50 orang penulis ditantang untuk membuat puisi dengan tema PERGI. Tantangan diberikan oleh Founder Komunitas Yuk Menulis (KYM) Vitriya Mardiyati. Untuk tantangan kali ini pihaknya memberikan bonus kipas angin bagi peserta.
“Even memang hanya diperuntukkan bagi 50 penulis. Tak sampai sehari kuota sudah terpenuhi. Dan selanjutnya peserta hanya kami batasi seminggu untuk mengirim karya terbaiknya. Sampai siang ini sudah 22 karya yang masuk,” terang Vitriya, di Klaten (20/8/2023)
Menulis apalagi
dicetak menjadi buku memang selalu menarik. Sebab nantinya jejak tulisan itu akan bisa
dibaca banyak orang. Maka para anggota KYM yang jumlahnya ribuan berebut memanfaatkan kesempatan emas ini.
Beberapa yang sudah berhasil masuk dalam 50 penulis terpilih,juga sudah mengirimkan karyanya adalah nama-nama berikut.
.
Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto tak
ketinggalan mengikuti even menarik ini. Berbekal pengalamannya menjadi angota
KYM sejak Maret 2020 lalu, ia mencoba selalu update even yang penuh tantangan.
Untuk even kali ini, dirinya membuat puisi berjudul Masih Ada Rindu.
“Puisi tersebut adalah cerita
tentang kepergian saya dari tempat mengajar lama ke tempat kerja baru. Bukan
karena permintaan namun hanya menjalani perintah saja. Meski di tempat lama
hanya sebentar namun ada kesan mendalam dan kerinduan yang tak pernah hilang,”
ungkap Sutanto.
Guru
dari Banyuasin, Gunawan menulis puisi berjudul Demi Masa Depan. Puisi
tersebut isinya mencari kehidupan untuk masa depan dengan cara merantau. Karena
ehidupan di tanah kelahiran tidak menjanjikan.
Sementara
Shinta Fauziah Romdhoni yang merupakan Guru SD Cibereum I, Talaga,
Majalalengka, membuat puisi Jika Aku Pergi, isinya tentang kegelisahan
serta ketakutan seseorang jika harus pergi terlebih dahulu meninggalkan keluarga
dan dan alam semesta, meskipun dia yakin semua akan baik baik saja.
Sedangkan
Guru SMP IT Abu Bakar Yogyakarta, Esti Utami, S. Pd, menorehkan udul Mencarimu Kembali untuk puisinya. Isinya
tentang Berdamai dengan rasa rindu yang tak sudah-sudah pada ibu. Ibu, selalu
jadi tempat terhangat untuk pulang.
Rachma
Erawanti, Guru SMAN 1 Imogiri, Bantul
tak ketinggalan ikut even spesial ini dengan membuat puisi berjudul Dalam
Kerinduan. Isinya tentang keresahan hatinya karena bayang-bayang yang
selalu hadir dan membuat dirinya semakin merindukan, Namun apa daya bayang itu
harus pergi.
Atvi
Lutviani, S.Pd. AUD yang berprofesi sebagai Guru TK, membua puisi berjudul Aku
Pergi.
“Puisi
ini bercerita tentang kepergianku untuk mencari kebaikan diri, meski sudah
bekerja di tempat sebelumnya selama puluhan tahun. Namun demi kebaikan
memutuskan untuk pergi,” kenangnya
.jpg)


No comments:
Post a Comment