Thursday, April 8, 2021

Kepala Diparda Bantul Apresiasi Buku Pantun Sutanto

 


Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo S.Sos memberikan apresiasi yang tinggi atas terbitnya buku kumpulan 333 pantun “Rangkaian Kata Sarat Makna” yang ditulis Guru MTsN 3 Bantul Drs.Sutanto.

“Terbitnya buku kumpulan 333 pantun Rangkaian Kata Sarat Makna yang ditulis mas Sutanto. Ini saya kira menjadi salahsatu daya tarik untuk dipromosikan, karena pariwisata mulai dikenal tidak hanya tentang obyek alamnya tetapi juga ketika dibahasakan bahkan dipantunkan, ini tentu saja menjadi salahsatu daya tarik yang bisa dinikmati oleh para wisatawan, artinya melihat keindahan alam akan tersirat makna apa dari pantun yang ditulis.”

Hal itu dikatakan Kwintarto saat menerima buku dari Sutanto di ruang kerjanya, Kamis siang (8/4/2021). Pria yang akrab disapa Mas Kwin tersebut, menyampaikan terimakasih atas tulisan tentang destinasi wisata/obyek wisata, kerajinan sekaligus kuliner, yang dirangkai dalam bentuk pantun. Harapannya buku tersebut dapat bermanfaat.

“Orang yang membaca buku tersebut akan penasaran untuk melihat situasi yang sesungguhnya, membuktikan tempat kuliner sehingga makin meningkat jumlah pengunjung dan masyarakat Kabupaten Bantul semakin sejahtera.” Imbuhnya.

Sutanto menambahkan, sejak awal niatnya buku pantun tersebut memang untuk mempromosikan potensi wisata, budaya, kuliner dan kerajinan dua kabupaten, yakni Bantul dan Kulonprogo.

Sejak bergabung dengan Komunitas Yuk Menulis pimpinan Vitriya Mardiyati Maret 2020, guru yang tinggal di Celep RT.07 Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden Bantul itu telah menulis 5 buku solo : Anggrek Vanda untuk Bunda (kumpulan 10 cerita anak), Nada-nada Cinta (kumpulan 52 puisi), Pahlawan Ketapel (kumpulan 15 cerita anak), Burung Berhati Emas (kumpulan fabel), dan Rangkaian Kata Sarat Makna (kumpulan 333 pantun).

“Saat ini sedang menyiapkan 2 buku lagi, yang satu tinggal edit akhir adalah kumpulan 222 pantun wisata dengan latarbelakang wisata dan kuliner Kota Yogyakarta, Gunugkidul dan Sleman agar lengkap se DIY.  Buku satunya yang tengah dipersiapkan adalah True Story,” kata Sutanto.

            Kepala MTsN 3 Bantul Sugeng Muhari, S.Pd.S.i mengaku senang atas terbitnya buku dari guru di madrasahnya. Dirinya berharap makin banyak karya dan prestasi yang muncul di “Madrasah Hijau” yang beralamat di Wukirsari Imogiri.

“Kami terus support siswa maupun guru untuk terus berkarya, sebab secara langsung akan mendongkrak nama baik madrasah di masyarakat, dan akhirnya masyarakat semakin senang memasukkan putra putri mereka di madrasah ini.”

No comments:

Post a Comment

Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...