emas ini.
Beberapa yang sudah berhasil masuk dalam 50 penulis terpilih,juga sudah mengirimkan karyanya  adalah nama-nama berikut.   


        .

            Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto tak ketinggalan mengikuti even menarik ini. Berbekal pengalamannya menjadi angota KYM sejak Maret 2020 lalu, ia mencoba selalu update even yang penuh tantangan. Untuk even kali ini, dirinya membuat puisi berjudul Masih Ada Rindu.

            “Puisi tersebut adalah cerita tentang kepergian saya dari tempat mengajar lama ke tempat kerja baru. Bukan karena permintaan namun hanya menjalani perintah saja. Meski di tempat lama hanya sebentar namun ada kesan mendalam dan kerinduan yang tak pernah hilang,” ungkap Sutanto.

            Guru dari Banyuasin, Gunawan menulis puisi berjudul Demi Masa Depan. Puisi tersebut isinya mencari kehidupan untuk masa depan dengan cara merantau. Karena ehidupan di tanah kelahiran tidak menjanjikan.

            Sementara Shinta Fauziah Romdhoni yang merupakan Guru SD Cibereum I, Talaga, Majalalengka, membuat puisi Jika Aku Pergi, isinya tentang kegelisahan serta ketakutan seseorang jika harus pergi terlebih dahulu meninggalkan keluarga dan dan alam semesta, meskipun dia yakin semua akan baik baik saja.


            Sedangkan Guru SMP IT Abu Bakar Yogyakarta, Esti Utami, S. Pd, menorehkan udul  Mencarimu Kembali untuk puisinya. Isinya tentang Berdamai dengan rasa rindu yang tak sudah-sudah pada ibu. Ibu, selalu jadi tempat terhangat untuk pulang.                         

            Rachma Erawanti,  Guru SMAN 1 Imogiri, Bantul tak ketinggalan ikut even spesial ini dengan membuat puisi berjudul Dalam Kerinduan. Isinya tentang keresahan hatinya karena bayang-bayang yang selalu hadir dan membuat dirinya semakin merindukan, Namun apa daya bayang itu harus pergi.

            Atvi Lutviani, S.Pd. AUD yang berprofesi sebagai Guru TK, membua puisi berjudul Aku Pergi.

            “Puisi ini bercerita tentang kepergianku untuk mencari kebaikan diri, meski sudah bekerja di tempat sebelumnya selama puluhan tahun. Namun demi kebaikan memutuskan untuk pergi,” kenangnya

No comments:

Post a Comment

Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...