Ramadan telah tiba. Bulan suci yang dinanti oleh segenap umat Islam telah hadir kembali dan disambut dengan penuh suka cita. Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadan, maka Allah mengharamkan jasadnya di semua neraka”. Alangkah bahagia dan tenteram hati kita mendengar janji Allah tersebut. Tentunya tak cukup hanya dengan rasa gembira saja kita menyambut hadirnya Ramadan, namun mesti diisi dengan berbagai amalan. Kita ingin agar puasa berhasil mencapai derajat takwa. Agar puasa kita tidak sia-sia, salahsatu kuncinya kita mesti bersabar.
Ramadan disebut
juga dengan syahrus shabr, bulan kesabaran. Dikatakan demikian
karena pada bulan ini umat Islam dilatih untuk bersabar melalui ibadah puasa.
Menahan lapar, menahan dahaga adalah latihan sabar, menahan untuk tidak
berhubungan suami istri di siang hari, menahan agar tidak marah, menahan untuk
tidak mengumpat semuanya adalah latihan sabar. Salahsatu
kunci meraih sabar adalah dengan menjauhi rasa iri dengki.
Hal itu disampaikan Guru MTsN 3
Bantul, Sutanto saat menyampaikan Kultum dihadapan Wakil Bupati Bantul, Joko
Purnomo dan Tim Safari Tarawih Kabupaten Bantul bertempat di Masjid Al Ikhlas
Ceme Srigading Sanden bantul, Sabtu malam (25/3/2023).
Sutanto menambahkan, ada sebuah
kisah dari sahabat Anas Bin Malik ra saat duduk bersama Rasulullah SAW dan
sahabat lain. Rasulullah bersabda,”Akan muncul dihadapan kalian sesaat lagi
seseorang dari penghuni surga.” Lalu datanglah seorang pria dari golongan kaum Anshar.
Peristiwa itu berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan menjadikan penasaran
Abdullah bin Amr bin Ash yang mengikuti pria Anshar dan meminta ijin menginap
di rumahnya untuk melihat keseharian pria tersebut.
Selama tiga malam menginap tak ada
amalan istimewa yang dilihat, dan itu menimbulkan tanya bagi Abdullah. Pria
Anshar berterus terang, bahwa dia tidak memiliki amalan istimewa namun dia
mengaku bahwa dalam dirinya tak pernah ada rasa iri dengki. Itulah kuncinya
mengapa dia dikatakan Rasulullah sebagai ahli surga.
Wabup mengatakan, diselenggarakannya
Safari Tarawih merupakan sarana silatirurahiim dari pejabat di Pemkab Bantul
dengan warga masyarakat.
“Yang terpenting dari acara tahunan
ini adalah kami ingin silaturahiim, lebih dengan dengan masyarakat, mendengar
keluh kesah dari masyarakat secara langsung. Sehingga jika ada hal yang ingin
disampaikan kami bisa langsung mendengar dan merespon,” imbuh Wabup.
Wakil Bupati
didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan,
Bambang Guritno, Kabag Kesra, Pambudi Arifin Rakhman, Kepala Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bambang Purwadi Nugroho, Kepala Dinas
Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, Agus
Sulistiyana, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala
sarta Tata Sasana), Suprianto, Kepala Dinas Sosial, Gunawan Budi Santosa,
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Sekretaris BPBD, Sugeng Prihatin dari Baznas. Tak
ketinggalan Panewu Sanden, Deni Ngajis Hartono dan jajarannya, Lurah Srigading,
Prabawa Suganda beserta staf.
Di akhir acara, Wabup
menyampaikan bantuan dana dari Pemkab diterima Jamin mewakili takmir. Sugeng
Prihatin menyerahkan bantuan dana dari Baznas diterima Sutanto. Sedangkan Kabag
Kesra menyampaikan 10 paket untuk warga dhuafa di dusun Ceme. (tan)


No comments:
Post a Comment