Monday, April 10, 2023

Gobyok Maton Kanjeng Sunan, Semarakkan Peringatan Nuzulul Qur`an

 


Setelah sempat beberapa lama vakum tidak tampil, bertepatan dengan Peringatan Nuzulul Qur`an di Masjid Al Ikhlas Ceme Srigading, Sabtu (8/4/2023), Grup Musik Islami Gobyok Maton Kanjeng Sunan tampil dengan bagus.

Saat pra acara, dengan vokalis Yoto Purnomo mereka menyuguhkan lagu: Gesang Istiqomah, Tiket Swarga, dan Pepeling.

            Grup yang memadukan instrumen modern (organ,drum elektrik, bas) dan isntrumen tradisional (demung, saron, rebana, angklung, bonang, kendang) juga melatih keberanian anak-anak dengan menampilkan lagu: Allahul Kahfi dan Surgamu. Sedangkan di pamungkas acara kembali tampil dengan suguhan Sholli Wasalimda, Salawat Nariyah, Tamba Ati dan Aja Sira Bungah-bungah.

            Wakil Ketua Takmir Masjid, Sutanto merasa bangga anak-anak muda di dusunnya kembali dapat berkiprah mengisi acara pengajian setelah beberapa waktu terhenti. Karena beberapa even harus mendatangkan grup dari luar dusun.

            “Selaku pengurus takmir saya turut senang, adik-adik pemuda bangkit kembali semangatnya, mau berlatih dan bisa tampil mengisi pengajian kali ini. Potensi di Ceme sebenarnya luar biasa, semoga kedepan ada kesempatan lagi untuk tampil tak hanya di dusun sendiri,” harap Sutanto.

            Sutanto menambahkan, sebagaimana tahun sebelumnya, Pengajian Nuzulul Qur`an mengundang jamaah satu kring di wilayah Srigading, dihadiri Lurah Srigading, Ir.R.Prabawa Suganda. Sedangkan tausiah disampaikan Pengasuh Ponpes Fadlun Minalloh Wonokromo Pleret, KH. Katib Masyhudi.

           


Dalam sambutannya Lurah Srigading mengingatkan, Ramadan waktu yang tepat untuk berubah menuju insan bertakwa. Tak lupa selaku lurah dia meminta masyarakat untuk mengawasi anak-anak agar tak terkena pengaruh buruk.

            “Saat ini sedang marak klithih dan juga perang sarung yang sangat meresahkan karena mereka membawa senjata tajam. Disinilah pentingnya orangtua mesti turut mengawasi anak-anak agar tak terjerumus kesalam pergaulan yang salah,” tandas Prabawa.

           


Kyai Katib menegaskan, modal ngaji (tholabul `ilmi) tidak memerlukan syarat yang sulit, sebab syaratnya sangatlah mudah dan ringan. Untuk ikut ngaji cukup dengan 3D yaitu datang, duduk dan dengar. Namun akan lebih baik ditambah satu D lagi yaitu dong (paham terhadap apa yang disampaikan).

            Kyai Katib menambahkan, pahala orang yang ngaji sangat luarbiasa. Baru niat mau berangkat saja Allah akan mengampuni dosanya sebelum orang tersebut melangkah. Sabda Rasulullah,”Barangsiapa yang berjalan dengan tujuan mencari ilmu maka sungguh Allah akan memudahkan orang itu jalan menuju surga.”

            “Orang yang hadir di majelis ilmu, lebih bagus daripada salat seribu rakaat, dan lebih baik dibandingkan menjenguk seribu orang sakit, serta lebih baik daripada mengantar seribu jenazah. Jadi pahalanya sangat luarbiasa,” tegas Katib.

            Lebih lanjut kyai yang bersahaja tersebut menambahkan, kitab suci Al-Qur`an diturunkan agar dibaca diapahami, diketahui isinya dan dilaksanakan. Jadi jangan puas hanya membaca Quran saja, namun mesti berusaha untuk mengetahui isinya agar dapat dilaksanakan.


 

 

No comments:

Post a Comment

Buku Solo ke-23 Segera Terbit

            Guru Seni Budaya MTsN 3 Bantul, Sutanto akan segera menerbitkan bukunya yang ke-23. Hal ini menarik perhatian  Bunda Literasi Ba...