Pembelajaran jarak jauh secara Daring memerlukan strategi khusus agar tidak
menimbulkan kejenuhan bagi siswa. Berbagai tugas yang menumpuk, tentulah menjadi
beban tersendiri. Pemberian tugas yang tidak memberatkan, tidak terlalu sulit
namun menyenangkan harus terus diupayakan.
Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo, Sutanto memliki kiat
tersendiri dalam pembelajaran Seni Budaya bagi siswa kelas 8, Rabu (8/4/2020)
yakni dengan membuat gambar Poster. Poster
adalah Media
publikasi yang memadukan antara tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya dengan
tujuan untuk memberikan informasi kepada khalayak. Adapun ketentuan gambar yang harus dibuat siswa adalah :1.Gambar
bisa dibuat di kertas manila, buku gambar ataupun HVS warna putih. 2.Gambar
diwarnai, bisa dengan spedol, cat air atau pastel, tapi apabila memang dirumah
tak punya warna tersebut bisa memanfaatkan daun-daunan,arang, kunyit sebagai
penggantinya. 3.Gambar yang dibuat bertemakan Corona Virus Disease (COVID-19).
“Mengapa gambar berwarna, tentu saja agar lebih menarik dilihat. Sedangkan
tema Covid-19 dipilih agar secara langsung siswa akan mencari referensi dan
secara praktis akan mendapatkan pemahaman tentang pengetahuan ini,” imbuh
Sutanto.
Deva Riani (8B) membuat poster dengan judul Waspada
Covid-19, didalamnya ditulis tentang gejala klinis (demam,batuk pilek, sesak
napas, sakit tenggorokan,letih lesu), pencegahan (cuci tangan dengan
sabun,menggunakan masker, hati-hati kontak dengan hewan, segera ke dokter bila
sakit, tak boleh makan daging mentah, gizi seimbang, rajin olahraga). Jasmine
Yasma Musfiroh (8C) judulnya juga Waspada Covid-19 namun penjelasannya agak
berbeda dengan Deva, yakni dengan menghindari kerumunan namun apabila terpaksa
ada di kerumunan harus mengenakan masker, tidak bersalaman, tetap berada di
rumah kecuali memang ada sesuatu yang penting, menjaga jarak dengan orang lain
minimal 1 meter. Anna Vanessa (8A) dengan judul Stay Safe Covid lebih dominan
gambarnya, tulisannya hanya lebih singkat yakni cuci tangan, stay at home, hidup
sehat.
Untuk waktu mengerjakan sampai dengan pengumpulan tidak kaku. Kalau sesuai waktu yang terjadwal hanya 60 menit (11.00 s.d 12.00). “ Saya tidak merepotkan siswa, meski sebenarnya hanya 60 menit , namun saya beri kelonggaran sampai jam 3 sore. Karena siswa terkadang terkendala sarana prasarana yang dimiliki, juga ada beberapa daerah yang sinyalnya kurang bagus,” pungkasnya.



No comments:
Post a Comment