Saturday, March 13, 2021

Bimtek Pembuatan Soal HOTS, MTsN 3 Bantul



Model pembelajaran di abad 21 diarahkan untuk melatih anak berpikir analitis bukan berpikir mekanistis.
menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah, diarahkan untuk mampu merumuskan masalah, bukan hanya  menyelesaikan masalah, diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu.

Hal tersebut dijelaskan Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Dikmad Kanwil Kemenag DIY, Anita Isdarmini, S.Pd, M.Hum selaku narasumber pertama, saat menyampaikan materi Kebijakan Tata Kelola Pembelajaran dan Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS dalam Bimtek Pembuatan Soal HOTS bagi guru MTsN 3 Bantul, di madrasah setempat Sabtu (13/2/2021).

Narasumber kedua Pengawas Madrasah Kemenag Bantul Drs. H. Mugiyanta, M.S.I menyampaikan materi Pengembangan Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi, sedangkan Praktek Penyusunan Soal dan Presentasi dipandu Wakamad Urusan Kurikulum Puji Lestari, S.Pd dan guru senior Siska Yuniati, M.Pd.

           


Kepala Madrasah Sugeng Muhari, S,Pd.Si mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan sebagai pengimbasan Bimtek penyusunan soal HOTS yang telah dilakukan Kanwil Kemenag DIY dan untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah dalam membuat soal berbasis HOTS.

“Dengan kegiatan ini saya mengajak agar para guru melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS sampai dengan penilaiannya,” harapnya.

Lebih lanjut Anita menguraikan, kunci utama tatakelola pembelajaran adalah  manajemen madrasah dan manajemen kelas. Dalam HOTS (Higher Order Thinking Skills), guru hendaknya menekankan pada penilaian yang mencakup 3 aspek yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan yang bisa meningkatkan keterampilan peserta didik.

Penilaian HOTS atau perpikir tingkat tinggi, harus dimulai dari mindset guru. Sebagaimana ciri pembelajaran abad 21, guru bukan satu-satunya sumber belajar, belajar tidak harus di kelas

murid dapat belajar terlebih dahulu sebelum guru memberikan pelajaran, guru berperan sebagai tutor dan proses pembelajaran berubah dari teaching and learning menjadi learning and tutoring,” tandas Anita.

           


Bimtek diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh semua peserta dipandu Aswantri Bekti,S.Pd dan Zhana Arum P, S.Pd, dilanjutkan pengucapan 5 nilai budaya kerja dipimpin Suroto, S.Pd.I.

          


  Dalam kesempatan itu, Mugiyanta memaparkan tentang 3 aspek keterampilan berpikir tingkat tinggi, yaitu : pertama, keterampilan berpikir sesuai dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar, kedua, keterampilan yang memiliki keinginan kuat untuk dapat memecahkan masalah yang muncul pada kehidupan sehari-hari, ketiga keterampilan yang dikerahkan dalam memecahkan permasalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis,  menginvestigasi, dan menyimpulkan.

“Dalam ranah kognetif kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah menganilis, menilai, mencipta. Perumusan tujuan pembelajaran harus jelas dalam menunjukkan kecakapan yang harus dimiliki peserta didik. Tujuan pembelajaran mengisyaratkan bahwa ada beberapa karakter kecakapan yang akan dikembangkan guru dalam pembelajaran. Selain itu, tujuan pembelajaran ini juga bertujuan untuk menguatkan pilar Pendidikan,” tandasnya.

 


 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...