Membuat
cerita disertai ilustrasi merupakan tantangan tersendiri yang dirasakan para
penulis. Karena tak hanya kemampuan menuangkan ide dalam sebuah cerita saja
namun mesti menyiapkan ilustrasi yang butuh keterampilan. Dan bahagia dirasakan
para peserta Workshop Ilustrasi ketika karya mereka lolos kurasi dan muncul
cover buku yang siap menjadi sebuah buku.
Pimpinan Komunitas Yuk Menulis (KYM)
Vitriya Mardiyati, Sabtu (8/4/2023) menjelaskan, setelah peserta workshop diberi
tantangan membuat cerita dengan tokoh tumbuhan mereka juga ditantang membuat ilustrasi
sendiri.
“Kita tantang mereka membuat cerita
sekaligus membuat ilustrasi sederhana dengan memanfaatkan aplikasi. Nyatanya
mereka bisa melewati tantangan itu dengan baik sesuai target waktu yang kita
tetapkan," terang Vitriya
Sutanto,
pendidik di MTsN 3 Bantul membuat cerita tentang Beringin dan Jeruk yang berjudul Semua memiliki
kelebihan. Isinya
tentang pohon Jeruk yang merasa rendah diri tidak memiliki kelebihan
sebagaimana pohon Beringin. Beringin memiliki badan besar dan berdaun rimbun. Sedangkan Jeruk bertubuh ramping
penuh dengan duri. Beringin mengingatkan bahwa makhluk hidup di dunia ini
tentunya memiliki kekurangan dan
kelebihan. Terkadang diri sendiri tak merasa memiliki kelebihan, padahal
sebenarnya banyak. Meski tubuh Jeruk penuh
dengan duri yang bisa membahayakan makhluk lain, namun duri bermanfaat bagi
manusia, misalnya untuk mengeluarkan nanah. Klebihanmu lain memiliki buah yang bisa
dibuat minuman, juga bisa dimanfaatkan untuk obat. Akhirnya Jeruk memahami apa
yang disampaikan Beringin dan tak lai rendah diri.
Guru/ SMPN 2 Mlati Rizqa Putri
Nastiti, membuat cerita: Kelapa dan
Pisang. Isinya menceritakan tentang Alfi (pohon kelapa) dan Soni (pohon pisang)
yang awalnya tidak akrab. Alfi merasa bangga karena kokoh daripada Alfi. Suatu
saat datang manusia yang kehausan dan kelaparan. Awalnya manusia naik ke Alfi,
dan meminum buah kelapa. Namun karena dagingnya tipis, manusia naik ke Soni
mengambil buah pisang. Semenjak itu, Alfi dan Soni akur dan bekerjasama, jika
ada manusia, mereka langsung menyuguhkan buah mereka, tanpa perlu manusia naik
ke atas.
Kepala Sekolah SD Tamansiswa Jetis Endang Sri Werdiningsih,S.Pd.membuat judul Persahabatan Pisang dan Jati. Pisang dan Jati dua sahabat yang memiliki kekurangan dan kelebihan. Di musim kemarau Jati meranggas dan merasa tidak cantik karena daunnya rontok. Pisang mudah roboh dan robek serta batangnya kering saat musim kemarau.
Namun
Pisang menguatkan Jati untuk bersyukur, karena meski meranggas, Jati tetap kuat
karena berakar tangguh. Pisang tetap semangat karena meski mudah roboh dan
berakar tidak sekuat Jati, buahnya tetap dicari. Jadikan setiap kelemahan dan
kekurangan kita untuk selalu bersyukur dan bisa bermanfaat untuk orang lain.
Guru SMA Islam Ta`allumul Huda Bumiayu Brebes, Neneng Kartini,S.Pd membuat judul Pohon Beringin dan Pohon Pisang. Persahabatan terjalin antara keduanya saling berdialog dengan bahasa yang mereka miliki, mereka ingin saling menjaga satu sama lain walau secara fisik mereka berbeda. Dilihat dari postur tubuhnya pohon beringin mempunyai batang yang besar dan daun yang sangat lebat, seolah menggambarkan bahwa ia kekar dan bisa melindungi siapapun yang berada di bawah rindang tubuhnya. Berbeda dengan pohon pisang, walau ia mempunyai batang yang besar namun ia mudah terluka jika ada yang menggores batang nya dan mempunyai daun yang besar dan lebar serta bisa dihitung jumlahnya. Walau mereka berbeda namun mereka saling mengasihi dan ingin menjaga satu sama lain, terlihat dari betapa khawatirnya pohon beringin ketika hujan datang.





No comments:
Post a Comment